Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kompleks Permata Surga Didera Air dan Sampah Kiriman Irigasi Sawah

Hendra Efison • Selasa, 12 Januari 2021 | 17:10 WIB
Photo
Photo
Masalah banjir disertai sampah masih terus mendera warga kompleks Permata Surau Gadang (PSG). Penyebabnya, saluran irigasi sawah masih melalui drainase di kompleks yang dibangun oleh PT Karya Gilang Pratama tersebut.

"Nyaris setiap hari warga kami di PSG Kecamatan Nanggalo ini, menghadapi sampah kiriman yang dibawa air dari sepanjang irigasi sawah, yang berhulu di Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh," ungkap Husni Jamal, Ketua RT 07/01 Kelurahan Surau Gadang, Selasa sore (12/1/2021).

Photo
Photo


RT dan beberapa warga yang rumahnya dimasuki air yang meluber ke jalan kompleks terus ke dalam rumah. "Air got masuk ke rumah kami," ujar Naldi dan Syaf, warga Blok D dan Blok B.

Pemandangan di kompleks itu memang memiriskan hati. Terlihat sampah bertebaran di jalan-jalan kompleks. Sampah berupa bangkai ayam, bangkai anjing, pempres, kelapa, plastik dan bungkus kemasan produk-produk MCK. 

Anak-anak bermain di genangan air. Genangan air menyebabkan jalan aspal tipis di kompleks itu berlubang-lubang. Drainase yang ada dipenuhi tanah, pasir dan sampah. 

Photo
Photo


"Persoalan ini sudah pernah kami bawa ke tingkat Lurah, Camat, dan Dinas-dinas terkait. Belum ada solusi kongkret dan menyeluruh dari pemerintah," ujar Husni, mantan ASN Disnaker Padang ini.

Kompleks PSG yang banyak dihuni ASN Pemko dan Pemprov Sumbar itu terlihat tidak berdaya mengatasi masalah banjir kiriman disertai sampah tersebut.

"Pemda setempat kurang sensitif dengan apa yang dirasakan oleh warga PSG. Setiap saat, apalagi sering hujan deras, selalu banjir dan sampah kiriman. Tidak berfungsinya drainase kompleks serta irigasi sawah masyarakat sekitar kompleks, makin memperparah kondisi," ujar Desriandi, warga PSG.

Hal itu juga dikeluhkan Eri PN, warga PSG lainnya. "Kompleks PSG Padang kebanjiran dikarenakan drainase tidak berfungsi akibat sampah kiriman via saluran irigasi yang tidak dikelola/dibenahi oleh Pemkot, sehingga Kompleks PSG seperti menjadi tempat pembuangan akhir sampah," ujar Eri PN.

Dia mengatakan, ada PP atas UU No. 1 Tahun 2011 dan telah banyak aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat tentang permukiman. "Semoga Pemkot bisa action memenuhi ketentuan UU dan PP tersebut," ujarnya.

Hingga sore, beberapa warga PSG sibuk mengangkat sampah dari drainase dan menyapu sampah dari jalanan.

 "Kami berencana kembali akan menghadap dinas terkait masalah pemukiman dan irigasi itu. Sementara ini, kita coba arahkan dana pokir anggota DPRD Padang pak Faisal Nasir, untuk merevitalisasi drainase. Kita bikin lebih lebar dan kedalaman yang memadai untuk menampung debit air hujan dan air irigasi sawah," tutup Husni. (hsn) Editor : Hendra Efison
#banjir kiriman #psg #kompleks permata surga #Kelurahan Surau Gadang #sampah kiriman