Oleh: Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional.
Setiap orang memiliki kesempatan berbuat baik kepada sesama. Skalanya mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Wujud perbuatan itu beragam mulai dari yang nyata hingga tidak terlihat.
Bersyukur dan beruntunglah orang-orang yang setiap hari punya kesempatan berbuat baik kepada sesama. Melakukannya dengan ikhlas, sepenuhnya karena Tuhan.
Mereka yang terbiasa berbuat baik kepada sesama merasa bersyukur dan bahagia saat melakukan kebaikan, baik pada orang yang dikenal maupun sama sekali belum pernah ketemu. Ada manfaatnya bantuan yang diberikan.
Ada kepuasan batin saat melihat kebahagiaan orang yang dibantu. Apalagi jika bantuan yang diberikan langsung terasa manfaatnya. Mereka pasti senang sekali.
Meski setiap hari berbuat baik kepada orang-orang yang berbeda-beda, janganlah sekalipun mengharapkan balasan dari mereka. Hal itu bisa merusak niat mulia yang datangnya dari hati yakni keikhlasan untuk membantu.
Tidak Pamrih
Agar niatnya tetap terjaga hingga akhir hayat, selalulah meniatkan semua bantuan yang diberikan sebagai ibadah. Ikhlas melaksanakannya, sama sekali tidak ada pamrih sedikit pun.
Kenapa harus segera melupakan kebaikan orang lain? Pertama, agar bantuan itu bernilai ibadah karena niatnya tulus ikhlas. Hanya mengharapkan ridha dari Tuhan Sang Pencipta alam semesta dan seisinya.
Dengan niat itu, sama sekali tidak ada beban melakukannya. Bahkan totalitas. Apalagi membayangkan balasannya langsung dari Tuhan. Jumlahnya bisa berlipat-lipat dibandingkan bantuan yang telah diberikan.
Kedua, supaya tidak kecewa. Jika pemberian bantuan ada pamrihnya, mengharapkan balasan dari yang dibantu, bakal kecewa. Belum tentu keinginannya terwujud.
Mereka yang dibantu, tidak semuanya berniat membalas kebaikan yang telah mereka terima. Jika pun ada niat, belum tentu ada kemauan atau kemampuan untuk melakukan hal tersebut.
Ketiga, tidak ada beban saat ketemu sama orang yang pernah dibantu. Ia akan merasa nyaman jika selama berkomunikasi sama sekali tidak menyinggung bantuan yang pernah diberikan kepadanya.
Agar komunikasi tetap terjaga baik dengan orang yang pernah dibantu, janganlah sekali-kali menyinggung tentang bantuan yang pernah diberikan padanya. Segera lupakan begitu membantunya.
Ingat bahwa semua kebaikan yang pernah dilakukan, bisa terjadi sepenuhnya karena TUHAN. Manusia sebagai umatnya hanya dapat melaksanakan sesuai dengan perintahNYA.
Kesimpulannya teruslah berbuat baik kepada sesama. Setelah melakukannya, langsung lupakan.
Jangan pernah lelah melaksanakan semua hal positif termasuk membantu banyak orang. Selalu meniatkannya sebagai ibadah, sepenuhnya karena Tuhan.(***)
Editor : Heri Sugiarto