PADEK.JAWAPOS.COM – Liverpool dipastikan kehilangan Ryan Gravenberch saat bertandang ke markas Brentford pada pekan ketujuh Premier League 2026/2027. Gelandang asal Belanda itu harus menjalani skorsing satu pertandingan setelah menerima kartu kuning kedua ketika Liverpool kalah 0–3 dari Manchester City.
Pertandingan Brentford vs Liverpool dijadwalkan berlangsung di Gtech Community Stadium, Sabtu (17/10/2026). Absennya Gravenberch menjadi persoalan bagi pelatih Liverpool, Andoni Iraola, yang harus menyiapkan alternatif di lini tengah setelah kekalahan di Anfield.
Gravenberch baru bisa kembali bermain di Premier League saat Liverpool menjamu Brighton & Hove Albion pada 25 Oktober. Kepastian skorsing tersebut telah diumumkan melalui situs resmi Liverpool.
Kartu Merah Gravenberch Dipersoalkan Iraola
Gravenberch menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62 setelah melakukan pelanggaran terhadap Jeremy Doku. Liverpool pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain ketika skor masih imbang 0–0.
Manchester City kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Erling Haaland membuka skor pada menit ke-65, disusul gol Doku pada menit ke-68 dan Rayan Cherki pada menit ke-78.
Usai pertandingan, Iraola mempersoalkan kartu kuning pertama yang diterima Gravenberch setelah insiden dengan Elliot Anderson. Ia menilai kontak tersebut terlalu ringan untuk diganjar kartu kuning.
“Pelanggaran pertama Ryan sama sekali bukan kartu kuning,” kata Iraola dalam konferensi pers seusai pertandingan, sebagaimana dikutip dari situs resmi Liverpool.
Iraola menjelaskan bahwa kontak tersebut hanya mengenai bagian jari kaki Anderson. Ia juga mempertanyakan keputusan wasit Chris Kavanagh yang mengeluarkan kartu kuning setelah Anderson terjatuh.
Mengapa VAR Tidak Mengintervensi?
Kontroversi juga mengarah pada peran video assistant referee (VAR). Menurut laporan Football Insider, aturan musim 2026/2027 memungkinkan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah ditinjau melalui monitor pinggir lapangan.
Namun, peninjauan tidak otomatis berarti keputusan wasit harus dibatalkan. Mantan kepala PGMOL Keith Hackett menilai insiden Gravenberch terlalu subjektif untuk memenuhi ambang clear and obvious error, atau kesalahan yang jelas dan nyata.
Menurut penilaian Hackett, VAR tidak perlu mengintervensi keputusan tersebut. Pandangan itu merupakan analisis mantan pejabat perwasitan yang dikutip media, bukan pernyataan resmi PGMOL yang secara khusus menetapkan bahwa keputusan Kavanagh benar.
Liverpool Harus Menyiapkan Pengganti Gravenberch
Absennya Gravenberch membuat Liverpool perlu menentukan komposisi lini tengah untuk menghadapi Brentford. Namun, nama pemain yang akan menggantikannya belum dapat dipastikan sebelum pelatih menetapkan susunan tim.
Kondisi Dominik Szoboszlai juga menjadi perhatian. Gelandang asal Hungaria itu absen melawan Manchester City karena masalah hamstring. Belum ada kepastian yang terverifikasi bahwa ia sudah siap tampil saat menghadapi Brentford.
Sebelum melawat ke markas Brentford, Liverpool dijadwalkan menghadapi LASK di Liga Champions pada Rabu (14/10/2026), pukul 22.45 WIB. Gravenberch tetap dapat dimainkan dalam pertandingan Eropa tersebut karena skorsingnya berlaku untuk Premier League.
Liverpool kini harus merespons kekalahan dari Manchester City sekaligus menyiapkan lini tengah tanpa Gravenberch untuk pertandingan liga berikutnya. (*)
Editor : Heri Sugiarto