Salah satunya potensi wisata Bukit Nobita yang berada di Kelurahan Kampung Jua Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg). Kini, objek wisata itu tengah dalam pengerjaan pembukaan jalan baru disertai pembangunan sarana pendukung lainnya. Terlihat sebuah kendaraan alat berat tengah beroperasi membuka jalan baru menuju puncak bukit tersebut.
“Alhamdulillah, kini objek wisata tersebut sedang pengerjaan pembukaan untuk jalan baru. Semoga dalam waktu dekat selesai dan memudahkan akses pengunjung untuk sampai ke puncak Bukit Nobita,” ujar Wali Kota Padang Hendri Septa saat mengunjungi objek wisata Bukit Nobita di sela-sela kegiatan Jumat Berkah atau Berkantor di Kecamatan Lubeg, Jumat (22/2).
Wako menyambut baik objek wisata dengan nuansa perbukitan nan asri ini dengan sejumlah fasilitas seperti replika kapal besar dan juga kolam renang. Dimana replika kapal besar itu bisa menjadi ikon dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke sini.
“Kita berharap Bukit Nobita menjelma menjadi salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri ke depan. Saya merasa takjub, setelah sampai di puncak dapat menyaksikan keindahan Kota Padang dari ketinggian.
Bahkan laut pun tampak dari Bukit Nobita ini,” tambahnya didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata Raju Minropa, Kepala Dinas PUPR Tri Hadyanto.
Tak hanya itu, wako juga turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga atas kebaikan 5 suku yang dengan ikhlas menghibahkan tanahnya untuk pembukaan jalan baru menuju Bukit Nobita.
“Atas nama Pemko Padang, kita berterima kasih kepada Mamak Kepala Waris (MKW) dari lima suku yang menghibahkan tanah untuk pembukaan jalan baru menuju Bukit Nobita. Hal ini adalah suatu bentuk dukungan yang luar biasa bagi kemajuan sektor pariwisata di Kota Padang, dalam hal ini bagi objek wisata Bukit Nobita. Semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutur wako.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir Kabag Kesra Fuji Astomi, Kabag Umum Bobby Firman serta Camat Lubeg Heriza Syafani bersama lurah dan elemen masyarakat setempat dan para MKW dari lima suku. (eri) Editor : Novitri Selvia