Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tertipu Janda Beranak Dua

Novitri Selvia • Rabu, 6 Desember 2023 | 11:40 WIB
Ilustrasi.(Reza/Padek)
Ilustrasi.(Reza/Padek)
Kejujuran adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat dan langgeng. Namun apa jadinya jika hubungan dimulai dengan ketidakjujuran? Seperti kisah yang dialami Anton (bukan nama sebenarnya). Ia gagal menikah karena pasangannya ternyata janda beranak dua. Seperti apa ceritanya?

Anton adalah seorang pemuda sederhana dan baik hati. Ia sudah lama menjomblo dan ingin segera menikah. Suatu hari, Anton berkenalan dengan seorang wanita bernama Riri (bukan nama sebenarnya). Ia berkenalan lewat media sosial Facebook.

Di Facebook, Riri kerap membagikan aktivitasnya sebagai pengusaha muda dan aktivis sosial. Tak hanya muda dan cantik, Riri juga wanita yang baik hati dan ramah. Anton dan Riri kerap berkomunikasi lewat Facebook. Komunikasi itu berlanjut melalui telepon dan WhatsApp. Setelah beberapa bulan berkenalan, Anton dan Riri mulai berpacaran. Ternyata mereka berasal dari kota yang sama.

Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan saling mengenal. Anton semakin yakin kalau Riri adalah wanita yang tepat untuknya. Anton merasa Riri adalah wanita yang sempurna untuknya. Begitu juga Riri. Ia melihat Anton adalah pemuda yang baik hati dan bertanggung jawab.

Satu tahun berpacaran, Anton memutuskan untuk melamar Riri. Tapi Riri belum siap. Ia meminta waktu untuk berpikir. Anton kecewa. Riri menolak lamarannya. Karena cinta, Anton tetap sabar menunggu.

Waktu terus berjalan. Sudah enam bulan berlalu. Anton kembali bertanya. Lagi-lagi, Riri belum siap. Jawabannya masih sama. Minta waktu untuk berpikir.

“Ri, kita sudah satu tahun berpacaran. Saya ingin menikahimu, tapi kenapa belum siap? Apakah kamu tidak ingin menikah dengan aku,” tanya Anton kepada Riri lewat pesan WhatsApp.

“Bukannya aku tidak ingin menikah. Tapi aku minta waktu dulu. Berpikir. Untuk saat ini aku belum siap menikah,” jawab Riri.

Sejak lamaran itu, Anton memang merasakan ada yang aneh dengan Riri. Riri kerap gugup ketika bersama Anton. Puncaknya ketika Anton dan Riri berjalan di sebuah mal. Tiba-tiba seorang anak berseragam SMP menyapa Riri. Anak itu menyebut “Mama”

Anton terkejut. Riri diam membisu. Ia tak menyangka bakal bertemu dengan anaknya. “Mama ke mal juga ya? Om ini siapa ma? Tanya anak itu kepada Riri.

“Iya, mama mau cari kosmetik. Ini om Anton, teman mama. Mama jalan dulu ya. Hati-hati, cepat pulang ke rumah,” balas Riri.

Riri lalu berjalan meninggalkan anaknya. Anton mengikuti dari belakang. Anton berusaha menghentikan langkah Riri. Untuk menanyakan siapa anak itu. Riri diam membisu. Ia terus berjalan dan tak menghiraukan Anton.

Anton semakin penasaran. Ia pun mencari tahu tentang kehidupan Riri. Hingga akhirnya mengetahui jika Riri seorang janda beranak dua. Riri akhirnya mengaku. Jika sudah memiliki anak dua orang. Ia bercerai dengan suaminya satu tahun yang lalu. Ia sengaja tidak menceritakan karena takut Anton akan menolaknya.

Bak disambar petir di siang bolong. Anton sedih, marah dan terpukul. Ia merasa telah ditipu. Ia kecewa. Wanita yang sangat dicintainya tak jujur tentang masa lalunya. Anton pun memutuskan untuk membatalkan lamarannya.

Mendengar itu, Riri sangat kecewa dengan keputusan Anton. Dia berusaha membujuk Anton. Dan siap untuk memulai hidup baru. Tapi, Anton terlanjur kecewa. Ia tetap pada pendiriannya. Tak berniat lagi menikahi Riri.

Anton dan Riri akhirnya berpisah. Anton memutuskan pergi merantau ke kota besar. Ia ingin melupakan semua kenangan tentang Riri dan memulai hidup baru. (Eri Mardinal) Editor : Novitri Selvia
#Eri Mardinal #Padang Punya Cerita #Janda Beranak Dua #tertipu