Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Herwandi didampingi Ketua Panitia Anugerah Sastra Andalas, Sudarmoko Ph.D pada saat jumpa pers di Gedung FIB Unand, Rabu (14/12) mengatakan, pemberian penghargaan ini, merupakan cara Universitas Andalas mengapresiasi karya sastra, sastrawan, budayawan, dan peneliti yang memiliki karya dan dedikasi terhadap budaya Minangkabau.
Lebih lanjut dia menyebutkan, pemberian apresiasi ini merupakan langkah awal FIB dalam memberikan kiprah di dunia sastra dan budaya. Serta sebagai bentuk upaya mempertahankan keberadaan bahasa daerah yakni Bahasa Minangkabau.
Kemudian, Dekan FIB tersebut juga menjelaskan bahwa kawah sastra Indonesia berada di Minangkabau. Maka dari itu pihaknya harus berkontribusi untuk mempertahankan serta mengembangkannya dengan memberikan kiprah pada sastra daerah.
”Kita juga ingin mempromosikan kajian-kajian bahasa, kesusasteraan, sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat luas dan memberikan penghargaan kepada sastrawan, penulis, sejarawan, budayawan, peneliti yang terus menerus mendedikasikan diri di bidangnya,” ungkapnya.
Ketua Panitia Anugerah Sastra Andalas, Sudarmoko Ph.D yang turut hadir juga menyampaikan, sebelum penghargaan diberikan kepada para penerima, panitia telah melakukan pembahasan dan penilaian dengan ketat, sehingga panitia memutuskan beberapa nama sebagai penerima Anugerah Sastra Andalas 2022.
Seperti kategori cerita pendek berbahasa Minangkabau dengan judul Balada Sandiwara Batangkapeh karya Arif Purnama Putra, lalu judul Bancah Nan Manguning karya Budi Saputra, kemudian judul Cindaku karya Dini Aprilisyandra, Marantau Cino Malah Kito Karya Idewarni.
Selanjutnya, ada judul Pulang Abih karya Ilham Yusardi, kemudian ada judul Sengketa Tanah Ulayat karya Iswadi Syahrial Nurpin, karya dengan judul Sawah Laman Barantauan diciptakan Maya Sandita dan Si Patai dan judul Pandeka Pauah Yang Malawan Balando karya Vicky Kurniawan.
”Kategori sastrawan dan budayawan Indonesia diberikan kepada penulis, sastrawan, budayawan yang memiliki capaian estetika yang tinggi. Penilaian didasarkan pada karya yang dihasilkan atau dedikasi yang telah diberikan yaitu kepada Akmal Nasery Basral yang telah menulis 25 buku berbagai genre diantaranya novel, cerpen, puisi dan nonfiksi,” paparnya.
Tambahnya, kategori ketiga ada Penghargaan Sastra Andalas kategori peneliti atau akademisi Internasional diberikan peneliti atau akademisi dari luar negeri yang memberikan kontribusi atau dedikasi pada kesusteraan dan budaya Sumatera Barat. Lalu untuk penilaian didasarkan pada karya yang dihasilkan dan panitia penilai memilih Yumi Sugahara di bidang Filologi Osaka University Jepang. (cr4) Editor : Novitri Selvia