Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ternyata, Cagar Budaya Rumah Singgah Bung Karno akan Dijadikan Restoran

Novitri Selvia • Rabu, 22 Februari 2023 | 12:08 WIB
TINJAU: Ketua F-PDIP DPR RI Utut Adianto didampingi Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman, Kepala Disdikbud Padang Yopi Krislova dan pemilik bangunan Soehinto di lokasi bekas bangunan rumah singgah Bung Karno, Selasa (21/2).(IST)
TINJAU: Ketua F-PDIP DPR RI Utut Adianto didampingi Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman, Kepala Disdikbud Padang Yopi Krislova dan pemilik bangunan Soehinto di lokasi bekas bangunan rumah singgah Bung Karno, Selasa (21/2).(IST)
Pemilik rumah singgah Bung Karno yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Padang, akhirnya angkat bicara terkait alasan dan kronologis cagar budaya tersebut diruntuhkan. Pemilik Rumah yang diketahui bernama Soehinto Sadikin tak mengetahui kalau bangunan yang dibelinya sejak 2017 itu adalah salah satu cagar budaya di Padang.

“Saya tidak tahu. Waktu itu saya beli tahun 2017 ke Andreas. Dan rencana akan saya bangun menjadi restoran,” ujarnya Selasa (21/2), saat mendampingi kedatangan Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPR RI Utut Adianto ke reruntuhan rumah tersebut.

Dia menyampaikan, dirinya tidak mengetahui nilai sejarah yang ada dalam bangunan tersebut. Apalagi soal tanda-tanda cagar budaya. Untuk pembongkaran sendiri, sudah dilakukan sejak tiga minggu lalu.

Soehinto mengaku sebelum dirobohkan pihaknya telah mengikuti mekanisme sebelum bangunan dirobohkan dan untuk dibangun kembali. “Kami membangun ini sudah ada dasar sesuai Keterangan Rencana Kota (KRK) dari Dinas PUPR Kota Padang. Jadi pihak Pemko Padang mengetahui rencana perubahan ini,” ujarnya.

Soehinto mengaku, bangunan ini dibeli kepada pemilik sebelumnya pada tahun 2017. Namun ia menyebut sudah lupa berapa nominalnya bangunan tersebut dibeli. Ia mengatakan, lokasi itu akan dijadikan tempat usaha, yakni restoran.

Kenapa baru dibangun sekarang? Ia mengaku baru bisa membangun karena tahun-tahun sebelumnya masih suasana pandemi Covid-19.

“Ke depan dengan adanya kejadian ini dirinya menunggu arahan dari Pemko Padang. Apakah akan tetap dijadikan restoran atau akan dibangun replika, kami menunggu saja lagi. Kami akan berkoordinasi dengan Pemko Padang, apakah ini masih bisa jalan atau tidak. Tetapi sebaiknya dibangun replikanya agar selesailah masalah,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, pihaknya akan melakukan revitalisasi. Katanya, Pemko Padang tentu berusaha menjaga cagar budaya itu tetap ada dan melakukan revitalisasi.

Yopi mengaku sudah berkoordinasi dengan pemilik rumah tersebut untuk membangun ulang. Yopi menjamin rumah singgah Bung Karno akan kembali dibangun di lokasi yang sama. Dia juga menyebut bakal dibuat lebih bagus dengan disertai kisah-kisah sejarah di dalamnya.

“Selain itu kita bakal mengedukasi masyarakat bahwa cagar budaya harus dijaga. Ke depan kita akan carikan solusinya terkait pembangunan rumah cagar budaya ini,” katanya.

Yopi menyebutkan, pihaknya tak ingin hal ini terjadi. Untuk itu Pemko Padang akan melakukan pendataan secara menyuluruh di Kota Padang. Dia menyebutkan cagar budaya sendiri di Padang masih ada yang milik pribadi. Di Padang ada 74 cagar budaya.

“Ini yang kita tengah godok Perwakonya. Soal cagar budaya milik pribadi. Akan dibahas berapa insentif yang diberikan pada pemilik cagar budaya tersebut agar tetap menjaga kondisi cagar budaya tersebut. Ada juga cagar budaya yang dimiliki perusahaan seperti di kawasan Muaro Padang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto menyampaikan kedatangan dirinya sebagai bentuk respons dibongkarnya bangunan cagar budaya rumah singgah Bung Karno.

Dalam kesempatan itu, Utut Adianto yang terlihat didampingi Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman mengatakan, setelah melihat langsung kondisi sekarang ini, ia akan melaporkan ke pimpinan tertinggi PDIP, yakni Megawati Soekarnoputri.

“Saya kan harus melapor kepada beliau (Megawati), nanti kan beliau tentu dengan keterangan fakta dan data, saya sudah sampai sini dengan melihat lokasi, arahannya seperti apa,” katanya.

Menurutnya, setiap bangunan yang memiliki cagar budaya, Pemko Padang harus memberi perhatian. Kepada pemilik, kalau tahu begini sebaiknya dibicarakan dahulu. “Sekarang sudah rata dengan tanah, tentu akan kami setelah ini juga akan diskusikan di Jakarta dengan saudara Mendikbudristek dan Menparekraf,” ujarnya.

Ia menambahkan, kalau memang harus dibangun lagi, harus ada insentif juga kepada pemilik. “Nanti teman-teman DPRD Padang membantu kami, sejarah apa yang paling pantas ditonjolkan yang menarik kepada publik, jadi tempat membawa berkah bukan hanya kepada pemiliknya tetapi juga untuk Kota Padang, untuk menambah satu lagi destinasi wisata berbasis sejarah,” katanya.

Ia menyebutkan, sudah ada dua opsi terkait cagar budaya yang bersejarah ini. “Tetapi saya belum bisa bicara di sini, kalau disampaikan nanti saya dikejar dan dianggap janji,” pungkasnya. Dalam kunjungan itu juga tampak dua anggota DPRD Padang Iswanto Kwara dan Wismar yang merupakan kader PDIP.

Untuk diketahui, rumah Emma Idham ini pernah disinggahi Soekarno hingga dirubuhkan. Rumah tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya No. inventaris 33/BCBTB/A/01/2007. Rumah itu pernah disinggahi Bung Karno selama tiga bulan di Kota Padang pada tahun 1942. (eko) Editor : Novitri Selvia
#Soehinto Sadikin #Dinas PUPR Kota Padang #pemko padang #cagar budaya #Rumah Singgah Bung Karno