Hari Raya Idul Fitri tahun ini menjadi hari raya pertama bagi Soni bisa ikut membagi-bagikan THR kepada keluarganya. Bagaimana tidak Soni saat ini sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta di pusat kota, sehingga ia telah mendapatkan THR dari perusahaan beserta gaji.
Soni pun juga telah menghitung berapa banyak uang THR yang ia akan bagikan kepada keluarga di hari Raya Idul Fitri. THR yang ia dapatkan dari perusahaan tempat ia bekerja sebanyak satu bulan gaji yakni Rp3.500.000.
Sementara berdasarkan penghitungan rupiah orang di dalam keluarganya yang akan diberi THR, yakni sebesar Rp2.500.000. Sehingga pasca Lebaran nanti ada sisa uang sebesar Rp 1 juta untuk ditabung untuk keperluan lainnya di masa depan.
Hari raya Idul Fitri pun tiba. Soni pun saat ini sudah berada di rumah neneknya bersama keluarga besar. Acara keluarga tersebut dibuka dengan makan bersama dan setelahnya berfoto sembari berbincang-bincang melepas kerinduan.
Namun di tengah suasana hangat dan penuh kebahagiaan tersebut, Soni merasa khawatir lantaran keluarga yang sebelumnya tidak diprediksi pulang kampung, nyatanya pulang, dan berkumpul di rumah nenek.
Ia pun mulai menghitung dan mengkalkulasikan antara jumlah keluarga yang datang dengan uang yang ia telah persiapkan sebesar Rp2.500.000. Setelah dihitung berulang-ulang, ternyata uang THR tersebut diperkirakan tidak cukup.
Soni terlihat khawatir karena ia tidak membawa uang Rp 1 juta sisa dari THR-nya tersebut. Apalagi Ini pertama kalinya ia berpartisipasi dalam membagi-bagikan THR kepada keluarga. Sebagian dari keluarga pun sesekali bercanda dengan Soni meminta uang THR, sehingga hal tersebut semakin membuat Soni tertekan.
Tak hilang akal, Soni kemudian memanggil kakak perempuannya untuk berbicara di dapur rumah nenek. Ternyata Soni ingin meminjam uang kakaknya sebesar Rp 1 juta untuk cadangan jika nanti uang THR-nya tidak cukup. Soni berjanji akan menggantinya di rumah nanti.
Momen yang ditunggu-tunggu pun datang. sanak saudara mulai dari kakak, adik, sepupu, keponakan, tante, om, antrr untuk mendapatkan uang THR dari Soni. Soni pun dengan sigap membagikan uang THR satu per satu kepada keluarga besarnya tersebut.
Pembagian nominal THR pun dilakukan berdasarkan usia dari masing-masing keluarga. Semakin besar usia maka semakin besar pula nominal THR yang diterima begitu sebaliknya. Dengan cepat uang THR yang dipegang oleh Soni menipis dan habis. Ia terpaksa mengambil uang THR cadangan yang dipinjam dari kakaknya.
Selesai pembagian THR, selesai juga acara keluarga besar di momen Lebaran. Soni pun beserta keluarganya kemudian pulang ke rumah untuk beristirahat. Sebelum memutuskan untuk tidur Sony mencoba menghitung kembali berapa uang THR yang ia keluarkan.
Ternyata uang THR yang ia bagi-bagikan tersebut mencapai Rp 3.500.000. Pastinya angka tersebut jauh melampaui target yang diperkirakan oleh Sony sebelumnya. Iya juga harus mengganti uang kakaknya yang dipinjam waktu itu.
Dengan demikian seluruh THR yang ia terima dari tempat ia bekerja habis tak bersisa. Soni pun hanya bisa diam terpaku menerima kenyataan tersebut. Sebelumnya ia berniat untuk menabung, tapi kini sudah melayang dan takkan kembali. (adt)
Editor : Adetio Purtama