Kenaikan UKT juga dapat memunculkan perasaan ketidakpuasan atau protes di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Sebab, mereka mungkin merasa bahwa biaya pendidikan yang meningkat dapat menghambat aksesibilitas pendidikan tinggi dan menciptakan ketidaksetaraan dalam kesempatan pendidikan.
Cermin Pendidikan Kita
Pendidikan adalah investasi dan fondasi utama dalam pembangunan suatu bangsa. Amanat UUD 1945, terutama dalam pasal 31, dengan tegas menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya. Namun, tantangan yang ada saat ini memaksa kita untuk memformat ulang sistem pendidikan agar lebih sesuai dengan semangat dan tujuan konstitusi tersebut.
UUD 1945 menggarisbawahi bahwa pendidikan bukan hanya hak setiap warga negara, tetapi juga menjadi kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi dan mendukungnya. Selain itu, pendidikan harus me- majukan kebudayaan nasional dan memperkuat karakter bangsa. Implementasi amanat tersebut masih menghadapi berbagai tantangan yang harus segera diatasi.
Karena itu, pernyataan pejabat kementerian bahwa pendidikan tinggi merupakan kebutuhan tersier perlu ditinjau ulang dalam konteks pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan tinggi, terutama dalam bidang STEM (science, technology, engineering and mathematics), sangat vital dalam membangun SDM yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat global.
Pendidikan tinggi memainkan peran krusial dalam pembangunan pemuda, terutama dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat. Negara-negara dengan indeks pembangunan pemuda (IPP) yang tinggi umumnya memiliki sistem pendidikan tinggi yang kuat, termasuk dalam bidang STEM. Berdasar data dari ASEAN Youth Development Index 2022, Singapura memiliki IPP tertinggi 0,83.
Sementara Indonesia ada di urutan ke-5 dengan indeks 0,58 setelah Malaysia, Brunei, dan Vietnam. Pendidikan tinggi dalam bidang STEM tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan.
Tapi, ironisnya, di ASEAN, berdasar data dari sumber yang sama sebagai penduduk terbanyak, lulusan STEM di Indonesia hanya 19,4 persen, berada di urutan paling buncit. Sementara Malaysia tertinggi dengan 38,9 persen.
Hak, Biaya, dan Kualitas Pendidikan
Hak, biaya, dan kualitas pendidikan adalah tiga aspek penting yang saling terkait dalam konteks pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai hak asasi manusia yang fundamental. Setiap individu berhak untuk mendapatkan akses ke pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi. Termasuk akses tanpa pandang bulu terhadap pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Prinsip tersebut, selain diamanatkan oleh UUD, dinyatakan dalam berbagai dokumen internasional seperti Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Konvensi Hak Anak. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa hak pendidikan dipenuhi bagi semua warga negaranya.
Sementara itu, untuk menunjang pendidikan tersebut, ada biaya. Biaya pendidikan mencakup berbagai aspek, termasuk biaya kuliah, biaya buku dan peralatan, biaya hidup, serta biaya lainnya yang terkait dengan pendidikan. Masalah biaya sering menjadi hambatan bagi banyak individu, terutama di negara-negara dengan sistem pendidikan yang tidak terjangkau.
Kenaikan biaya pendidikan juga dapat menjadi beban finansial yang besar bagi keluarga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, penting mencari solusi yang memastikan aksesibilitas pendidikan tanpa meninggalkan beban finansial yang tidak terjangkau bagi individu dan keluarga mereka.
“Menjodohkan” antara hak pendidikan dan biaya pendidikan yang berujung pada kualitas pendidikan itu menjadi perhatian penting para pemangku kebijakan. Kualitas pendidikan mencakup berbagai faktor, termasuk kurikulum, pengajaran, fasilitas, dan hasil akademik yang dicapai oleh peserta didik.
Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang relevan, inklusif, dan memberikan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan untuk sukses dalam kehidupan pribadi dan profesional. Kualitas pendidikan juga mencakup penilaian dan pengawasan yang efektif untuk memastikan bahwa standar pendidikan dipertahankan dan ditingkatkan secara terus-menerus.
Menjaga keseimbangan antara hak, biaya, dan kualitas pendidikan adalah tantangan yang kompleks. Tetapi penting untuk memastikan bahwa semua individu me- miliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani oleh masalah biaya.
Hal itu memerlukan keterlibatan aktif dari pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta dalam merancang kebijakan serta program yang mendukung aksesibilitas dan kualitas pendidikan bagi semua warga Indonesia. (Firman Arifin, Dosen-Ketua Senat PENS)
Editor : Novitri Selvia