Mutaqinah dan Hidayatullah (dalam Revilda dkk, 2021) menyebutkan kendala yang dihadapi pendidik yaitu kesulitan untuk mengontrol peserta didik dan pengawasan terhadap proses belajar peserta didik. Pendidik juga mengalami kesulitan untuk mengamati peserta didik yang kurang serius dalam mengikuti pembelajaran.
Akibatnya proses pembelajaran tidak berjalan seperti yang diharapkan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mansyur (2020) pembelajaran tidak selamanya berjalan baik dan tujuan pembelajaran tidak selamanya dapat dicapai secara maksimal sehingga mengakibatkan aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif peserta didik berkembang dengan lamban.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memulihkan pembelajaran pascapandemi. Kemendikbudristek telah mengeluarkan kebijakan merdeka belajar atau Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini tidak bersifat wajib bagi seluruh sekolah dengan kata lain sekolah masih diberi kebebasan untuk memilih kurikulum yang akan diterapkan disekolahnya.
Akan tetapi, pemilihan kurikulum merdeka ini merupakan pilihan terbaik karena kurikulum merdeka juga dirancang untuk menghadapi situasi dunia yang terus berkembang. Menurut Saleh (dalam Ramadhanidkk, 2021) merdeka belajar merupakan proses pembelajaran secara alami untuk mencapai kemerdekaan.
Disini perlu belajar untuk tidak tertekan, tidak stress dengan permasalahan pribadi dan lingkungan, bebas berkreasi dan berinovasi, tidak terbelenggu dan sebagainya. Merdeka belajar bertujuan agar pedidik dan peserta didik mendapat suasana yang bahagia saat belajar. Sehingga merdeka belajar bagi peserta didik sangat diperlukan.
Kesuksesan pelaksanaan kurikulum merdeka tidak terlepas dari peran penting pendidik. Peran pendidik dalam hal kualitas pendidikan adalah dengan membentuk strategi pembelajaran yang tepat. Pendidik berusaha untuk mencari strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Strategi pembelajaran ini sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, sehingga sistem belajar mengajar di kelas tidak monoton atau membosankan serta dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan pola berpikirnya. Pendidik yang berkualitas dan berkompeten dapat mendorong kesuksesan belajar peserta didik.
Merdeka belajar dapat diwujudkan dengan menggali potensi para pendidik dan peserta didik untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri seperti penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Pendidik tidak akan bisa digantikan oleh teknologi, teknologi hanyalah alat bantu pendidik dalam meningkatkan potensi mereka.
Disisi lain merdeka belajar juga tidak mungkin berhasil tanpa teknologi. Berkaitan dengan strategi pembelajaran, pendidik dapat memanfaatkan teknologi dalam proses mengajar. Pemanfaatan teknologi di kelas juga bisa mendorong peserta didik untuk aktif, terutama karena media digital sangat akrab dengan peserta didik abad ke-21.
Diera digital saat ini peserta didik harus mampu menjalankan teknologi menjadi alat pencapaian pembelajaran. Selain itu sejak adanya pandemi peserta didik sudah terbiasa belajar menggunakan teknologi seperti smartphone.
Akan tetapi perlu digarisbawahi penggunaan teknologi bukan semata–mata memindahkan data dari bentuk fisik ke bentuk digital. Teknologi bukan sekedar wadah untuk memberi tugas dan materi pembelajaran, namun perlu didampingi dengan inovasi, kreasi, kolaborasi, komunikasi, dan evaluasi selama penggunaan teknologi tersebut.
Salah satu pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran adalah pemanfaatan media pembelajaran berbantuan komputer, seperti multimedia pembelajaran interaktif. Media pembelajaran yang dibuat dengan bantuan komputer jauh lebih menarik dan interaktif dari media-media pembelajaran konvensional, karena dapat menampilkan berbagai materi dalam bentuk gambar yang bergerak.
Beberapa keuntungan mendayagunakan teknologi dalam dunia pendidikan menurut Sudjana dan Riva’I (2011:20), yaitu membangkitkan motivasi kepada peserta didik dalam belajar, serta menghasilkan penguatan terhadap materi yang tinggi, dan peserta didik dapat menggunakan dimana saja dan kapan saja karena media yang dibuat dengan bantuan komputer dapat dijadikan ke dalam bentuk aplikasi yang bisa di akses melalui smartphone.
Multimedia pembelajaran interaktif juga memiliki kelebihan dari media yang lainnya yaitu multimedia interaktif bersifat mandiri. Mandiri disiniberarti penggunaannya tidak hanya dalam jam pelajaran saja namun dapat digunakan dilain waktu secara terus menerus atau berulang-ulang.
Pendidik pasti pernah mengalami kesulitan mengajar peserta didik di kelas, mengingat mereka memiliki karakteristik dan kemampuan beragam. Tidak semua peserta didik bisa cepat menyerap materi yang dijelaskan oleh pendidik.
Hal ini karena setiap peserta didik memiliki daya ingat serta kemampuan dalam berfikir akan sesuatu hal berbeda-beda. Untuk mengatasi kekurangan tersebut dibutuhkan sebuah multimedia pembelajaran interaktif yang penggunaannya berulang-ulang agar peserta didik dapat mengulangi materi yang belum dipahaminya.
Multimedia interaktif dapat menggabungkan tulisan, gambar, suara, video, dan animasi pada sebuah software dan peserta didik dapat mengakses multimedia tersebut secara mandiri tanpa bantuan dari pendidik. Multimedia interaktif diharapkan dapat memunculkan keinginan, perhatian, dan motivasi baru bagi peserta didik.
Interaksi yang terdapat pada multimedia dapat meningkatkan aktifitas peserta didik karena dituntut untuk merespon setiap pertanyaan dan setiap respons yang diberikan peserta didik akan mendapatkan feedback dari multimedia. Pada multimedia juga dapat dicantumkan soal-soal sebagai evaluasi terhadap materi yang telah dipelajari peserta didik secara mandiri.
Multimedia interaktif dapat digunakan di setiap mata pelajaran. Khusus pada mata pelajaran matematika, multimedia pembelajaran interaktif dapat membuat peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran seperti konsep-konsep yang ada pada materi matematika.
Dengan multimedia interaktif ini peserta didik bisa membangun pengetahuan sendiri dan tidak terkesan menghafal rumus. Multimedia interaktif juga membuat mata pelajaran matematika menyenangkan sesuai tuntutan merdeka belajar yaitu dengan adanya animasi-animasi.
Penggunaan teknologi berupa multimedia pembelajaran interaktif dalam kelas maupun diluar kelas sesuai dengan prinsip merdeka belajaryaitu belajar tidak tergantung tempat dan waktu. Penggunaan media pembelajaran yang dapat diakses melalui smartphone merupakan salah satu upaya untuk menimbulkan dampak positif terhadap smartphone. (*)(MAIFINA ALPIONORA, Guru SMA Negeri 2 Payakumbuh) Editor : Novitri Selvia