Seperti dirasakan Edison salah seorang pelaku UMKM ikan salai. Sejauh ini proses pengeringan dan pengasapan ikan menggunakan alat sederhana. Proses ini dilakukan hanya 1- 2 kali seminggu mengandalkan siang matahari. Selanjutnya, dilakukan pengasapan menggunakan drum yang di dalamnya ada pembakaran.
Edison bersyukur persoalan ini mendapat perhatian dari tim dosen Politeknik Negeri Padang (PNP) terdiri dari, Anton ST MT, Dedi Kurniadi SST MSc, Efrizon ST MT, Nadia Alfitri ST MT, serta Jama’an (mahasiswa D IV Teknik Elektronika). Lewat penyerahan alat pengeringan dan pengasapan ikan secara otomatis untuk membantu usaha pengawetan ikan mitra.
"Kita berharap penggunaan teknologi ini dapat mempercepat proses pengeringan dan pengasapan ikan secara otomatis dengan bahan bakar murah dan tanpa sinar matahari," kata Anton. Alat ini bekerja praktis dan sangat mudah dioperasikan menggunakan bahan bakar kayu atau arang.
Menurut dia, pengasapan ikan ini selain bertujuan memberikan manfaat untuk mengawetkan ikan, pengolahan ikan dengan cara pengasapan juga memberi aroma yang sedap, warna kecokelatan atau kehitaman, tekstur yang bagus, serta cita rasa khas. Selama ini, pengolahan ikan secara tradisional ini memiliki kelemahan yaitu, pengeringan hanya dapat dilakukan pada musim kemarau.
"Jika musim hujan, maka proses pengeringan ini akan terganggu, sehingga akan mengakibatkan kerugian. Proses pengeringan dilakukan mitra hanya 1- 2 kali seminggu, karena mengandalkan siang matahari. Lewat alat ini proses pengeringan dan pengasapan lebih cepat dan lebih banyak tanpa tergantung cuaca," ujar dia. (cr7) Editor : Hendra Efison