Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dampak Deforestasi dan Pentingnya Mengembalikan Ekosistem Awal

Hendra Efison • Kamis, 25 Desember 2025 | 14:46 WIB

Muhammad Efin Irza Khamas
Muhammad Efin Irza Khamas
Oleh: Muhammad Efin Irza Khamas, Mahasiswa Universitas Dharma Indonesia

Deforestasi adalah kegiatan mengalih fungsikan hutan dengan cara menebang pohon hutan tersebut dengan maksud tujuan untuk pertanian, perkebunan, peternakan atau pemukiman baru.

Deforestasi bukan hanya melakukan penebangan pohon, tetapi juga merubah fungsi ekologis hutan secara menyeluruh, sehingga hutan tersebut tidak lagi dapat  dikatakan sebagai sebagai hujatan secara biologis maupun fungsional.

FAO (food and agriculture organization) menegaskan deforestasi bukan melakukan pengundulan hutan untuk sementara, tetapi permanen. Deforestasi sering terjadi dikarenakan penebangan illegal, kebakaran hutan baik secara alami maupun disengaja, yang sering dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, atau industri.

Dampaknya hutan menjadi kehilangan keanekaragam hayati, baik itu flora atau fauna. Tidak hanya itu, deforestasi menjadi penyebab kekeringan tanah, perubahan iklim dan pemanasan global.

Tidak hanya itu, deforestasi juga memiliki dampak terhadap sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak masyarakat adat yang tinggal di desa atau pelosok yang kehidupannya tergantung pada hasil hutan, untuk pangan, obat obatan, dan mata pencahariannya.

Deforestasi tidak hanya membuat masyarakat adat kehilangan ekonomi, tetapi juga tempat tinggal. Mereka dipaksa untuk pindah dari kawasan lahan milik mereka di klaim untuk industri.

Contohnya di Pulau Kalimantan dan Pulau papua, banyak masyarakat adat yang terpaksa untuk pindah dikarenakan kawasan tersebut dialihfungsikan untuk perkebunan atau menjadi tambang.

Deforestasi dan degradasi sering terdengar serupa, namun keduanya  memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Deforestasi berarti hilangnya hutan secara total dan permanen. Biasanya disebabkan oleh karena alih fungsi hutan ke pertanian, pertambangan, dan pemukiman.

Sedangkan degradasi adalah hilangnya hutan dikarenakan penebangan liar, kebakaran hutan,perambahan. Namun masih  memiliki fungsi ekologis, hanya saja kualitasnya menurun akibat aktivitas aktivitas tersebut.

Dalam hal ini degradasi masih menyisakan vegetasi sehingga hutan dapat pulih secara alami, Hanya saja hutan tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsi ekologisnya. Yang artinya deforestasi menghilangkan hutan secara total, tetapi degradasi masih menyisakan separuhnya.

Saat ini deforestasi bukan hanya permasalahan lokal, namun juga menjadi isu permasalahan global.

Di Indonesia, banyak hutan yang mengalami deforestasi, contohnya hutan tropis, di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua yang mengalami deforestasi secara besar besaran. Hal ini disebabkan oleh ekspansi kelapa sawit, pembalakan liar, dan kebakaran hutan.

Tidak hanya itu, hutan amazon (Amerika Selatan) dan beberapa hutan di Afrika seperti hutan kongo, juga mengalami deforestasi secara besar besaran. Karena konflik sosial, pembukaan lahan untuk peternakan dan pertanian, pertambangan.

Hal ini sangat krusial bagi iklim global, dan keaneka ragaman hayati. Sehingga kehilangan hutan menjadi ancaman serius bagi keseimbangan ekosistem dunia.

Menjaga ekosistem dan mengembalikan ekosistem awal sangat lah penting demi keberlansungan kehidupan mahluk hidup. Oleh karena itu, Untuk mencegah ini diperlukan beberapa upaya untuk mencegah dan menghentikan deforestasi, yang saat ini menjadi ancaman global.

Pertama, melakukan reboisasi dan rehabilitasi lahan. Penanaman ulang pohon perlu dilakukan agar hutan dapat kembali dan fungsi ekologisnya. Program ini dapat berjalan tergantung dari jenis pohon yang dipilih secara dan melibatkan masyarakat lokal untuk melakukan pengelolaan jangka panjang.

Kedua, menegakkan aturan dan memperkuat hukum. Hal ini dilakukan agar tidak lagi ada terjadinya pembalakan liar, dan pelaku pembalakan menerima hukuman jera atas perbuatannya. Dengan upaya ini hal hal tersebut dapat dihentikan.

Ketiga, pengelolaan hutan secara berkala. Alih-alih melarang semua aktivitas hutan , melakukan pengelolaan hutan secara berkala adalah solusi untuk jangka panjang. Cara ini mampu membuat hutan dapat tetap dapat dimanfaatkan tanpa harus melukan kerusakan terhadap hutan.

Keempat, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan. Melalui melakukan kegiatan ini, masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya hutan untuk keberlansungan hidup. Serta masyarakat teredukasi tentang efek dan dampak yang akan dialami jika terjadi deforestasi.

Deforestasi bukan hanya sekadar penebangan pohon, tetapi sebuah krisis lingkungan yang berdampak luas pada iklim, keanekaragaman hayati, dan keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

Seperti yang saat ini terlihat, terjadinya beberapa bencana di Provinsi Sumatra Utara, aceh, dan Sumatra Barat. Di antaranya banjir dan longsor, yang disebabkan oleh penebangan hutan. Sebelumnya hutan tersebut memiliki fungsi dalam menyerap air dan membantu penyerapan air ke dalam tanah.

Akibatnya tanah tidak stabil dan tidak kehilangan penopang, sehingga terjadinya longsor. Pohon yang ditebang juga merupakan tempat tinggal berbagai keanekaragaman hayati, seperti burung, ular, dan beberapa satwa liar lainnya. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk menjaga lingkungan dan mengembalikan ekosistem ke semua awal.(***)

Editor : Hendra Efison
#dampak deforestasi #reboisasi dan rehabilitasi #Ekosistem Hutan #deforestasi hutan