Ketiga orang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP) itu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, korban atas nama Fellicia Honesty, 21, ditemukan tidak jauh dari TKP pada Jumat sore (26/3) sekitar pukul 18.40 atau tiga jam pascakejadian.
Sementara korban atas nama Parulian Manurung, 21, ditemukan Sabtu pagi (27/3) sekitar pukul 08.20. Beberapa jam kemudian, Tim SAR gabungan kembali menemukan korban atas nama Della Sriyuli Yanti, 21.
Kepala Kantor SAR Padang Asnedi Sabtu (27/3) mengatakan, korban atas nama Parulian Manurung dan Della Sriyuli Yanti ini ditemukan sekitar 130 meter dari titik awal dinyatakan hanyut.
“Para korban telah di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan diantarkan ke rumah duka. Semoga almarhum dan almahurmah khusnul khotimah dan diterima di sisi Allah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga tabah,” kata Asnedi.
Sebelumnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang Sutan Hendra menyebut, berdasarkan keterangan yang diterima pihaknya dari lurah setempat, ada 16 orang mahasiswa berkunjung ke Air Terjun Lubuk Hitam dengan tujuan berwisata dan mandi, Jumat (26/3) sekitar pukul 15.00.
Ke-16 orang mahasiswa tersebut terdiri dari 15 orang mahasiwa UNP dan 1 orang mahasiswa Unand. Sebanyak 10 orang di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 6 orang perempuan.
Mereka menelusuri objek wisata itu mulai dari air terjun tingkat 1, terus ke air terjun tingkat 2 dan selanjutnya ke air terjun tingkat 3. Sementara kondisi pada saat itu hujan sudah mulai turun.
“Ketika perjalanan menuju ke tingkat 3, tiba-tiba air sungai membesar atau air bah datang, empat orang dari mereka seketika berjalan di tepi sungai dan hendak menyeberang ke sebelah sungai itu dan mereka terseret air bah ke dalam sungai,” terangnya.
Satu dari empat orang mahasiswa yang terseret air bah tersebut terselamatkan. Sementara tiga orang lainnya, yakni Fellicia Honesty, Parulian Manurung, dan Della Sriyuli Yanti, terseret derasnya aliran air sungai Lubuk Hitam yang banyak bebatuan besar.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNP Hendra Syarifuddin mengatakan bahwa, rombongan mahasiswa UNP yang berkunjung ke Air Terjun Lubuk Hitam tidak berkaitan dengan kegiatan kampus.
Dia menegaskan, para mahasiswa mendatangi lokasi objek wisata tersebut atas dasar keinginan sendiri untuk berwisata dan mandi-mandi. “Kegiatan rombongan mahasiswa tersebut tidak terkait dengan kegiatan kampus UNP,” kata Hendra, Sabtu (27/3).
Dia menambahkan, informasi adanya kejadian tiga orang mahasiswa UNP yang terseret arus di Air Terjun Lubuk Hitam diketahui setelah menerima laporan dari pihak terkait. Ketiga mahasiwa yang menjadi korban dalam peristiwa naas itu, sebutnya, mahasiswa Fakultas Teknik.
“Kendatipun demikian, seluruh civitas akademika UNP mengucapkan duka mendalam atas musibah yang menimpa mahasiswa kami,” imbuh Hendra.
Terpisah, Wakil Dekan III Fakultas Teknik UNP Mukhlidi yang turun ke lokasi kejadian mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR gabungan dan masyarakat setempat yang telah berupaya dan membantu melakukan pencarian.
“Ribuan terima kasih kepada seluruh pihak baik dari Basarnas Kota Padang, BPBD Kota Padang, kepolisian, TNI dan seluruh masyarakat yang ikut membantu dalam pencarian hingga ditemukan,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Bungus Teluk Kabung, AKP Zamzami menilai, objek wisata Air Terjun Lubuk Hitam tidak layak untuk dikunjungi karena tidak safety bagi para pengunjung. Pasalnya, tidak memiliki daerah safety, rambu-rambu, dan palang peringatan.
“Kalau kita lihat ke atas, itu terjal sekali dan belum ada jalan menuju akses ke tempat air terjun yang di tingkat itu. Makanya saya bilang belum layak,” ujarnya usai pencarian korban hanyut di lokasi kejadian, Sabtu (27/3).
Dia menambahkan, pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada dinas terkait untuk mengkaji kelanjutan objek wisata Air Terjun Lubuk Hitam ini. “Kita tutup dulu untuk sementara, pascakejadian ini. Kita akan koordinasikan kepada pimpinan,” pungkas AKP Zamzami.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian menjelaskan, objek wisata Air Terjun Lubuk Hitam dikelola oleh kelompok sadar wisata dan masyarakat setempat. Untuk itu pihaknya tidak bisa ikut campur tangan terkait pembenahan objek wisata tersebut.
“Apalagi untuk membuat segala sesuatunya seperti sarana prasarana karena sesuai aturan memang tidak memungkinkan karena tanahnya bukan milik Pemko,” terangnya kepada Padang Ekspres, Minggu (28/3).
Kendati demikian, pascakejadian, pihaknya telah berupaya mendorong agar kelompok sadar wisata dan masyarakat setempat membenahi objek wisata agar safety bagi para pengunjung dan mengingatkan para pengunjung tentang risiko yang akan timbul jika cuaca sedang tidak baik.
“Kita akan rapat dengan Forkompinca, seperti Camat, Kapolsek, Danrantamil, termasuk lurah dan kelompok sadar wisata mengenai antisipasi ke depannya kalau objek wisata ini kita buka kembali tentu harus ada jaminan keselamatan bagi para pengunjung untuk menikmati keindahan,” pungkas Arfian. (i) Editor : Novitri Selvia