PADEK.JAWAPOS.COM – Feyenoord meraih kemenangan 3-2 atas Como 1907 pada pertandingan fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion De Kuip, Rotterdam, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB. Gol bunuh diri kiper Como, Robert Sanchez, pada menit ke-81 menjadi salah satu momen penentu dalam pertandingan tersebut.
Como lebih dahulu unggul melalui Assane Diao pada menit ke-18. Feyenoord langsung membalas lewat Gjivai Zechiel dua menit kemudian, sebelum Anis Hadj Moussa membawa tuan rumah berbalik unggul pada menit ke-52.
Feyenoord memperbesar keunggulan setelah tembakan Hadj Moussa pada menit ke-81 berujung gol bunuh diri Sánchez.
Como sempat memperkecil ketertinggalan melalui Anastasios Douvikas pada menit ke-90+3, tetapi tidak mampu menyamakan skor hingga pertandingan berakhir.
Hasil ini menjadi kemenangan pertama Feyenoord dalam fase liga setelah kalah 1-5 dari Barcelona pada pertandingan pembuka.
Sementara itu, Como gagal melanjutkan tren positif setelah sebelumnya mengalahkan RB Leipzig dengan skor 4-1.
Como Unggul Lebih Dahulu, Feyenoord Langsung Membalas
Como membuka skor pada menit ke-18 melalui Diao. Penyerang tersebut memanfaatkan umpan panjang Jacobo Ramon dari lini belakang, berlari menuju kotak penalti, lalu menaklukkan kiper Feyenoord, Tjark Ernst.
Keunggulan tim tamu hanya bertahan sekitar dua menit. Feyenoord menyamakan kedudukan pada menit ke-20 melalui Zechiël yang menerima bola dari kapten tim, Luciano Valente.
Zechiël mengontrol bola di dekat tepi kotak penalti, memutar badan untuk melewati penjagaan lawan, lalu melepaskan tembakan melengkung ke gawang Sánchez. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan membuat pertandingan semakin terbuka.
Kedua tim terus berusaha menciptakan peluang hingga akhir babak pertama. Namun, skor imbang bertahan sampai turun minum.
Hadj Moussa Bawa Feyenoord Berbalik Unggul
Feyenoord meningkatkan tekanan setelah jeda. Upaya tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-52 melalui Hadj Moussa.
Winger asal Aljazair itu menerima umpan silang lapangan dari Gaoussou Diarra di sisi kanan. Ia kemudian bergerak ke dalam sebelum melepaskan tembakan kaki kiri mendatar yang masuk di dekat tiang kiri gawang Sanchez.
Gol tersebut membawa Feyenoord berbalik unggul 2-1. Hadj Moussa terus menjadi ancaman bagi pertahanan Como melalui kecepatan dan pergerakannya di sisi kanan.
Como berusaha merespons dengan meningkatkan tekanan. Tim tamu memperoleh sejumlah peluang, tetapi belum mampu menyamakan kedudukan.
Tembakan Hadj Moussa Berujung Gol Bunuh Diri Sanchez
Feyenoord memperlebar keunggulan pada menit ke-81 melalui gol bunuh diri Sanchez. Momen itu bermula dari serangan Hadj Moussa yang kembali merepotkan pertahanan Como.
Tembakan rendah Hadj Moussa mengarah ke sudut jauh gawang, tetapi bola lebih dahulu membentur kaki Ramon. Setelah mengenai tiang, bola memantul ke bagian belakang tubuh Sanchez dan masuk ke gawang.
Gol tersebut dicatat sebagai gol bunuh diri Sanchez dan membuat Feyenoord unggul 3-1. Dengan keunggulan dua gol, tuan rumah memiliki posisi lebih menguntungkan menjelang akhir pertandingan.
Hadj Moussa menjadi pemain yang paling menonjol dalam serangan Feyenoord. Kelompok Pengamat Teknis UEFA memilihnya sebagai Player of the Match karena ancamannya sepanjang babak kedua, termasuk gol kedua dan keterlibatannya dalam terciptanya gol ketiga Feyenoord.
Douvikas Cetak Gol pada Menit 90+3
Como tidak menyerah meski tertinggal dua gol. Tim tamu terus menekan hingga masa tambahan waktu dan akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90+3.
Douvikas, yang masuk sebagai pemain pengganti, menyambut umpan panjang dari lini belakang sebelum melepaskan penyelesaian yang menaklukkan Ernst. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-3.
Como masih berusaha mencari gol penyama kedudukan, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup. Feyenoord mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan mengamankan tiga poin di kandang.
Kemenangan ini memberi Feyenoord modal penting setelah kekalahan dari Barcelona pada laga pertama. Como, di sisi lain, harus mengevaluasi penampilan mereka setelah gagal membawa pulang poin dari Rotterdam meski sempat unggul lebih dahulu. (*)
Editor : Heri Sugiarto