Jauh dari pasangan tentunya sudah menjadi tantangan atau takdir yang harus dijalani seseorang. Apalagi jauhnya pasangan tersebut juga bukan diminta, namun tak lain juga adalah untuk kebahagiaan suatu keluarga. Dengan harapan bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga.
Inilah yang dirasakan Warni. Bahkan hanya dengan bermodalkan kepercayaan, tepat hari ini sudah memasuki tahun ketiga dia menjalani hubungan jarak jauh dengan Warna (nama samaran).
Warni sendiri merupakan seorang ASN, sedangkan Warna adalah seorang pekerja di salah satu perusahaan besar di kancah nasional. Dari pernikahan sekitar 12 tahun itu, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang kini duduk di bangku kelas VI di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Padang.
Sebagai seorang pekerja, Warna tentunya tidak memiliki waktu yang cukup untuk bertemu dengan keluarga mereka. Kadang mereka hanya bisa bertemu sekali tiga bulan. Kadang juga bisa lebih dari itu. Karena ini sangat bergantung pada kesempatan yang diberikan oleh perusahaannya.
Bertemu dengan sang suami, tentunya menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh Warni. Tak jarang mereka hanya bisa saling melepaskan rindu melalui dunia maya. Dan mereka berdua saling berharap agar keluarga mereka tetap diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa. Dan suami tercinta tetap berpegang teguh pada rasa saling mempercayai satu sama lain.
Bicara soal hubungan jarak jauh, mereka juga tidak memungkiri jika ada perasaan khawatir antara satu dengan yang lainnya. Bahkan pernah suatu ketika, Warni mencurigai Warna memiliki hubungan dengan wanita lain di luar sana.
Kecurigaan itu berawal saat Warna tidak mengangkat telepon gengamnya selama sepekan. Ini tentunya menjadi tanda tanya besar di hati Warni. Bahkan dari kejadian itu, Warni sempat berniat untuk mengunjungi tempat suaminya bekerja. Ini untuk memastikan kondisi apa sebenarnya yang terjadi.
Namun Warni mencoba untuk bersabar dan menunggu hingga sepekan. Sembari tetap berpikiran positif dan menyerahkannya kepada Yang Maha Kuasa. Karena, dia berpikiran kalau sudah kehendak tuhan, tidak tak ada satu pun zat yang mampu untuk menolaknya.
Dan akhirnya, sepekan kemudian, tiba-tiba ponsel Warni berdering. Di layar depan, tertulis nama suami tercintanya. Bergegas dia angkat handphone tersebut. Warni belum berkata banyak saat pertama kali mendengar percakapan di balik speaker ponsel miliknya.
Tapi, Warna sudah minta maaf duluan karena tidak menghubungi selama sepekan. Ini terjadi bukan disengaja, melainkan, karena Warna sedang menjemput peralatan perusahaannya di daerah yang memang tidak memiliki sinyal.
Mendengar jawaban dari Warna, Warni belum bisa menyimpulkan apa sebenarnya yang terjadi saat itu. Walau demikian, dia tetap berupaya untuk meyakinkan dirinya bahwa suaminya masih menyayanginya hingga saat ini.
Apalagi Warna juga sudah berjanji tidak akan meninggalkan Warni apapun keadaannya. Karena dalam hatinya yang ada hanya satu yakni keluarga mereka. Dan berupaya untuk menjadi yang terbaik untuk keluarga mereka. Apalagi dia juga sudah dititipkan seorang anak oleh sang Illahi.
Jika kita melihat kondisi tersebut, tentunya tidak semua orang bisa menjalaninya. Tapi itulah kenyataan yang mereka hadapi. Dan hingga kini, hubungan mereka berdua tetap masih aman saja, berkat modal saling percaya satu sama lain. (zul)
Editor : Adetio Purtama