PADEK.JAWAPOS.COM – Newcastle United kalah 1-4 saat bertandang ke markas Coventry City pada pekan keenam Premier League 2026/2027, Selasa (13/10/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat The Magpies gagal memanfaatkan dominasi permainan, sedangkan Coventry meraih kemenangan kandang pertama di Premier League dalam 25 tahun.
Bermain di Coventry Building Society Arena, Newcastle mencatat 19 tembakan, tetapi hanya mampu menghasilkan satu gol melalui Sven Botman pada menit ke-70. Coventry tampil lebih efektif dengan empat gol dari Jack Rudoni, Sidiki Chérif, Ellis Simms, dan Stephen Mfuni.
Hasil tersebut menjadi kekalahan tandang kedua Newcastle dengan skor 1-4 secara beruntun di Premier League. Sebelumnya, tim asuhan Matthias Jaissle itu mengalami kekalahan dengan skor sama saat menghadapi Leeds United.
Penalti Jack Rudoni dan Gol Sven Botman
Coventry membuka keunggulan pada menit keenam melalui tendangan penalti Jack Rudoni. Wasit menunjuk titik putih setelah kiper Newcastle, Lukáš Horníček, menjatuhkan Sidiki Chérif di dalam kotak penalti.
Newcastle berusaha menyamakan kedudukan sebelum turun minum, tetapi sejumlah peluang gagal berbuah gol.
Matias Fernandez-Pardo bahkan sempat melewati kiper Carl Rushworth, tetapi tembakannya berhasil diblok pemain Coventry di garis gawang.
Coventry memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-48. Cherif menyelesaikan peluang dengan tembakan keras setelah Newcastle gagal membersihkan bola dari area pertahanan.
Newcastle baru memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70. Sven Botman membawa bola mendekati kotak penalti sebelum melepaskan tembakan jarak jauh yang mengarah ke sudut atas gawang. Gol tersebut sempat membuka peluang bagi tim tamu untuk mengejar hasil imbang.
Namun, Coventry kembali menjauh pada menit ke-81. Ellis Simms yang baru masuk sebagai pemain pengganti memanfaatkan kehilangan bola Joelinton di dekat kotak penalti Newcastle, kemudian menaklukkan Horníček.
Stephen Mfuni memastikan kemenangan Coventry menjadi 4-1 pada menit ke-86. Bek muda tersebut melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper Newcastle.
Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan selesai. Hasil ini sekaligus mengantar Coventry meraih dua kemenangan beruntun di liga.
Newcastle Dominan, tetapi Gagal Memaksimalkan Peluang
Statistik pertandingan memperlihatkan Newcastle unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun, dominasi tersebut tidak sebanding dengan hasil akhir.
Newcastle mencatat 66,7 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan. Coventry hanya menguasai bola sekitar 33,3 persen dengan sembilan tembakan, tetapi mampu mencetak empat gol.
Kedua tim sama-sama mencatat enam tembakan tepat sasaran. Newcastle pun memiliki tiga peluang besar yang gagal dimanfaatkan, sedangkan Coventry tercatat melewatkan satu peluang besar.
Coventry lebih efektif dalam penyelesaian akhir. Newcastle memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan, tetapi gagal mengonversi sejumlah peluang menjadi gol sebelum tuan rumah memastikan kemenangan melalui dua gol pada 10 menit terakhir.
Matthias Jaissle Minta Maaf kepada Suporter
Pelatih Newcastle Matthias Jaissle meminta maaf kepada suporter yang datang langsung ke Coventry. Ia mengakui timnya tidak cukup baik dalam bertahan maupun menyelesaikan peluang.
“Kami hanya bisa meminta maaf kepada para penggemar yang datang ke sini; mereka pantas mendapatkan hasil yang berbeda,” kata Jaissle, seperti dikutip Sky Sports.
Jaissle menilai Newcastle mampu mengendalikan sejumlah fase permainan, tetapi hal tersebut tidak cukup untuk mendapatkan hasil positif. Ia menegaskan timnya harus memperbaiki performa di kedua kotak penalti.
Kekalahan dari Coventry menjadi catatan buruk bagi Newcastle karena mereka kembali kebobolan empat gol dalam laga tandang.
Jaissle pun menghadapi pekerjaan rumah untuk memperbaiki pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan timnya.
Klasemen Premier League: Newcastle di Posisi Ke-11
Hasil pertandingan ini membuat Newcastle tetap berada di peringkat ke-11 klasemen sementara Premier League dengan delapan poin dari enam pertandingan. Mereka mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan, dengan selisih gol minus tiga.
Sementara itu, Coventry naik ke peringkat ke-14 dengan enam poin dari enam pertandingan. Mereka mengoleksi dua kemenangan dan empat kekalahan, dengan selisih gol minus enam.
Kemenangan tersebut membawa Coventry keluar dari zona degradasi. Bagi Newcastle, kekalahan ini membuat mereka kehilangan kesempatan mendekati posisi empat besar.
Newcastle kini perlu merespons kekalahan tersebut pada pertandingan berikutnya agar tidak kehilangan lebih banyak poin pada awal musim Premier League 2026/2027. (*)
Editor : Heri Sugiarto