Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Infrastruktur dan Akses Jalan Menuju Air Terjun 7 Tingkat di Garabak Data, Antara Keindahan Alam dan Tantangan Aksesibilitas

Eri Mardinal • Senin, 28 Oktober 2024 | 06:30 WIB
Dewi Dahlan (Mahasiswi Program Doktoral Studi Kebijakan (PDSK) Unand)
Dewi Dahlan (Mahasiswi Program Doktoral Studi Kebijakan (PDSK) Unand)

Penulis: Dewi Dahlan (Mahasiswi Program Doktoral Studi Kebijakan (PDSK) Unand dan Dosen Prodi Pemikiran Politik Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar)

PADEK.JAWAPOS.COM—Nagari Garabak Data terletak di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat. Dengan luas 149 kilometer persegi, nagari ini mencakup 24,73 persen dari total wilayah Kecamatan Tigo Lurah.

Desa ini berada pada ketinggian sekitar 720 meter di atas permukaan laut, dengan jarak dari Kantor Wali Nagari ke Ibukota Kecamatan sejauh 18,5 kilometer, ke Ibukota Kabupaten 91 kilometer, dan ke Ibukota Provinsi juga 91 kilometer.

Fasilitas kesehatan yang dimiliki di antaranya Puskesmas 1 unit Puskesmas Pembantu 2 unit, fasilitas agama masjid 13 unit, mushala 9 unit. Nagari ini memiliki populasi sekitar 3.500 jiwa dan terdiri dari tiga jorong, Garabak, Data, dan Lubuak Tareh (bkbbn).

Masyarakat di Garabak Data sebagian besar mengandalkan pertanian dan hasil hutan sebagai sumber kehidupan. Area pertanian yang produktif, sawah, dan kebun memberikan potensi ekonomi yang signifikan, didukung oleh sumber air melimpah dari bukit-bukit sekitarnya.

Namun, meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, Garabak Data menghadapi tantangan besar dalam hal aksesibilitas.

Akses jalan yang masih berupa tanah, sering kali rusak, dan sering terjadi longsor mengakibatkan masyarakat kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari secara produktif.

Desa Garabak Data sangat tertinggal dibandingkan daerah lainnya di Kabupaten Solok, disebabkan oleh letaknya yang terpencil dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Dengan anggaran yang terbatas dan kebutuhan pembangunan yang besar, akses jalan menjadi kunci untuk melepaskan Nagari Garabak Data dari keterisoliran.

Garabak Data dikenal dengan keasriannya. Salah satu daya tarik wisata unggulan desa ini adalah Air Terjun 7 Tingkat, yang menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Sayangnya, akses jalan yang belum memadai membuat wisata ini kurang dikenal dan sulit diakses oleh pengunjung, yang berdampak negatif pada potensi pendapatan desa dari sektor pariwisata.

Kondisi jalan yang buruk tidak hanya menghambat sektor pariwisata, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Keterbatasan akses transportasi menyulitkan distribusi hasil pertanian, sehingga pendapatan petani terhambat.

Sering terjadi longsor yang membuat jalan menjadi curam dan pohon tumbang, memerlukan waktu berhari-hari untuk perbaikan. Selain itu, longsor juga mengakibatkan tiang listrik PLN ambruk, menyebabkan lampu sering mati. Akses menuju Garabak Data terbatas oleh pencahayaan yang minim, yang menambah tantangan bagi penduduk, terutama pada malam hari.

Keterbatasan akses ini menyebabkan masyarakat kesulitan menjangkau layanan penting seperti kesehatan dan pendidikan, serta menghambat pengembangan ekonomi lokal. Meskipun daerah ini memiliki hutan lindung yang dijaga oleh pemerintah, kondisi infrastruktur di Garabak Data masih memprihatinkan. Jalan yang menghubungkan daerah ini sering kali berlumpur dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Dalam konteks ini, penerapan prinsip-prinsip Good Governance sangat penting untuk mendorong perbaikan infrastruktur yang diperlukan. Dengan perbaikan jalan dan penambahan fasilitas penerangan, diharapkan masyarakat dapat lebih produktif dan terhubung dengan wilayah lain, serta memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada dengan lebih baik.

Good Governance dapat diartikan sebagai tata kelola yang baik dalam pemerintahan, yang melibatkan transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan efektivitas.

Dalam kasus Garabak Data, penerapan prinsip-prinsip Good Governance bisa menjadi kunci untuk mengatasi masalah akses jalan. Pemerintah daerah perlu merencanakan dan melaksanakan pembangunan infrastruktur secara efektif, dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Meskipun sudah 79 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Garabak Data belum merasakan perubahan signifikan di desa mereka. Jalan yang tidak mengalami perbaikan dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah membuat masyarakat skeptis terhadap janji-janji calon legislatif.

Para calon legislatif sering berbondong-bondong datang untuk berkampanye, menjanjikan pembangunan jalan, tetapi hasilnya sering kali nihil.

Setelah terpilih, mereka cenderung melupakan janji-janji tersebut. Ketika mereka sudah naik dan mendapatkan kekuasaan mereka akan lupa dengan janji-janji ucapkan,dan walaupun dibantu hasilnya tidak maksimal hanya sekadar kata lapeh hutang, sebagaimana diketahui bahwa anggaran yang dibutuhkan memang besar, tapi bukan kah itu sudah menjadi kewajiban kepala daerah /pemerintahan? Untuk mencari solisinya dan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintahan pusat, itu lah tugas mereka menjadi perwakilan- perwakilan dari rakyat kecil yang mungkin tidak bisa menyampaikan aspirasinya langsung.

Sehingga masyarakat tidak menaruh rasa percaya karana mereka sering kali acuh akan kewajiban yang harus dijalankannya. Padahal setiap daerah/nagari memiliki anggaran dana untuk pembangunan, lantas kemana kah anggaran-anggaran dana tersebut?

Langkah awal yang perlu diambil adalah melakukan studi kelayakan untuk menentukan prioritas perbaikan jalan yang paling mendesak. Pemerintah harus menciptakan program yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk mendapatkan dukungan dan masukan dari warga. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah dapat memastikan bahwa proyek yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

Kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak swasta juga diperlukan untuk mendapatkan dana dan sumber daya yang cukup.

Membangun kemitraan dengan lembaga non-pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dapat membantu mempercepat proses pembangunan. Membangun aksesibilitas yang lebih baik di desa terpencil adalah langkah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam jangka panjang, perbaikan akses jalan di Garabak Data tidak hanya akan meningkatkan sektor pariwisata, tetapi juga akan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hasil pertanian dan akses ke pasar.

Dengan demikian, Good Governance yang efektif akan menciptakan perubahan positif yang signifikan bagi masyarakat Garabak Data, memberikan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Melalui upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan Nagari Garabak Data dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan, memperbaiki infrastruktur, dan memberdayakan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik. (***)

Editor : Adetio Purtama
#Nagari Garabakdata