Berawal dari tidak saling mengenal ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), hubungan persahabatan antara Rini, Sari, dan Putri berlanjut hingga bangku perkuliahan. Bahkan saking kompaknya mereka sama-sama masuk di jurusan yang sama, yakni jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Di mata teman-temannya mereka dijuluki Trio Miss Kampus. Julukan itu bukan tanpa alasan, karena dari segi penampilan fisik ketiga orang tersebut bisa dikatakan memiliki kecantikan di atas rata-rata. Tak hanya cantik, Rini, Sari, dan Putri juga merupakan mahasiswi sekitar kelasnya. Ketiganya pernah bergiliran menjadi mahasiswa terbaik di jurusannya.
Suatu hari, Rini berkenalan dengan mahasiswa dari jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Awalnya mereka merupakan teman baik. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan mereka semakin dekat dan akhirnya menjalin hubungan pacaran. Tetapi baik Rini maupun pacarnya itu menyembunyikan hubungan mereka kepada teman masing-masing.
Rini juga beberapa kali mengajak pacarnya itu, Anto (nama samaran), ke tongkrongan mereka. Di sana Anto juga berkenalan dengan Sari dan Putri. Ketika ditanya oleh Sari dan Putri tentang hubungan dirinya dengan Anto, Rini menjawab Anto adalah seorang teman. Lelaki itu pun menjawab hal serupa kepada Sari dan Putri.
Ternyata Anto memiliki niat buruk kepada Rini, Sari, dan Putri. Tanpa diketahui oleh Rini Anto merencanakan untuk mendekati dua orang temannya itu. Anto pun telah merancang sejumlah rencana untuk bisa mendekati dan mengambil hati dari dua orang wanita cantik itu, yakni Putri dan Sari.
Pertama setelah mendapatkan hati dari Rini, Anto mencoba mendekati Putri. Dia sering mengirimkan pesan Perhatian Kepada Putri. Hal itu membuat Putri menjadi diperhatikan oleh seorang laki-laki. Perlahan tapi pasti Anto mulai dekat dengan Putri dan beberapa kali tempat mengajaknya jalan berdua. Hal itu pun tidak diketahui oleh Rini.
Saking ahlinya menjadi seorang playboy, Anto bisa mengatur waktu berpacaran dengan Rini dan Putri. Bahkan tidak pernah sekalipun ada jadwal bentrok yang dia alami. Dengan berbagai rayuan dan gombalan maut yang dilancarkan oleh Anto, kedua orang wanita cantik itu semakin tergila-gila kepada dirinya.
Selanjutnya setelah berhasil mendapatkan Putri, hantu beralih untuk mendekati Sari. Berbeda dengan kedua orang temannya, Sari awalnya tidak merespons pendekatan yang dilakukan oleh Anto. Namun Anto tidak menyerah begitu saja. Dia memiliki rencana cadangan untuk merebut hati Sari. Pada akhirnya, hati Sari yang keras pun luluh dan takluk.
Misi Anto pun untuk mendapatkan tiga orang wanita cantik itu berhasil. Namun seperti kata pepatah, ”sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga” Permainan jahat Anto pun terbongkar oleh tiga orang wanita itu. Hal itu berawal dari ketika Rini tidak sengaja mengangkat panggilan telepon milik Sari. Orang yang menghubungi Sari tersebut adalah Anto.
Ketika hari ini mengangkatnya secara langsung atau mengucapkan kata sayang kepada Sari. Hal itu membuat Rini sangat terkejut dan langsung mematikan panggilan tersebut. Karena penasaran akhirnya Rini mengklarifikasi hal itu kepada Sari. Setelah berbicara empat mata, akhirnya baik Rini maupun Sari mengetahui bahwa mereka memiliki hubungan spesial dengan Anto.
Percakapan Rini dan Sari itu ternyata terdengar oleh Putri. Dia pun sangat terkejut dan marah dengan kenyataan yang dialami oleh dirinya dan dua orang sahabatnya itu. Mereka tidak menyangka bisa mencintai lelaki yang sama. Merasa dikerjai oleh Anto ketiga wanita cantik itu pun berencana akan melakukan balas dendam.
Mereka bertiga pun melakukan penyelidikan terhadap kehidupan Anto. Singkat cerita akhirnya mereka mendapatkan sesuatu yang akan digunakan untuk misi balas dendam. Kartu As yang mereka dapatkan adalah mereka mengetahui bahwasanya Anto sering melakukan aksi tidak senonoh, yakni mengintip mahasiswi di WC wanita.
Skenario pun dibuat oleh mereka bertiga. Mereka minta pertolongan salah seorang teman perempuan di kelas untuk menjadi umpan yang nanti akan diintip oleh Anto. Hari ini Sari dan Putri sudah siap dengan handphone masing-masing merekam aksi tidak terpuji dari Anto tersebut.
Umpan pun termakan, baru saja mahasiswi itu masuk ke kamar mandi Anto langsung bersiap di ventilasi pintu. Rini pun langsung merekam aksinya itu. Setelahnya mereka melabrak Anto. Anto pun tidak bisa mengelak karena Rini, Sari, dan Putri memiliki bukti yang kuat. Mereka bertiga pun mengadukan hal itu kepada Dekan Fakultas Bahasa.
Akhirnya Anto mendapatkan sanksi dan skors tidak boleh mengikuti semua mata kuliah selama satu semester. Misi balas dendam Rini Sari dan Putri akhirnya berhasil. Meskipun persahabatan mereka sempat diganggu, namun karena memiliki rasa kepercayaan satu sama lain hubungan persahabatan mereka terselamatkan. (adt)
Editor : Adetio Purtama