Herindra Dorong Industri Esports Berpihak pada Talenta Lokal, Buka Peluang Karier Anak Muda

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:50 WIB
Pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia masa bakti 2026–2030 di Hall Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). (Foto; Humas)
Pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia masa bakti 2026–2030 di Hall Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). (Foto; Humas)

PADEK.JAWAPOS.COK – Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) periode 2026–2030, M. Herindra, mendorong penguatan ekosistem industri esports nasional agar lebih berpihak pada talenta lokal.

Penguatan tersebut diharapkan membuka peluang karier, menciptakan sumber pendapatan baru, dan meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif bagi generasi muda.

Hal itu disampaikan Herindra dalam rangkaian pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia masa bakti 2026–2030 di Hall Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

Menurut Herindra, perkembangan teknologi telah membawa esports melampaui aktivitas hiburan dan kompetisi.

Jika dikelola dengan baik, industri ini berpotensi memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional, terutama karena Indonesia memiliki lebih dari 60 persen penduduk yang disebutnya sebagai bagian dari generasi digital.

“Esports telah berkembang menjadi sebuah industri ekonomi kreatif yang apabila dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi bagi ekonomi nasional,” ujar Herindra.

Ia menjelaskan, pertumbuhan industri esports turut membuka peluang bagi berbagai sektor pendukung.

Sektor tersebut meliputi penyedia layanan jaringan, produsen perangkat keras, pengembang perangkat lunak, hingga penyelenggara turnamen.

Untuk mengembangkan potensi tersebut, PB ESI mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan memberi ruang bagi talenta dalam negeri.

“PB Esports Indonesia mengajak seluruh stakeholders, para pengusaha dan peminat Esports, dapat menciptakan dan mengembangkan sebuah ekosistem industri yang berpihak pada talenta lokal,” tegasnya.

Herindra mendorong sinergi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempermudah perizinan turnamen, mendukung pembiayaan pengembangan gim lokal, dan menyediakan infrastruktur jaringan yang andal.

Pasar Gim Indonesia Jadi Perhatian

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan besarnya potensi pasar esports Indonesia.

Menurutnya, jumlah pemain gim di dalam negeri dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional.

“Ada 154 juta gamers Indonesia, ini luar biasa,” kata Erick.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mendorong agar gim karya anak bangsa mendapat ruang dalam berbagai kompetisi esports nasional.

Dukungan terhadap gim lokal dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem esports yang tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet, tetapi juga memberi kesempatan bagi pengembang dan pelaku industri dalam negeri.

Melalui penguatan regulasi, infrastruktur, dan dukungan terhadap industri lokal, esports Indonesia diharapkan dapat berkembang sebagai bagian dari ekonomi digital sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda.(*)

Editor : Heri Sugiarto
PB ESI industri gim herindra Esports Indonesia