Rangga sudah tiga tahun bekerja sebagai driver ojek online. Pekerjaan ini dilakoninya dengan sepenuh hati. Ia begitu mencintai pekerjaannya. Dari pekerjaan sebagai driver ojek online ini, dia bisa menghidupi dirinya.
Rangga merupakan anak tunggal. Orangtuanya sudah lama meninggal dunia. Ketika itu, dia masih duduk di bangku kelas 6 SD. Dia kemudian dirawat oleh saudara orangtuanya.
Rangga tumbuh menjadi anak yang baik hati dan pekerja keras. Ia selalu berusaha untuk membahagiakan orang-orang yang disayanginya.
Suatu hari, Rangga mendapatkan orderan dari seorang wanita muda bernama Sarah (bukan nama sebenarnya). Sarah adalah seorang karyawati di sebuah perusahaan swasta. Ia memesan ojek online untuk pergi ke kantor.
Rangga pun datang dengan sepeda motor kesayangannya. Di perjalanan, Rangga dan Sarah terlibat pembicaraan. Dalam obrolan itu, Rangga menceritakan tentang kehidupannya sebagai seorang driver ojek online.
Rangga bercerita bahwa dia berasal dari keluarga sederhana dan harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup. Sarah yang mendengar cerita Rangga merasa iba. Dia pun menawarkan kepada Rangga untuk menjadi ojek langganan.
“Bang, mau ga jadi ojek langganan aku? Antar jemput aku setiap hari. Nanti aku bayar bulanan. Kalau berminat, silakan hubungi aku,” ucap Sarah sambil menyerahkan kartu namanya kepada Rangga.
Tanpa pikir panjang, Rangga menerima tawaran itu. “Terima kasih, telah memberikan pekerjaan kepadaku,” ucap Rangga singkat.
Rangga sangat bersyukur. Dia kini punya penghasilan bulanan yang tetap. Dia pun bisa fokus menekuni hobinya, membuat donat. Rangga memiliki keterampilan membuat donat dan aneka makanan kuliner lainnya.
Maklum saja, dia tamatan SMK. Jurusannya tata boga. Dulu, dia pernah menjual donat. Cukup laris. Tapi karena kesibukan ngojek, dia tak punya waktu lagi untuk membuat donat.
Rangga memulai pekerjaan barunya. Dengan pekerjaan itu, ia sering bertemu Sarah. Ia merasa mulai jatuh hati padanya. Perlahan-lahan, hubungan keduanya pun semakin dekat.
Rangga mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya. Sehabis mengantar pulang Sarah, ia menyampaikan perasaannya.
Keduanya lalu terlibat pembicaraan. Hampir satu jam mereka berbicara. Singkat cerita, keduanya saling menyukai dan mulai menjalin hubungan yang lebih serius.
Hubungan Rangga dan Sarah yang semakin dekat diketahui oleh keluarga Sarah. Keluarga Sarah yang berasal dari keluarga berada tidak setuju dengan hubungan tersebut.
Mereka menganggap Rangga tidak cocok untuk anaknya. Mereka juga khawatir Rangga tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Sarah. Rangga mengetahui tentang ketidaksetujuan keluarga Sarah.
Ia pun berusaha untuk meyakinkan mereka. Rangga bercerita tentang cita-citanya untuk menjadi pengusaha sukses di bidang kuliner. Rangga juga menunjukkan keseriusannya dengan bekerja lebih keras memasarkan donat buatannya.
Ia juga mulai belajar tentang bisnis agar bisa mewujudkan cita-citanya. Setelah beberapa bulan, usaha donat Rangga berkembang. Usahanya laris manis.
Bahkan ia harus merekrut orang untuk membantunya memproduksi donat. Dari awalnya satu orang, bertambah menjadi 10 orang. Dari awalnya rumahan, kini ia sudah memiliki tiga outlet.
Keluarga Sarah akhirnya luluh. Mereka melihat Rangga adalah orang yang baik, pekerja keras dan serius dalam menjalani hubungannya dengan anaknya. Orangtua Sarah menyetujui hubungan anaknya.
Tak lama setelah itu, Rangga dan Sarah resmi menikah. Pernikahan mereka digelar dengan sederhana, namun penuh dengan kebahagiaan. Satu setengah tahun kemudian, mereka dikarunia seorang putri yang cantik. Diberi nama Sasha (bukan nama sebenarnya. (Eri Mardinal) Editor : Novitri Selvia