Sabtu 25 Januari 2025 yang lalu saya ke Alahan Panjang. Banyak sekali perubahan di wilayah selatan Kabupaten Solok ini. Selain pertanian Hortikulturanya yang sangat menonjol, negeri dingin "di atas awan" tersebut juga sedang jadi primadona baru pariwisata.
Label sebagai "Swiss" Ranah Minang benar-benar cocok untuk wilayah Alahan Panjang. Negeri dengan "seribu danau" dan puncak Gunung Talang yang menjulang, membuat daerah ini terasa sangatlah istimewa.
Sepanjang jalan dari Simpang Lubuk Selasih, Kanagarian Batang Barus sampai ke Masjid Ummi, Dermaga Danau Diatas, saya melihat sangat banyak kendaraan yang wara-wiri. Banyak bernopol Sumbar dan tak kalah banyak bernopol luar Sumbar. Ada yang menggunakan kendaraan pribadi dan banyak juga memggunakan Bus Pariwisata. Ada yang berpakaian seragam dan ada pula yang berpakaian santai (non seragam).
Tiga Danau, Gunung Talang dan Hamparan Kebun teh
Rasanya tak ada keindahan alam yang selengkap kawasan Selatan, Kabupaten Solok ini. Selain cuaca yang sejuk di kala siang dan dingin menusuk tulang dikala sore hingga pagi, kawasan ini juga dianugerahi keindahan dan keajaiban alam.
Apa saja? Setidaknya ada tiga Danau yang terhampar di wilayah ini. Pertama Danau Diatas dengan luas 12,3 Km dan kedalaman mencapai 44 Meter. Di sebalah Danau Diatas terhampar panjang dan indah Danau Dibawah. Danau ini memiliki luas 11,2 Km dengan kedalaman 309 Meter.
Di samping Danau Dibawah juga membentang Danau Talang. Danau ini memiliki luas 4,25 Km dengan kedalaman 90 Meter. Danau Talang ini berlokasi tepat di kaki Gunung Talang. Kalaulah kita menilik dan memandang ketiga Danau ini dari puncak top Gunung Talang maka ketiga danau ini tak ubahnya bak hamparan "tigo tungku sajarangan".
Sebetulnya masih ada satu genangan air besar lagi. Namun untuk menjadi sebuah danau, belumlah terpenuhi. Warga setempat lebih menyebutnya dengan Talago Bungsu yang terletak antara Danau di Bawah dengan Danau Talang.
Itu dari ke indahan alam. Kawasan ini juga menyediakan wisata adventure. Wisata dengan minat khusus dapat memenuhi adrenalinnya dengan melakukan pendakian dan menaklukkan puncak TOP ke puncak Gunung Talang yang berada di atas Kawah aktif Gunung Talang.
Bagi yang berminat menuju puncak, ada tiga jalur yang dapat di tempuh menuju puncak dari arah selatan ini. Pertama, Rute Aia Batumbuak dengan view hamparan perkebunan teh, kedua, Jalur Seroja. Khusus jalur Seroja saat ini sudah di-off-kan karena track-nya yang berat dan terjal. Ketiga, Jalur Bukik Bulek. Jalur ini menjadi jalur primadona dan jalur favorit bagi pendaki.
Kenapa? selain rute dan track-nya yang landai, jalur ini juga menyediakan banyak spot-spot foto yang indah. Tidak itu saja, jarak tempuh dari pintu rimba ke puncak tertinggi Gunung Talang terbilang relatif dekat. Hanya butuh 3 jam perjalanan bagi pendaki "pelet bento" (pendaki lelet bentar bentar foto-red) dan hanya butuh 2 jam bagi pendaki profesional.
Keunikan berikutnya dari wilayah Selatan Kabupaten Solok ini adalah terdapatnya dua perkebunan teh besar di sepanjang kaki Gunung Talang. Pertama perkebunan Teh Milik BUMN PTPN 6 dan perkebunan teh milik PT Kayu Jao. Dua perkebunan Teh ini menjulur indah hingga ke pinggir jalan. Inilah yang selalu "merayu" dan memancing wisatawan untuk mengabadikan diri. Sangat banyak sekali spot spot foto yang bisa ditemui.
Intinya, tak ada rasanya dataran tinggi di Sumbar ini seindah dan sekomplit Alahan Panjang ini. Iklim yang dingin, indahnya perkebunan Cabe, Bawang dan Hotikultura berkelindan dengan anugerah alam. Ada tiga danau, satu gunung berapi yang terus mengepulkan asap belerang dari mulut kawah . Mungkin inilah jazirah yang disebut "zambrut khatukistiwa" itu.
Butuh Hotel, Resort , Penginapan dan Keramba
Long week end yang terjadi diakhir bulan Januari 2025 benar benar menjadi momentum dan "ladang rejeki" bagi pelaku bisnis pariwisata. Penginapan yang mulai tumbuh satu persatu di sepanjang kawasan Danau Diatas itu selama long week end full booking. Camping Area yang terdapat di pinggir Danau Diatas dan didataran tinggi pinggir danau juga terlihat penuh sesak.
Penulis haqqul yakin, masih banyak wisatawan yang tak kebagian kamar penginapan. Penulis haqqul yakin cukup banyak wisatawan yang terpaksa pulang karena tak dapat kamar untuk menikmati malam. Padahal "dahaga" akan indahnya alam belum terlunasi, masih banyak objek wisata yang belum terkunjungi.
Ini jelaslah menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah daerah sudah harus secepatnya mencari investor. Alahan panjang selaku "Swiss" nya Ranah Minang sudah harus dilengkapi dengan penginapan yang representastif. Sudah saatnya wilayah ini memiliki Hotel dan atau resort bertaraf bintang tiga.
Secara bisnis, ini jelaslah sebuah peluang. Pasar yang jelas dan tak kunjung habis tentulah menawarkan sebuah "game income" yang bagus. Analisa penulis, beranjak dari besarnya animo wisatawan yang datang maka tak butuh waktu lama untuk pay back periode investasi. Rangkul dan ajaklah investor masuk menyentuh "mutiara" terpendam ini.
Siapa investornya? Terserah. Sedapat mungkin upayakanlah putra daerah, kalaupun tak ada ajaklah pengusaha asal Minang dan kalau tak ada juga rangkullah pelaku pariwasa dunia. Haparanya, dalam satu atau dua tahun ke depan Alahan Panjang menjadi sentra wisata di Ranah Minang.
Selain itu tugas tambahan bagi pemerintah daerah adalah penataan danau. Kalaulah Danau Diatas ini mau dijadikan sentra wisata, hindari sedari dini budi daya ikan apung. Sebab, sebagian titik saat ini di danau nan indah itu sudah muncul keramba apung. Belajarlah dari Danau Maninjau dan Singkarak yang kehilangan "magis" Wisatanya.
Posisi Strategis
Secara geografis, Alahan Panjang atau wilayah Selatan Solok ini sangat lah strategis. Untuk mencapai wilayah ini tidaklah dibutuhkan waktu lama. Baik dari Kota Padang maupun dari Kota Bukittinggi hanya butuh waktu lebih kurang 3,5 jam perjalanan.
Selain lokasi yang strategis, Alahan Panjang juga menempati posisi centre (tengah) dari kawasan Selatan Sumatera. Dibukanya akses Jalan dari Alahan Panjang-Talang Babungo-Kiliran Jao tentulah menambah nilai ekonomis Alahan Panjang. Kalaulah jalan ini terealisasi maka wisatawan dari Provinsi Jambi akan dengan cepat dan mudah menuju Alahan Panjang.
Begitu juga dengan jalan Sariak Bayang-Aia Amo dan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Terkoneknya jalan ini tentulah akan mempermudah arus barang dan manusia menuju Pesisir Selatan hingga ke Provinsi Bengkulu. Artinya, bila dua jalan ini terkoneksasi maka Alahan Panjang akan dengan amat gampang diakses olah warga Jambi dan Bengkulu. Bayangkan betapa besar potensi pasar yang membentang. (***)
Editor : Hendra Efison