Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

International Waqf Conference of West Sumatra 2025, Momen Strategis Sumbar Jadi Pusat Wakaf Indonesia

Eri Mardinal • Jumat, 14 November 2025 | 07:56 WIB

Rifka Abadi, Pemimpin Bagian Dana dan Operasional Divisi Usaha Syariah.
Rifka Abadi, Pemimpin Bagian Dana dan Operasional Divisi Usaha Syariah.
Oleh: Rifka Abadi, Deputi Direktur Keuangan Sosial Syariah/Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sumbar

PADEK.JAWAPOS.COM—Pekan ini Sumbar melaksanakan iven besar filantropi berupa pertemuan pegiat wakaf di seluruh dunia, pada 15-16/11 di Hotel Truntum Kota Padang. Lewat iven ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran soal peran wakaf dalam pembangunan berkelanjutan, membangun jejaring kerja sama regional dan global dalam pengelolaan wakaf. Lalu, menyusun beberapa program pengembangan wakaf produktif yang sesuai diterapkan di Sumbar.

Kegiatan ini juga menjadi momen untuk mendapatkan masukan dari para tokoh dan praktisi wakaf nasional maupun internasional. Secara tradisi dan budaya, Sumbar daerah yang memiliki falsafah dan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Wakaf juga sudah menjadi kegiatan yang dipraktikkan, walaupun bukan dengan penamaan yang sama. Sehingga secara implementasi, ranah Minang sudah melakukan gerakan filantropi ini. Instrument ekonomi Islam ini diharapkan bisa menjadi potensi besar dalam mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan. Sekaligus, mengambil peran aktif dalam pengentasan kemiskinan.

Dari konteks inilah, Pemprov Sumbar menggandeng praktisi dan pegiat wakaf seluruh dunia untuk ikut membersamai proses pembahasan, serta penyusunan beberapa rekomendasi dan model penerapan wakaf sesuai karakteristik Indonesia. Dalam konteks sustainable development, wakaf sumber pendanaan sosial yang tidak terputus. Selain bernilai ibadah, wakaf juga menjadi alat pembangunan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.

Berdasarkan SDGs (sutainaible development goals) ditetapkan PBB dan sudah menjadi acuan banyak negara sebagai kerangka utama pembangunan termasuk Indonesia, SDGs memiliki banyak nilai sejalan dengan prinsip Islam, antaranya keadilan sosial (al-‘adl), kesejahteraan bersama (al-falah), kepedulian lingkungan, berbagi rezeki (ziswaf). Makanya, instrumen ekonomi syariah berupa wakaf dan zakat sangat relevan untuk mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Khususnya, konteks pengentasan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan, pertumbuhan ekonomi danketahanan lingkungan. Di Sumbar pembangunan berkelanjutan bukan hanya menjadi agenda pemerintah, tapi gerakan moral dan spiritual. Terutama, ketika dikaitkan dengan wakaf, zakat dan ekonomi syariah sebagai solusi sustainable development berkeadilan. Dalam agendanya, terdapat beberapa rangkaian kegiatan mulai konferensi, pelatihan dan sertifikasi nazhir, pameran produk wakaf, waqf and investments gathering, waqf goes to school/campus dan silaturahmi nasional ulama dan pengasuh pesantren.

Kegiatan ini menjadi diplomasi wakaf global yang dilaksanakan di Sumbar. Tentunya, lewat beberapa kolaborasi dan kerja sama terbangun, bisa menghasilkan kontribusi konkret bagi terciptanya model bisnis wakaf produktif dan penyiapan peta jalan pengembangan gerakan wakaf yang sudah dijalankan. Dari Sumbar untuk wakaf dunia menjadi sebuah gagasan strategis dan spiritual untuk menjadikan Ranah Minang pusat wakaf Indonesia. Sekaligus, menjadikan Indonesia pusat gerakan wakaf global. Diharapkan, lahir kawasan wakaf dunia di Sumbar sebagai pusat integrasi keuangan sosial syariah di Indonesia. (*)

Editor : Eri Mardinal
#Sumbar pusat wakaf #International Waqf Conference #ekonomi syariah #Wakaf produktif