Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Usaha Ikan Salai Dapat Sentuhan Teknologi Pengasapan Otomatis

Hendra Efison • Sabtu, 5 November 2022 | 13:30 WIB
Penyerahan bantuan alat pengasapan otomatis untuk proses pengeringan ikan salai di Kelurahan Lolongbelanti Kota Padang.
Penyerahan bantuan alat pengasapan otomatis untuk proses pengeringan ikan salai di Kelurahan Lolongbelanti Kota Padang.
Usaha ikan salai yang dikelola UMKM di Kelurahan Lolongbelanti, Kota Padang, Sumbar, mendapat sentuhan teknologi pengasapan otomatis. Lewat teknologi ini diyakini mampu meningkatkan jumlah produksi, tentunya tanpa mengurangi kualitas ikan salai yang dihasilkan.

Seperti dirasakan Edison salah seorang pelaku UMKM ikan salai. Sejauh ini proses pengeringan dan pengasapan ikan menggunakan alat sederhana. Proses ini dilakukan hanya 1- 2 kali seminggu mengandalkan siang matahari. Selanjutnya, dilakukan pengasapan menggunakan drum yang di dalamnya ada pembakaran.

Edison bersyukur persoalan ini mendapat perhatian dari tim dosen Politeknik Negeri Padang (PNP) terdiri dari, Anton ST MT, Dedi Kurniadi SST MSc, Efrizon ST MT, Nadia Alfitri ST MT, serta Jama’an  (mahasiswa D IV Teknik Elektronika). Lewat penyerahan alat pengeringan dan pengasapan ikan secara otomatis untuk membantu usaha pengawetan ikan mitra.

"Kita berharap penggunaan teknologi ini dapat mempercepat proses pengeringan dan pengasapan ikan secara otomatis dengan bahan bakar murah dan tanpa sinar matahari," kata Anton. Alat ini bekerja praktis dan sangat mudah dioperasikan menggunakan bahan bakar kayu atau arang.

Menurut dia, pengasapan ikan ini selain bertujuan memberikan manfaat untuk mengawetkan ikan, pengolahan ikan dengan cara pengasapan juga memberi aroma yang sedap, warna kecokelatan atau kehitaman, tekstur yang bagus, serta cita rasa  khas. Selama ini, pengolahan ikan secara tradisional ini memiliki kelemahan yaitu, pengeringan hanya dapat dilakukan pada musim kemarau.

"Jika musim hujan, maka proses pengeringan ini akan terganggu, sehingga akan mengakibatkan kerugian. Proses pengeringan dilakukan mitra hanya 1- 2 kali seminggu, karena mengandalkan siang matahari. Lewat alat ini proses pengeringan dan pengasapan lebih cepat dan lebih banyak tanpa tergantung cuaca," ujar dia. (cr7) Editor : Hendra Efison
#Politeknik Negeri Padang (PNP) #Usaha Ikan Salai #Teknologi Pengasapan Otomatis