Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bikin Malu di Rumah Hantu

Adetio Purtama • Senin, 1 Juli 2024 | 06:00 WIB

(REZA FEBRINO)
(REZA FEBRINO)
PADEK.JAWAPOS.COM—Berkunjung ke pasar malam mungkin takkan pernah lagi dilakukan oleh Surya (nama samaran). Bagaimana tidak akibat bermain di pasar malam dan masuk di salah satu wahana yakni Rumah Hantu, membuat dirinya tidak akan pernah melupakan kejadian memalukan di dalam hidupnya. Apalagi hal itu terjadi di depan mata sang gebetan. Seperti apa ceritanya?

Akhirnya Surya bisa bernapas lega. Libur semester yang telah lama ditunggu akhirnya tiba. Semua mata kuliah dan tugas yang telah dihadapi selama berbulan-bulan pada akhirnya selesai. Meskipun tidak meraih nilai yang tinggi, namun Surya tetap bersyukur bisa menyelesaikan semua mata kuliah di semester tersebut.

Hari pertama libur semester dimanfaatkan oleh Surya untuk tidur-tiduran di rumahnya. Dia ingin mengistirahatkan semua organ tubuh miliknya agar bisa segar kembali melakukan aktivitas. Baru saja dia ingin merebahkan badan di atas kasur, tiba-tiba handphone-nya berdiri karena ada panggilan WhatsApp masuk.

Ternyata panggilan itu dari Rahman (nama samaran) teman sekelasnya di kampus. Rahman meminta Surya untuk melihat chat masuk di grup WhatsApp kelas. Meskipun merasa terganggu akhirnya Surya melihat semua pesan yang masuk di grup tersebut. Ternyata isi dari semua pesan yang ada dalam grup adalah untuk mengajak bermain dan berkunjung ke pasar malam yang berada di pusat kota.

Dalam pembicaraan grup itu salah satu wahana yang menjadi favorit dari teman-temannya adalah Rumah Hantu. Dari beberapa unggahan di sosial media memperlihatkan bahwasanya rumah hantu di pasar malam itu sangat-sangat mengerikan dan cocok untuk melakukan tes adrenalin. Jadinya mereka sepakat untuk sama-sama mengunjungi Rumah Hantu itu.

Awalnya Surya tidak mau dan tidak setuju dengan ide teman-temannya itu. Dia mengatakan bahwasanya wahana Rumah Hantu sangat membosankan. Padahal kenyataannya adalah Surya orang yang penakut apalagi menyangkut dengan hal-hal mistis. Tapi karena Gengsi dengan teman-temannya dia berulang kali menulis di WhatsApp group bahwasanya dia orang yang pemberani.

Tetapi seberapapun Surya menolak ajakan ke wahana Rumah Hantu teman-temannya sudah sepakat untuk mengunjunginya. Dengan keputusan itu Surya berencana tidak akan ikut bergabung. Namun niatnya itu berubah seketika di saat Melani (nama samaran) yang merupakan gebetannya ikut untuk pergi melihat wahana Rumah Hantu.

Meskipun terpaksa Surya tidak mau nantinya Melani beranggapan kalau dia adalah orang yang penakut. Surya takut nantinya Melani akan merasa ilfil dan tidak mau didekati olehnya. Surya pun akan berusaha sekuat tenaga agar tidak takut ketika memasuki wahana Rumah Hantu.

Tak terasa momen yang ditunggu tiba. Meskipun awal-awalnya Surya tidak mau datang tapi dialah orang pertama yang tiba di wahana pasar malam. Tak begitu lama satu persatu temannya juga tiba di pasar malam tersebut termasuk orang yang ditunggu-tunggu yakni Melani. Pada malam itu Melani terlihat sangat cantik meskipun hanya menggunakan pakaian yang seadanya.

Setelah anggota cukup Surya dan teman-temannya langsung menuju ke loket tiket masuk wahana Rumah Hantu. Ternyata ketika mereka sampai di loket sudah banyak orang yang mengantre untuk masuk ke wahana Rumah Hantu. Setelah mereka membeli tiket masuk Surya dan teman-teman harus menunggu giliran untuk masuk ke wahana Rumah Hantu.

Apa sepengetahuan teman-temannya Surya sekeras mungkin berusaha agar tidak terlihat tegang dan takut. Surya sebisa mungkin bersikap biasa saja apalagi di hadapan Melani. Dia khawatir nantinya jika ketahuan penakut maka teman-teman satu kelas akan menertawakan dirinya.

Giliran surya dan teman-teman untuk masuk ke wahana Rumah Hantu datang. Di antara mereka Rahman lah orang yang paling berani untuk masuk duluan ke dalam Rumah Hantu tersebut. Baru masuk saja suasana di dalam sudah sangat mengerikan dan membuat bulu remang bergidik. Surya juga terlihat mulai takut dan gemetar. Beruntung suasana dalam rumah hantu begitu gelap karena hanya diterangi lampu remang-remang.

Saat mereka berjalan menelusuri lorong rumah tiba-tiba dikejutkan oleh penampakan kuntilanak yang seolah-olah melayang. Rahman yang berdiri di depan sedikit terkejut namun tidak takut. Tetapi sebagian lainnya menjerit termasuk Melani. Sementara Surya nyawanya hampir hilang karena penampakan kuntilanak tersebut. Beruntung tidak ada orang yang melihat ekspresi ketakutan dirinya.

Dengan beberapa kali penampakan Surya merasa tidak sanggup lagi untuk terus menelusuri wahana Rumah Hantu. Namun di sisi lain dia juga takut untuk keluar dari rumah hantu karena khawatir bertemu penampakan di perjalanan keluar. Namun niatnya untuk keluar batal karena tiba-tiba Melani melihat ke arah dirinya.

Puncak ketakutan pun terjadi ketika penampakan kepala terbang dan suster ngesot serentak menakuti mereka. Hal itu membuat Surya sampai menjerit dan langsung memeluk erat-erat badan temannya. Bahkan dia tidak memperdulikan lagi rasa ketakutannya akan dilihat oleh teman-teman terutama Melani.

”Penderitaan” Surya Akhirnya selesai ketika dia melihat pintu keluar wahana Rumah Hantu. Ialah orang pertama yang bergegas keluar dari dalam rumah yang mengerikan itu. Meskipun nafasnya tersengal-sengal namun Surya bisa bernafas lega karena sudah berhasil melalui setiap penampakan di rumah hantu itu.

Tetapi ”bencana” pun datang kepadanya. Saat pertama kali teman-temannya keluar dari wahana itu, hal pertama yang dilihat adalah celana Surya yang sudah basah oleh air yang diduga berasal dari kencingnya. Apalagi celana yang dipakai sangat kontras dengan noda basah itu sehingga semakin memperjelas dan menguatkan bahwasanya dia habis kencing di celana.

Gelak tawa teman-temannya pun pecah melihat kondisi itu termasuk Melani. Mereka tidak menyangka Surya bisa setakut itu sehingga kencing di celana. Sementara Surya tidak bisa berkata apa-apa karena sudah kepalang malu apalagi di hadapan gebetannya. Dia pun menyesal datang ke Wahana Rumah Hantu. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#rumah hantu