Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Teman Makan Teman

Novitri Selvia • Jumat, 28 April 2023 | 12:22 WIB
Ilustrasi.(Reza/Padek)
Ilustrasi.(Reza/Padek)
Tak ada yang menjamin hubungan yang telah dijalin beberapa tahun bisa berakhir dengan bahagia. Salah satu contohnya dialami oleh Bagio (bukan nama sebenarnya). Bahkan kebahagiaan tersebut direnggut oleh temannya sendiri. Seperti apa ceritanya?

Teman makan teman, pagar makan tanaman, bagai menggunting dalam lipatan, mungkin itulah beberapa pribahasa yang menggambarkan kehidupan yang dialami oleh Bagio. Hubungan percintaannya dengan Nani (bukan nama sebenarnya) yang telah sampai pada jenjang pertunangan, harus berakhir gara-gara teman sendiri.

Cerita itu berawal dari pertemuan antara Bagio, Nani, dan Sapto (bukan nama sebenarnya) 2 bulan yang lalu. Sapto adalah kawan dekat dari Bagio duduk di bangku SMA. Bahkan bisa dikatakan hubungan antara Bagio dan Sapto dari seorang sahabat , seperti saudara sendiri.

Awalnya Bagio memperkenalkan Nani kepada Sapto. Perkenalan tersebut sama seperti perkenalan orang baru biasanya. Nani yang orangnya mudah bergaul, bisa cepat beradaptasi dengan Sapto yang orangnya juga blak-blakan.

Pada waktu itu Sapto masih sendiri atau single. Sedangkan Nani sudah punya ikatan pertunangan dengan Bagio, dan akan segera menikah dua bulan mendatang. Bagio sendiri sudah tidak sabar bersanding di pelaminan bersama kekasih hatinya tersebut.

Suatu hari, Bagio dan Nani ke butik untuk mencoba busana pernikahan yang telah dipesan sebelumnya. Ketika Nani sedang berada di ruang ganti, tak sengaja handphone-nya diletakkan di kursi tunggu. Tanpa sepengatahuan Nani, handphone miliknya berbunyi tanda pesan WhatsApp masuk.

Karena penasaran, Bagio kemudian melihat siapa yang mengirim pesan kepada tunangannya tersebut. Nama kontak yang dibaca adalah “Backstreet”. Namun, setelah dilihat siapa foto profilnya, Bagio terkejut. Foto yang terpasang pada kontak tersebut adalah foto Sapto.

Bagio pun mencoba membaca pesan yang dikirimkan Sapto kepada Nani. Setelah beberapa kali dibaca, Bagio terkejut dengan beberapa pesan yang menggunakan kata-kata romantis.
Melihat Nani keluar dari kamar ganti, Bagio lalu dengan cepat menangkap layar pesan percakapan antara Nani dan Sapto sebagai barang bukti.

Ketika Nani menghampiri Bagio, ia langsung memasang wajah yang biasa-biasa saja seperti tidak ada apapun yang terjadi. Setelah keluar dari butik tersebut, Bagio dan Nani kemudian langsung pulang ke rumah Nani.

Sepanjang perjalanan, Bagio berusahan untuk menanyakan kepada Nani perihal chat dirinya dengan Sapto. Merasa punya kesempatan, akhirnya Bagio memberanikan diri untuk bertanya kepada Nani.

Bagio menanyakan kenapa Nani kenapa dirinya dan Sapto saling membalas pesan dengan kata-kata romantis. “Maksud kamu nanya seperti itu apa? Kok kamu bisa berkata begitu? Memangnya ada hubungan apa aku sama Sapto sampai kamu bicara seperti itu?” tanya Nani.

Bagio tak menyangka orang yang sudah dicintainya sejak beberapa tahun lalu bisa berbohong kepadanya. Tanpa menunggu waktu, kemudian Bagio memperlihatkan bukti tangkapan layar percakapan tersebut kepada Nani.

Nani tiba-tiba terkejut melihat apa yang ditunjukkan kepadanya. Seperti tidak bisa menggelak lagi, Nani hanya bisa diam terpaku dan tak mampu untuk menjawab serbuan pertanyaan dari Bagio.

Melihat ekspresi dari Nani tersebut, Bagio tak bisa lagi membendung amarahnya. Ia tidak menyangka selama ini tunangan dan sahabat baiknya tega bermain api di belakangnya.
“Jadi kamu anggap apa aku ini? Kita sudah bertunangan dan akan menikah satu bulan lagi, namun kamu tega bermain di belakang. Dengan sahabat baik ku lagi,” cecar Bagio.

Setelah dicecar pertanyaan dari Bagio, akhirnya Nani mengakui bahwasanya selama dua bulan terakhir ia telah selingkuh dengan Sapto. Bahkan Nani mengaku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan lebih serius lagi dengan Bagio.

Mendengar hal tersebut, Bagio merasa harga dirinya telah diinjak-injak. Tanpa pikir panjang, setelah sampai di rumah Nani, ia langsung turun dan masuk ke dalam rumah untuk menemui orangtua Nani.

Dengan berat hati, Bagio mengatakan ia memutuskan hubungan dengan Nani karena Nani ketahuan selingkuh dengan sahabatnya. Setelah itu, dengan dipenuhi kesedihan, Bagio pergi dari rumah Nani dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi ke sana selamanya. (Adetio Purtama) Editor : Novitri Selvia
#adetio purtama #teman makan teman