Bayu bersama teman-temannya yang bergabung di dalam organisasi mahasiswa sedang sibuk menggelar kegiatan pengenalan kampus kepada mahasiswa baru. Di saat mahasiswa lain sibuk dengan tugasnya masing-masing namun Bayu malah sibuk dengan tebar pesona di hadapan mahasiswi baru. Ada-ada saja tingkah yang diperbuatnya untuk menarik perhatian para mahasiswi.
Dia merasa dengan tubuh yang tinggi semampai, badan yang atletis, dan kulit yang putih, semua orang khususnya perempuan akan suka kepadanya. Tetapi pada kenyataannya sebagian besar dari mahasiswi termasuk teman-temannya di kelas sangat muak dan jijik dengan sifat sok kegantengan dari Bayu. Namun mereka tidak mau memperlihatkan langsung sehingga membuat Bayu merasa di atas angin.
Diantara mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan pengenalan kampus, ternyata ada satu orang mahasiswi yang menjadi pusat perhatian para senior terkhususnya laki-laki. Mahasiswi baru yang diketahui bernama Mawar (nama samaran) itu memiliki paras yang cantik, kulit yang sawo matang, dan terlihat sangat anggun ketika memakai hijab yang selaras dengan pakaiannya.
Usut punya usut ternyata mawar berada pada jurusan yang sama dengan Bayu yaitu jurusan Ilmu Administrasi Negara. Secara tidak langsung mawar menjadi junior bagi Bayu di kampus. Kondisi itu membuat Bayu merasa memiliki hak dan kewajiban untuk mendampingi dan mengayomi Mawar selama mengikuti pengenalan kampus. Bahkan dengan gaya sok gagah dia melarang mahasiswa lain untuk mendekati Mawar.
Salah seorang teman dekatnya Budi (nama samaran) meminta kepada Bayu untuk segera menghentikan sifat konyolnya yang selalu berusaha menarik perhatian mahasiswi baru terutama Mawar. Budi takut dengan hal-hal yang dilakukan oleh Bayu membuat citra dan marwah dari para senior turun di mata mahasiswa baru. Tetapi itu semua sudah bisa ditebak. Bayu tidak sama sekali mendengarkan perkataan temannya itu.
Setelah kegiatan pengenalan kampus selesai Bayu kemudian berusaha untuk mendekati Mawar dan meminta nomor WhatsApp-nya. Namun karena merasa tidak mengenal Bayu secara jauh dan tidak merasa ada kepentingan untuk memberikan nomor WhatsApp-nya mawar dengan halus tidak memberikan nomornya kepada Bayu. Hal itu membuat Bayu sedikit kecewa.
Ternyata apa yang dialami oleh Bayu dilihat teman-temannya. Kondisi itu membuat teman-temannya berinisiatif untuk memanas-manasi Bayu. Mereka mengatakan bahwa selama ini tidak ada mahasiswi yang menolak perkataan Bayu. Namun tiba-tiba saja ada seorang mahasiswi baru yang secara terang-terangan menolak pendekatan yang dilakukan oleh Bayu.
Usaha teman-temannya itu berhasil. Bayu merasa tertantang untuk bisa mendapatkan hati Mawar. Dia pun mengatakan kepada teman-temannya bahwa dalam waktu dekat Mawar akan menjadi pacarnya. Teman sekelasnya itu hanya bisa tertawa kecil dan menunggu apakah yang dikatakan oleh Bayu itu akan menjadi kenyataan. Mereka pun berharap Bayu akan ditolak sehingga bahan ejekan akan bertambah.
Singkat cerita Bayu berulang kali mencoba untuk mendekati Mawar. Dengan memakai pakaian trend masa kini dan merasa paling ganteng se-kampus membuat Bayu memiliki kepercayaan tinggi untuk bisa mendekati Mawar. Karena seringnya Bayu mendekati pada akhirnya, Mawar mau perkenalan dengan seniornya itu dan berbicara beberapa kesempatan.
Hal itu membuat Bayu merasa Mawar sudah mulai luluh dan jatuh cinta kepadanya. Apalagi saat Mawar butuh bantuan untuk mencari buku panduan belajar di perpustakaan, dan Bayu menolongnya, mawar mengucapkan terima kasih dengan sangat tulus dan manis sembari memberikan senyuman kepada Bayu. Senyuman itu membuat Bayu merasa misinya untuk mendapatkan mawar berhasil.
Melihat adanya sinyal positif dari usahanya mendekati Mawar, dengan penuh percaya diri Bayu mengatakan kepada teman laki-lakinya bahwa dalam waktu dekat Mawar dan Bayu akan resmi berpacaran. Bahkan Bayu mengatakan kepada teman sekelasnya bahwa besok dia akan secara langsung mengungkapkan perasaan cintanya kepada Mawar di kampus.
Teman-teman Bayu kemudian merasa momen itu akan menjadi momen paling lucu yang nantinya bisa menjadi bahan ejekan kepada Bayu. Mereka serentak mengatakan kepada Bayu bahwasanya akan melihat langsung proses pengungkapan cinta kepada Mawar. Bahkan Rio, ketua kelas, dengan suara lantang mengatakan kepada Bayu bahwa dia akan mentraktirnya jika mawar berhasil menjadi pacarnya.
Hari yang dinanti pun tiba. Bayu sudah bersiap-siap di depan kelas Mawar. Dia sudah siap mengungkapkan perasaannya dengan seikat bunga di tangannya. Sontak apa yang dilakukan oleh Bayu menarik perhatian banyak mahasiswa yang langsung berkumpul di depan kelas para mahasiswa baru. Mawar yang tidak tahu apa yang terjadi kemudian keluar kelas untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.
Saat dia keluar dari dalam kelas, Mawar langsung melihat Bayu yang berdiri dengan seikat bunga di tangannya. Tak sampai di situ Mawar juga melihat mahasiswa lain yang berkumpul di luar kelasnya sembari memegang handphone masing-masing untuk mengabadikan momen yang akan terjadi. Mahasiswi itu pun menjadi bingung tentang apa yang terjadi sebenarnya di depan kelas.
Kebingungan Mawar buyar ketika tiba-tiba dia mendengar Bayu mengungkapkan perasaan cinta kepadanya sembari menyodorkan seikat bunga. Sorakan orang-orang yang berada di sekitar semakin menjadi-jadi. Kondisi itu membuat Mawar menjadi salah tingkah dan tidak tahu akan berbuat apa. Jauh dari dalam hatinya dia tidak menginginkan hal ini terjadi.
Berulang kali Bayu mengungkapkan perasaannya kepada Mawar, namun Mawar hanya diam saja. Tapi ketika sudah sadar dan paham dengan apa yang terjadi akhirnya Mawar mulai untuk berbicara. Tanpa basa-basi dia langsung mengatakan bahwa tidak menerima perasaan cinta Bayu. Bahkan diperjelas Mawar tidak memiliki sedikitpun perasaan suka kepada Bayu. Saat ini dia fokus untuk belajar dan wisuda secepatnya.
Sontak hal itu membuat hening seluruh orang yang berada di depan kelas Mawar. Wajah penuh percaya diri yang sebelumnya ditampilkan oleh Bayu tiba-tiba berubah menjadi sendu. Perasaan patah hati dan malu bercampur aduk di dalam hatinya. Apalagi setelah keheningan sorakkan dari para mahasiswa lain yang menertawakan Bayu semakin menjadi-jadi.
Sifat percaya diri yang terlalu tinggi jika semua mahasiswi suka padanya akhirnya terpatahkan. Dengan langkah yang lunglai Bayu kemudian meninggalkan Mawar dan langsung menuju ke kelasnya. Semua orang yang menyapanya tidak diacuhkan oleh Bayu. Bahkan kondisi itu berlangsung hampir satu bulan lamanya. Laki-laki itu merasa semua kepercayaan diri yang dia bangun selama ini hancur karena ditolak oleh junior. (adt)
Editor : Adetio Purtama