Indonesia Sumbar Bisnis Pariwisata Olahraga Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Gaya Hidup Buku & Film Hiburan Kesehatan Otomotif

Seni

Two Efly • Rabu, 22 Januari 2025 - 14:50 WIB

Two Efly, Padang Ekspres. (Padek.co)
Two Efly, Padang Ekspres. (Padek.co)
Oleh: Two Efly, Wartawan Ekonomi.

PADEK.JAWAPOS.COM-Seni yang penulis maksud di sini bukanlah tentang kesenian. Seni yang penulis maksudkan dalam tulisan ini adalah kepiawaian manajemen sebuah bank dalam mengelola kinerja sehingga tetap bisa mencatatkan pertumbuhan usaha dan laba.

Semua kita sepakat tahun 2024 bukanlah tahun mudah terutama bagi industri keuangan dan perbankan.

Banyak variabel yamg dapat mengusik dan mengganggu kinerja usaha. Selain berbentuk dinamika politik dan ekonomi, kekurangan likuiditas sebagai imbas perlambatan ekonomi juga mewarnai.

Dampaknya, cost of fund menjadi naik dan secara otomatis tentulah bermuara pada ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO).

Ada beberapa agenda nasional berulang yang mempengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Label tahun politik dengan empat pemilu (Pileg, Pilpres, PSU DPD dan Pilkada) jelaskan berdampak pada ekonomi.

Dari sudut apapun dengan analisa seperti apapun pelaku ekonomi lebih memilih wait and see. Mereka menahan diri untuk berinvestasi yang jelas bermuara pada perlambatan ekonomi dan tidak menutup kemungkinan juga menurunkan daya beli.

Makro ekonomi ini tentulah berdampak besar pada pelaku ekonomi di Sumbar termasuk di sektor lembaga keuangan dan bank.

Disadari atau tidak perbankan di tahun 2024 dihadapkan pada kondisi sulit. Rencana Bisnis Bank yang sudah disepakati haruslah diwujudkan.

Sebagai salah satu lembaga keuangan, Bank Nagari ditahun 2024 juga merasakan itu. Sulitnya likuiditas dan tingginya cost of fund menjadi sandungan untuk mencatatkan kinerja.

Untuk menghadapi kondisi sulit ini dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas. Hanya melalui kerja keras dan kerja cerdas inilah kinerja positif bisa ditorehkan.

Ada dua key success Bank Nagari dalam meniti dan mencapatkan pertumbuhan kinerja ditahun 2024. Pertama adalah seni ber-treasury dan kedua mampu "memulangkan si anak hilang".

Tegasnya, kredit bermasalah yang nyaris tak dapat ditarik di masa lalu kembali berhasil ditagih dan menjadi pendapatan karena pengembalian PPAP/CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai-red).

Seni Treasury

Ada banyak jalan menuju roma. Itu kata orang bijak. Begitu juga dengan operasional sebuah bank. Dalam kondisi sulit para top leadher dituntut untuk melakukan kreativitas agar tetap bisa mempertahankan sustainable usaha.

Sesuai dengan fungsi bank itu sendiri adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana. Bank menghimpun dana melalui Dana Pihak Ketiga (Tabungan, Giro, Deposito) dan menyalurkan kembali dalam bentuk kredit. Dari dua aktivitas inilah bank menghasilkan laba disamping Fee-Based Income (Fbi) dan pendapatan lainnya.

Tahun buku 2024 manajemen Bank Nagari mampu memainkan peran treasury itu dengan baik. Dana mahal yang menjadi warisan turun menurun dapat dikelola dengan baik.

Pemangkasan bunga dengan mengubah pola investasi jangka panjang menjadi skema jangka pendek dengan rate yang diperjanjikan ternyata cukup efektif. Cost of fund bisa dipangkas dan rasio BOPO dapat terjaga diangka 80 persen.

"Kembalinya si Anak Hilang"

Dari sisi pendapatan, Bank Nagari tahun buku 2024 cukup menarik. Selain kreditnya yang masih bisa ekspansi di tengah stagnasi ekonomi Sumbar, manajemen juga mampu meningkatkan kualitas asset dan kualitas aktiva produktifnya.

Per 31 Desember 2023 tercatat ratio Non Perfomance Loan (NPL) Nett sebesar 1,98 persen dan di pengujung tahun 2024 turun menjadi 1,85 persen. Penurunan kredit bermasalah tentulah bermuara pada peningkatan laba.

Pendapatan lain yang tak kalah menarik adalah kembalinya "si anak hilang". Warisan kredit bermasalah dimasa lalu yang sudah dibebankan pada Penyisihan Penurunan Asset Produktif PPAP/CKPN) berhasil diselamatkan.

Kredit yang yang sudah berstatus Kredit Ekstrakomtabel berhasil diselamatkan.

Lebih kurang Rp 67 miliar kredit ekstrakomtabel (kredit yang telah dihapusbuku) berhasil ditarik kembali. "Kembalinya si anak hilang" ini jelaslah menjadi pendapatan tambahan dan menumbuhkan laba usaha.

Sustainable dan Dominasi

Suksesi kepemimpinan Bank Nagari di awal tahun 2024 ternyata tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja.

Sustainable usaha masih dapat pertahankan. Tradisi mencatatkan pertumbuhan usaha dan pertumbuhan laba serta peningkatan deviden dapat dipertahankan dengan baik.

Secara kinerja Bank Nagari tahun buku 2024 berjalan dengan baik. Total sset tercapai Rp33,11 triliun. Realisasi kredit Rp25,55 triliun dan Dana Pihak Ketiga Rp26,68 triliun dengan Laba bersih usaha tembus Rp540,4 miliar. Seluruh indikator usaha ini secara year on year mengalami pertumbuhan.

Selain mencatatkan pertumbuhan, Bank Nagari kembali mampu memperkuat dominasinya di pasar keuangan. "Double Winners" kembali disandingkan ditahun 2024.

Bank Nagari konvensional mampu menajamkan dominasinya hingga menguasai hampir 40 persen market sharenya perbankan di Sumbar.

Begitu juga Unit Usaha Syariah (UUS) yang berhasil mencatatkan 41 persen penguasaan pasar perbankan syariah.

Terus terang sulit rasanya mencari BPD yang bisa sedominan ini di basis bisnisnya.

Selain mendominasi pasar perbankan di Sumbar, kontribusi Bank Nagari terhadap PDRB dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terbilang besar. Dengan catatan laba sebesar Rp540 miliar di akhir tahun 2024, maka lebih kurang Rp379 miliar akan mengalir menjadi deviden.

Selaku pemegang saham 32 persen Pemprov Sumbar mendapatkan lebih kurang Rp120 miliar dan itu setara 17 persen dari total PAD Sumatera Barat.

Kalau dirunut berdasarkan kepemilikan saham, mayoritas Pemkab dan Pemko juga menyandarkan PAD pada deviden Bank Nagari.

Bahkan ada yang kontribusi deviden Bank Nagari hampir mencapai 50 persen dari total PAD dan tak sedikit pula rasio deviden itu mencapai 20 persen dari total PAD nya.

Dari dominasi ke dominasi ini apa yang bisa dipetik? Bank Nagari saat ini sudah "on the track" dan memberikan nilai lebih.

Kontribusi Bank Nagari terhadap daerah kian besar dan nyata. Ketergantungan Pemkab dan Pemko serta Pemprov dalam menghasilkan PAD sudah tak bisa dibantah.

Sangat pantas dan patut rasanya BUMD milik pemerintah daerah se-Sumatera Barat ini dijaga. Kalau masih ada juga terbetik keinginan untuk "merenovasi rumah sudah" (konversi, red) berpikirkan ulanglah.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#BOPO bank nagari #market share bank nagari #seni manajemen bank #seni #Kinerja Bank Nagari 2024 #kredit bank nagari #aset bank nagari #Two Efly #deviden bank nagari #kontribusi PAD Bank Nagari