Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kiat PT BPR Raga Dana Sejahtera Memaksimalkan Kredit, Naikkan Laba

Hendra Efison • Senin, 14 Februari 2022 | 11:58 WIB
Photo
Photo
Semua pihak pasti sepakat bahwa tahun 2021 merupakan tahun yang sulit karena masih belum tuntasnya wabah Pandemi Covid-19. Namun di balik kondisi sulit itu justru PT BPR Raga Dana Sejahtera mampu memperbaiki dan menyuguhkan kinerja terbaiknya. Seluruh indikator usaha mengalami peningkatan. Baik secara kuantitas maupun kualitas usaha.

Alhamdulillah tahun 2021 kita di PT BPR Raga Dana Sejahtera mampu menghasilkan peningkatan kinerja secara year on year. Total Asset tercapai 28,58 Miliar, realisasi Kredit terealisasi sebanyak Rp 24,6 Miliar, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercapai  Rp15,92 Miliar. Sementara itu dari sisi kualitas usaha juga terlihat membaik seiring realisasi NPL hanya 3,23 persen, ratio BOPO tercapai 81,88 Persen. Kinerja yang baik inilah membuat laba bersih usaha meningkat dari Rp 410 Juta di tahun 2020 menjadi Rp689 Juta di tahun 2021,” ujar Direktur Utama PT BPR Raga Dana Sejatera Riko Putra, di Jl Sutomo Padang, Senin (14/2).

Menurut Riko, dari dua indikator utama dalam menilai kinerja lembaga keuangan keduanya berhasil dicapai dengan baik. Dari sisi kuantitas usaha asset terus meningkat seiring bertumbuh double digitnya realisasi Asset dan kredit. Sementara itu dari sisi kualitas usaha juga mengalami peningkatan seiring terus turunnya realisasi ratio Non Perfomance Loan dan ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO).

Kredit dan Pendapatan

Jika perbankan umum secara nasional mengalami kesulitan dalam mendistribusikan kredit sepanjang tahun 2021 justru kondisi yang berbeda terlihat pada PT BPR Raga Dana Sejahtera. Buktinya, secara year on year realisasi kredit mampu bertumbuh 15,34 persen.

“Realisasi kredit kita tahun 2021 ini tercapai sebanyak Rp24,6 Miliar atau tumbuh sebesar Rp3,27 Miliar dibandingkan realisasi kredit tahun 2020 yang lalu. Selain tumbuh, realisasi kredit ini juga tercapai 110,17 persen dari target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB),” ujar Riko.

Bertumbuh dengan baiknya realisasi kredit memberikan dampak positif bagi pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan sepanjang tahun 2021 tercatat sebanyak Rp4,14 Miliar. Pendapatan bunga ini juga tumbuh 20,27 persen jika dibandingkan dengan pendapatan bunga tahun 2020 yang lalu.

Begitu juga dengan pendapatan lainya (fee base income). Selama tahun 2021 PT BPR Raga Dana Sejahtera juga berhasil meningkatkan pendapatan lainnya dari Rp160 juta ditahun 2020 menjadi Rp262 juta di tahun 2021. “Secara total pendapatan yang mampu dibukukan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp4,40 Miliar.

DPK dan Biaya

Jika di tahun 2021 PT BPR Raga Dana Sejahtera terlihat agresif di pasar kredit justru kondisi sebaliknya terlihat di bidang dana. Dana Pihak Ketiga sepanjang tahun 2020 justru terlihat cenderung stagnan.

“Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2021 tercatat sebanyak Rp15,92 Miliar yang bersumber dari dana tabungan sebanyak Rp4,83 dan Deposito sebanyak Rp11,08 Miliar,” ujar Riko.

Sementara itu terkait biaya sepanjang tahun 2021 PT BPR Raga Dana Sejahtera masih terkendali. Total biaya atau beban operasional tercatat sebanyak Rp3,61 Miliar yang terdiri dari Biaya bunga dan biaya operasional lainnya.

NPL, BOPO dan Laba

Berbanding lurus dengan kuantitas usaha, sepanjang tahun 2021 PT BPR Raga Dana Sejahtera juga mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas usahanya. Setidaknya kondisi ini terlihat dengan jelas dari tiga indikator utama.

Pertama, kualitas kredit (Non Performance Loan). Ratio Non Performance Loan mampu diturunkan dari 5,82 persen ditahun 2020 menjadi 3,23 persen. Artinya, dari 24,6 Miliar kredit yang disalurkan 95,54 persennya berada dalam status sehat dan lancar.

Kedua, ratio BOPO (Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional). Selain berhasil menekan kredit bermasalah, PT BPR Raga Dana Sejahtera di tahun 2021 juga terlihat mampu mengendalikan biaya menjadi efisien dan efektif. Buktinya, ratio BOPO mampu ditekan dengan baik hingga turun dari 86,89 persen di tahun 2020 menjadi 81,88 persen di tahun 2021. Realisasi merupakan BOPO terendah yang mampu dibukukan PT BPR Raga Dana Sejahtera semenjak 10 tahun terakhir.

Ketiga, Laba Bersih Usaha. Membaiknya kinerja kredit, meningkatnya pendapatan bunga dan terus menurunnya kredit bermasalah serta ditopang tata kelola biaya yang baik membuat kinerja laba bersih usaha PT BPR Raga Dana Sejahtera tahun 2021 jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun 2021 ini laba bersih usaha kita berhasil ditingkatkan dari Rp410 Juta ditahun 2020 menjadi Rp689 Juta per 31 Desember 2021. Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, semoga kinerja yang baik ini mampu kami pertahankan di masa yang akan datang,” tutur Riko. (two) Editor : Hendra Efison
#kredit #Sutomo Padang #perbankan #laba #PT BPR Raga Dana Sejahtera