Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Edukasi Murid SD Atasi Masalah Sampah, PBL Mahasiswa Program Doktor UNP

Novitri Selvia • Senin, 27 Juni 2022 | 11:30 WIB
EDUKASI: Kabid PSLB3PP Disperkim-LH Padangpanjang Syafriman Thaib bersama Ketua Komite Mulyadi dan Kepala SDN 11 Balai-balai Isra Novita beserta pimpinan BNI Padangpanjang Reno Sibiranti usai peninjauan renovasi bak kompos dan pembuatan bank sampah yang d
EDUKASI: Kabid PSLB3PP Disperkim-LH Padangpanjang Syafriman Thaib bersama Ketua Komite Mulyadi dan Kepala SDN 11 Balai-balai Isra Novita beserta pimpinan BNI Padangpanjang Reno Sibiranti usai peninjauan renovasi bak kompos dan pembuatan bank sampah yang d
Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial untuk segera diatasi. Termasuk di Kota Padangpanjang yang saat ini tercatat jumlah produksi sampah setiap hari mencapai 57 ton. Terdiri dari 70 % sampah organik dan 30 % sampah anorganik.

Melihat kondisi itu, mahasiswa Program Doktor Kajian Lingkungan dan Pembangunan UNP, Eliza dengan project based learning (PBL) yang dilakukan berusaha merenovasi bak kompos yang sudah ada dan membuat bank sampah. dengan tujuan dapat mengedukasi peserta didik bahwa sampah memiliki nilai guna yang sangat besar apabila dimanfaatkan sesuai yang seharusnya.

“Project Based Learning yang saya lakukan ini, diawali dengan merenovasi bak kompos yang sudah ada dan membuat bank sampah pada SDN 11 Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padangpanjang Barat. Saya memberikan edukasi dalam bentuk pelatihan tentang sampah ini, baik organik maupun anorganik, yang sebelumnya sudah didiskusikan terlebih dahulu kepada ketua komite Mulyadi, dan Kepala SDN 11 Kelurahan Balai-Balai Isra Novita. Mereka mengapresiasi project based learning ini,” Eliza yang juga dosen Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.

Output dari project based learning ini, adalah para peserta didik sangat antusias untuk memahami dan mengerti bahwa sebenarnya sampah memiliki nilai guna yang besar. Buktinya, dari edukasi dalam bentuk sosialiasi dan juga pelatihan untuk memanfaatkan sampah anorganik, yang sudah dilaksanakan, peserta didik mampu menghasilkan beberapa jenis kerajinan.

Seperti keranjang, tempat minuman gelas, tas, tempat buah, dan pada bank sampah yang sudah disiapkanpun, dilakukan pemilahan sampah-sampah yang bernilai guna dan tepat guna.

“Sebagai pelaksana project ini, saya memperoleh arahan dan masukan-masukan serta apresiasi dari dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Kebijakan Pembangunan dan Lingkungan Susi Evanita yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Dari program yang sudah dilakukan ini terkait sampah ini, ada sebuah keyword yang disampaikan yaitu pengembangan sampah berkelanjutan. Sehingga tidak hanya untuk saat ini saja, tetapi tetap berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, agar dapat teratasi dengan baik,” katanya.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran (PSLB3PP) Disperkim-LH Kota Padangpanjang, Syafriman Thaib menyatakan bahwa sampah per hari di Padangpanjang sebanyak 57 ton.

Sampah anorganik sebanyak 30 % ini merupakan sampah plastik dan sampah lainnya yang sudah tercampur, kemudian diangkut ke TPAS (Tempat Pemrosesan Akhir Sampah), pada akhirnya TPAS menjadi overload.

Salah satu upaya yang dilakukan agar hal ini tidak terjadi yaitu melalui pembatasan timbulan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dengan pendauran ulang dan pemanfaatan sampah tersebut kembali.

Diharapkan pengurangan sampah hendaknya di mulai dari rumah tangga (hulu) seharusnya sudah dipilah-pilah, baik sampah organik diolah menjadi kompos maupun anorganik di tabung pada bank sampah.

Project ini juga mendapat apresiasi dari Pimpinan BNI KCP Padangpanjang Reno Sibiranti, sebagai bentuk dukungan terhadap program Smart City pemerintah dan sejalan dengan misi bank BNI yaitu BNI go Green, BNI ikut bertanggung jawab tehadap komunitas dan lingkungan dengan tujuan berpartisipasi menciptakan lingkungan yang bersih, menciptakan inklusi keuangan dan cashless society dan ikut membangun ekonomi kerakyatan.

Menindaklanjuti kerjasama Pemerintah Kota Padangpanjang bersama PT. BNI (Persero) Tbk untuk mendukung program ini terkait pengelolaan sampah, telah dilaksanakan sosialisasi kemarin dengan tema program “Ayo Menabung Sampah”, diikuti oleh perwakilan sekolah, dalam hal ini kepala sekolah-kepala SD Adiwiyata dan SLTP, serta direktur tujuh bank sampah se-Kota Padangpanjang. (cr6) Editor : Novitri Selvia
#sampah #Program Doktor UNP #PBL