Dalam dua tahun terakhir, Anto tidak pernah sedikitpun mengambil cuti bekerja di perusahaannya. Alasannya, karena dia tidak tahu melakukan apa ketika cuti bekerja. Maklum sampai menginjak usia 30 tahun dia belum juga menemukan pendamping. Bahkan kedua orangtuanya telah menyerah untuk menyuruh Anto untuk segera menikah.
Singkat cerita rasa jenuh terhadap pekerjaan pun akhirnya dirasakan oleh Anto. Dia tidak lagi bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas-tugas kantornya. Melihat kondisi Anto rekan kerja dan atasannya menyuruh untuk mengambil cuti agar bisa berliburan dan ketika masuk kerja lagi fokus dan pikiran bisa segar kembali. Langsung menerima saran itu dan mengambil cuti selama dua minggu.
Apalagi dia sudah lama berencana melakukan perjalanan ke Kota Jakarta dengan menaiki bus antar provinsi. Dia ingin merasakan sensasi perjalanan menggunakan bus Dan Melihat semua hal-hal menarik Selama perjalanan nantinya. Momen yang paling ditunggu tentunya menyeberang ke Pulau Jawa dengan menaiki kapal feri.
Waktu liburan pun tiba. Anto sudah berada di pool bus dengan tiket yang sudah ada di tangan. Sedikit menunggu akhirnya dia bisa masuk ke dalam bus dan duduk di kursi yang telah ditentukan. Perjalanan panjang menuju kota Jakarta akhirnya dimulai. Rencananya Anto di Jakarta hanya selama 2 hari mengunjungi teman-teman seangkatannya waktu kuliah dulu.
Tanpa diketahui oleh Anto, kursi yang berada di belakangnya ditempati oleh seorang wanita cantik yang bernama Melati (nama samaran). Siapa sangka alasan Melati naik bus antar provinsi Sama persis dengan Anto. Dia mengambil cuti dari perusahaan dan ingin merasakan sensasi menaiki bus menuju Kota Jakarta. Padahal Melati adalah anak orang kaya yang tentu saja mudah baginya untuk menaiki pesawat ke manapun dia ingin pergi.
Setelah melalui beberapa jam perjalanan akhirnya bus yang ditumpangi oleh Anto berhenti di rumah makan pertama. Seluruh penumpang yang ada di dalam bus dipersilakan untuk makan mandi maupun buang air kecil dan besar. Anto memilih untuk makan di rumah makan tersebut.
Saat dia sibuk menentukan masakan apa yang akan dimakan duluan tiba-tiba pandangannya teralihkan kepada Melati yang terlihat kebingungan di pintu masuk rumah makan. Naluri laki-laki sejati pun keluar dari dalam diri Anto. Dia langsung mendekati melati dan menanyakan apa yang sedang dia cari atau pikirkan.
Dari pertemuan pertama dengan Melati, ada dua informasi yang didapatkan oleh Anto. Pertama ternyata Melati adalah penumpang di bus tempat dia naiki. Informasi kedua adalah ternyata alasan Melati terlihat kebingungan karena dia Kehilangan dompetnya dan juga charger handphone. Melati bingung bagaimana untuk membayar makanan nantinya.
Merasa kasihan Anto kemudian menawarkan diri untuk membayar semua makanan yang dipesan oleh Melati sampai nantinya tiba di Kota Jakarta. Sejak momen itu antara Anto dan melati terjalin hubungan yang mulai dekat. Sepanjang perjalanan mereka asyik berbicara tentang kehidupan masing-masing dan alasan kenapa pergi ke Kota Jakarta menaiki bus antar provinsi.
Akhirnya kedua insan itu berpisah ketika bus sampai di Kota Jakarta. Anto pergi ke kontrakan temannya yang berada di kawasan Menteng. Sedangkan Melati pergi ke rumah tantenya yang berada di di kawasan Jakarta Selatan. Namun sebelum mereka berpisah Anton sempat meminta nomor WhatsApp Melati. Rencananya dia akan mengajak Melati untuk pulang ke Kota Padang dengan menaiki bus yang sama.
Waktu berlalu liburan di Kota Jakarta akhirnya berakhir. Anto sudah ada di terminal bus sejak 15 menit lalu. Dia sedang menunggu melati yang ketika terakhir dihubungi mengatakan sedang on the way. Tak berlangsung lama akhirnya wanita cantik itu muncul di hadapan Anto. Wajah Merah tersipu malu terlihat jelas pada diri Anto dan Melati.
Selama perjalanan pulang Mereka habiskan untuk berbicara dan bercanda. Momen romantis tercipta ketika Anto dan melati berada di anjungan kapal Feri yang menyeberang ke Pulau Sumatera. Apalagi pada saat itu kapal melaju pelan di waktu senja. Sehingga suasana romantis dirasakan oleh kedua insan yang tengah dimabuk cinta.
Tiba di Kota Padang mereka sepakat untuk menjalin hubungan pacaran dan bahkan ingin melanjutkannya ke hubungan yang lebih serius. Baik Anto maupun Melati merasa cocok satu sama lain. Apalagi bagi Melati, Anto adalah pria yang masuk dalam kategori dan kriteria sebagai calon suaminya.
Tiga bulan sejak pertemuan di dalam bus itu, akhirnya Anto resmi melamar Melati untuk menjadi istrinya. Orangtua Anto merasa bersyukur akhirnya anak satu-satunya itu bakal menikah. Sementara orang tua Melati juga bersyukur akhirnya anaknya bakal dinikahi oleh laki-laki seperti Anto yang dinilai sangat bertanggung jawab.
Namun satu hal yang unik dari semua tahapan proses pernikahan melati dan Anto adalah mereka melakukan foto prewedding di pool bus antar provinsi yang mereka tumpangi saat berlibur ke Kota Jakarta. Mereka ingin menunjukkan kepada semua orang bahwasanya bus itulah yang membawa mereka menemukan cinta sejati. (adt)
Editor : Adetio Purtama