Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Salah Ambil Handphone Orang

Adetio Purtama • Kamis, 7 November 2024 | 06:30 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Lucu dan memalukan. Mungkin itu yang dirasakan oleh Dani (nama samaran) saat ini. Bagaimana tidak, niatnya ingin mengerjai Budi (nama samaran) teman baiknya, namun siapa sangka hal itu justru membuatnya mendapatkan kesialan karena hampir dituduh mencuri handphone orang lain. Seperti apa ceritanya?

Bekerja sebagai seorang karyawan di perusahan swasta, membuat Dani harus bekerja dari Senin hingga Jumat. Rutinitas kerja tersebut tentu membuat Dani hampir menghabiskan sebagian hidupnya untuk bekerja. Rasa jenuh perlahan mulai menyelimuti perasaaan Dani. Dia ingin istirahat sejenak dari kesibukan bekerja.

Bak gayung bersambut, keinginan Dani untuk melepas pikiran sejenak dari dunia pekerjaan bisa terealisasikan. Dia diperbolehkan untuk mengambil jatah cuti kerja selama enam hari. Dani tanpa pikir panjang langsung mengambil kesempatan cuti itu. Ternyata yang memiliki keinginan serupa tidak hanya Dani seorang. Tapi juga rekan kerja lainnnya, seperti Budi dan empat teman lainnya.

Bahkan setelah sama-sama melampirkan surat cuti, Dani, Budi, dan teman lainnya berencana untuk menghabiskan waktu liburan bersama. Villa yang baru saja beroperasi di luar kota menjadi tujuan mereka untuk melepas semua pikiran kerja. Rencananya, Sabtu depan mereka berangkat bersama-sama.

Waktu cepat berlalu, akhirnya Dani, Budi, dan tiga orang teman lainnya berangkat menuju villa terbaru itu. Perjalanan ke lokasi tujuan memakan waktu selama empat jam. Perjalanan berjam-jam itu seolah terbayar lunas ketika tiba di lokasi. Pemandangan alam yakni hamparan danau, pegunungan, dan hawa sejuk, membuat siapa saja yang tiba di villa itu tidak ingin pulang.

Dani dan kelima temannya sudah mem-booking sebuah villa yang berisi tiga kamar. Villa yang mereka tempati sangat strategis. Persis berada di tepi danau dengan pemadangan lepas ke arah pegunungan. Kondisi itu semakin membuat mereka semangat untuk menghabiskan waktu liburan.

Pada hari pertama, Dani dan teman-temannya memilih untuk beristirahat di dalam villa saja. Hal itu karena mereka masih letih karena melewati perjalanan yang cukup panjang. Apalagi di hari pertama itu, cuaca kebetulan sedang hujan sehingga menambah rasa ”nikmat” untuk tidur di kasur.

Pagi pun datang. Setelah selesai sarapan, Dani tertarik untuk bermain badminton. Niat itu terbesit setelah dia melihat penghuni villa lain yang bermain badminton di Hall yang berada di kawasan villa. Keinginan Dani itu mendapat dukungan dari Budi dan teman-teman lainnya. Apalagi di hall itu, bisa menyewa raket sehingga mereka bisa langsung bermain.

Beruntung, ada satu lapangan yang belum ada pemainnya. Dani langsung mem-booking lapangan tersebut. Permainan pun dimulai. Dani dan lainnya bermain bergantian. Satu jam berlalu, mereka memilih untuk beristirahat sejenek di kantin yang berada di dalam hall itu.

Setelah menyantap kopi dan beberapa gorengan, mereka kembali bermain. Dani ke kamar mandi terlebih dahulu. Setelah dari kamar mandi, Dani langsung menuju ke lapangan. Namun belum sampai ke sana, penjaga kantin mengatakan bahwa ada handphone dari rombongannya yang ketinggalan.

Melihat handphone itu, Dani mengatakan handphone itu milik temannnya, Budi. Kebetulan handphone itu mirip dengan milik Budi termasuk merek handphone dan casingnya. Setelah menerima handphone dari penjaga kantin tadi, munculah niat usil Dani untuk mengerjai Budi. Dia berencana untuk menyembunyikan handphone itu, dan membuat Budi panik serta ketakutan.

Tetapi, setelah beberapa waktu berlalu, Budi terlihat masih tenang-tenang saja. Dia seolah-olah tidak seperti orang yang kehilangan handphone. Melihat kondisi itu, Dani berpikir jika temannya itu belum mengetahui handphone miliknya tertinggal di kantin. Jadi Dani menunggu temannya itu sadar.

Tetapi ketika Dani sedang duduk di kursi santai, seorang perempuan cantik tiba menghampirinya. Dani sempat merasa salah tingkah lantaran perempuan berdiri persis di hadapannya. Dani heran ada perlu apa perempuan cantik itu kepadanya. Sempat hening sejenak, perempuan itu lalu bertanya kepada Dani tentang handphone.

Tanpa diduga handphone yang saat ini berada di saku celananya adalah milik dari perempuan itu. Ingin memastikan hal itu, Dani meminta perempuan itu untuk membuka sandi handphone. Dengan cepat, handphone itu terbuka. Ternyata benar handphone itu milik perempuan tersebut.

Dengan kenyataan itu, Dani merasa malu. Apalagi handphone itu sempat dia setting dengan mode pesawat. Jadi Dani seolah-olah sengaja mengambil handphone itu. Dani kemudian mencoba menjelaskan kepada perempuan itu cerita sebenarnya tentang handphone itu.

Apa yang terjadi pada Dani itu akhirnya diketahui oleh Budi dan teman-temannya. Setelah perempuan itu pergi, Budi dan teman-teman lain tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang dialami oleh Dani. Mereka menyebut apa yang telah diniatkan oleh Dani sebelumnya akhirnya terbalas dengan hal memalukan. Mereka beranggapan yang terjadi saat ini adalah karma baginya. (adt)

Editor : Adetio Purtama