Nissan Motor, perusahaan otomotif asal Jepang, mengumumkan bahwa sekitar 6% dari total 17.000 karyawan di Amerika Serikat telah menerima paket pensiun dini.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar untuk memangkas 9.000 pekerja di seluruh dunia yang diumumkan awal November.
Sebanyak 1.000 karyawan Nissan di AS diperkirakan akan meninggalkan perusahaan sebelum akhir tahun 2024.
Kebijakan ini diambil setelah Nissan memotong proyeksi keuntungan tahunan hingga 70% akibat merosotnya penjualan di pasar utama, seperti Tiongkok dan Amerika Utara.
Selain itu, perusahaan juga berencana mengurangi kapasitas produksi global sebesar 20% untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang lesu.
Kurangi Jam Kerja 10.000 Karyawan
Di Jerman, pemasok suku cadang otomotif terbesar dunia, Robert Bosch, mengumumkan pengurangan jam kerja dan gaji bagi sekitar 10.000 karyawan.
Langkah ini melampaui pemangkasan 5.550 pekerjaan yang sebelumnya telah diumumkan.
Menurut juru bicara Bosch, kebijakan ini akan mengurangi jam kerja karyawan yang semula 38 hingga 40 jam per minggu menjadi 35 jam.
Pengurangan ini diterapkan di berbagai lokasi di Jerman sebagai respons atas melemahnya permintaan serta meningkatnya persaingan dari produsen Tiongkok yang menawarkan produk dengan harga lebih terjangkau.
Tekanan terhadap industri otomotif Jerman tidak hanya dirasakan oleh Bosch.
Volkswagen dan Mercedes-Benz juga menghadapi tantangan besar.
Volkswagen saat ini tengah berselisih dengan pekerjanya terkait rencana penutupan pabrik di Jerman, sementara Mercedes-Benz berkomitmen melakukan penghematan biaya yang lebih ketat demi menjaga keberlanjutan bisnis.(*)
Editor : Heri Sugiarto