Hal ini diungkapkan langsung oleh Lurah Kampung Jawa Ida Pujiastuti dalam Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) Kelurahan Kampung Jawa Tahun 2023 di Hotel Daima Padang pada Rabu (18/1).
Rakorbang tersebut dibuka oleh Camat Padang Barat Junie Nursyamza, dan dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Padang Faisal Nasir, Budi Syahrial, Arnedi Yarmen, Perwakilan dari Bappeda Ade Endrama, Ketua LPM Kampung Jawa Andri Ishaq diwakili oleh Firsaus dan diikuti oleh ketua RT/RW se-Kelurahan Kampung Jawa, Bhabimkantibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, pemuda, dinas terkait dan para tamu undangan lainnya.
Lurah Kampung Jawa Ida Pujiastuti mengatakan, jika drainase di kelurahannya berjalan dengan baik, maka penanganan banjir yang selama ini masih menjadi momok di Kampung Jawa bisa teratasi.
“Jika melihat sarana dan prasarana, hampir semua sudah terpenuhi. Yang diperlukan saat ini lebih untuk perbaikan dan juga pemeliharaan,” ucapnya kepada Padang Ekspres.
Ia menambahkan, sedimen yang ada pada drainase sudah sangat tinggi, itu sebabnya jika terjadi hujan dengan durasi pendek sekitar 30 menit saja, lingkungan sudah akan mulai banjir.
“Sebelumnya sudah ada penanganan dengan peogram Padat Karya pada November lalu yang sudah berhasil membuat laju air menjadi lancar dan mengurangi intensitas banjir,” jelasnya.
Selain penanganan banjir melalui pemeliharaan drainase ini, Kelurahan Kampung Jawa juga memprioritaskan pada pemeliharaan jalan. Rakorbang kali ini, mengusulkan lima usulan dari masing-masing dari delapan RW yang ada di Kelurahan Kampung Jawa.
Dari lima usulan tersebut, dipilih dua usulan prioritas masing-masing RW yang akan dibawa ke kecamatan. “Dari 16 usulan itu, akan di bawa ke Musrenbang yang sudah kita bagi menjadi tiga kategori prioritas yakni manunggal, infrastruktur dan fasilitas lingkungan,” lanjut dia.
Untuk kategori manunggal, diprioritaskan lanjutan pembuatan riol/drainase yang berada di Jalan Pasar Baru 1 RW003/RT001 dari dinding Polresta hingga trotoar polresta. Sedangkan untuk kategori infrastruktur diprioritaskan renovasi riol serta bak kontrol di Jalan Kampung Jawa Dalam III RW0005/RT002 (Gang Mawar yang banjir saat hujan).
Lalu, kategori fasilitas lingkungan untuk merenovasi jalan yang berada di Jalan Rawang RW001/RT001-002. “Jika dikatakan prioritas yang mana, semua adalah prioritas. Namun kita lihat lagi manfaatnya yang lebih luas, jika drainase aman, maka saluran air juga lancar. Rata-rata setiap RW ada usulan mengenai drainase ini agar tidak ada banjir karena dampak banjir yang merugikan warga sangat banyak baik dari kesehatan dan sebagainya. Jadi dampaknya juga bisa diminimalisir,” jelasnya.
Dari rakorbang tersebut juga diketahui hampir semua RW memerlukan perlengkapan dan pelatihan penyelenggaraan jenazah seperti tenda, keranda, kursi dan lain sebagainya. “Sebelumnya perlengkapan hanya milik masjid, untuk pelatihan beberapa saat lalu juga sudah ada pelatihan dari MTI tapi belum menyeluruh,” sebutnya.
Kemudian, Ida juga sedang fokus dalam penanganan tiga anak stunting yang terdata di Kelurahan Kampung Jawa. “Kita akan mencari bapak asuh untuk anak stunting ini. Lalu, kita akan pantau anak bisa terpenuhi gizi mereka. Ini sedang dan akan kita prioritaskan juga saat ini,” sebutnya.
Mengingat rakorbang adalah rencana pembangunan di tahun 2024 mendatang, maka beberapa kebutuhan urgent atau mendesak dialihkan pada dana pokok pikiran Anggota DPRD (Pokir), seperti perawatan beberapa titik jalan, pembuatan gapura untuk menjaga lingkungan dari lalu-lalang angkutan kota yang bisa membahayakan anak-anak di lingkungan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kota Padang Faisal Nasir menyebutkan bahwa beberapa usulan mendesak bisa diajukan melalui pokir termasuk dua usulan sebelumnya. “Jika ada yang mendesak, bisa langsung sampaikan pada wakil rakyat terdekat agar bisa segera ditindaklanjuti,” ucap dia. (cr7) Editor : Novitri Selvia