Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Butuh Kesadaran Atasi Sampah Pantai

Novitri Selvia • Selasa, 4 April 2023 | 11:26 WIB
BERSERAKAN: Warga sedang berjalan di Pantai Padang yang dipenuhi sampah, kemarin.(KURNIA SANDI/PADEK)
BERSERAKAN: Warga sedang berjalan di Pantai Padang yang dipenuhi sampah, kemarin.(KURNIA SANDI/PADEK)
Setiap hujan deras mengguyur Kota Padang dengan durasi waktu yang lama, setelah itu, Pantai Padang berubah menjadi lautan sampah. Kondisi tersebut terus berulang dari waktu ke waktu.

Diketahui, sampah-sampah di Pantai Padang tersebut merupakan kiriman dari sungai-sungai yang bermuara di Pantai Padang. Beragam sampah menumpuk di pantai yang selalu ramai dikunjungi wisatawan tersebut.

Pantauan Padang Ekspres, kemarin, beragam jenis sampah bisa dijumpai, tepatnya di Pantai Muaro Lasak dekat jembatan belakang Hotel Pangeran. Bahkan di sepanjang pantai tersebut, sampah bisa terlihat jelas.

Salah seorang pengunjung pantai, Widianto mengungkapkan, pantai yang penuh sampah merupakan kondisi yang sangat tidak ideal.

“Ini merupakan kondisi yang sungguh sangat tidak ideal. Terakhir dulu waktu saya masih kecil ini bersih semua. Tahun 80-an masih ada penyu yang bertelur di sini. Sekarang dengan kondisi seperti ini, selain tidak enak dipandang mata juga tidak nyaman juga untuk pengunjung,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, sampah yang bermunculan akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk kebersihan lingkungan. “Jika dilihat sepanjang pantai sebelah sana bersih, sedangkan sebelah sini penuh sampah. Mungkin karena sebelah sana masih ramai pengunjung. Seharusnya kebersihan pantai bukan hanya atas dasar kepentingan bisnis saja, tetapi juga atas dasar kesadaran terhadap lingkungan,” sampainya.

Ia berharap ke depannya masyarakat lebih meningkatkan lagi kesadaran akan lingkungan agar sampah-sampah yang ada di sepanjang pantai tidak lagi ditemukan. “Kalau bisa masyarakat lebih meningkatkan lagi kesadaran lingkungan. Boleh berkunjung dan jualan sekitar pantai tapi juga harus sadar untuk kebersihan pantai. Jadi bersama-sama membersihkan pantai ini,” ujarnya.

Warga sekitar, Abadi yang juga Ketua Kelompok Nelayan Usaha Bersama Saiyo Sakato Mandiri mengungkapkan, sampah yang ada di pantai sudah dari seminggu yang lalu.
Ia juga mengaku tindakan dari pemerintah untuk membersihkan sampah masih belum pernah. Ia juga merencanakan untuk mengajukan permohonan untuk kebersihan pantai kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala DLH Kota Padang Mairizon menjelaskan, sampah yang ada di sepanjang pantai berasal dari fenomena alam dan perilaku masyarakat yang membuang sampah ke Pantai Padang.

“Dari hulu itu, masih banyak masyarakat yang membuang sampah di drainase saluran sungai. Dimana secara akumulasi dia akan terkumpul di palung-palung laut, saat curah hujan tinggi maka sampah itu dimuntahkan lagi ke pantai,” katanya.

Ia juga menjelaskan, untuk kebersihan pantai secara tupoksi itu adalah kewenangan Dinas Pariwisata karena itu adalah kawasan wisata.

“Secara tupoksi itu adalah kewenangan Dinas Pariwisata. Tetapi Dinas Pariwisata tidak punya alat untuk itu, jadi selama ini yang mengerjakannya adalah alat berat dari Dinas PUPR dan mobil DLH Kota Padang,” sampainya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian menjelaskan, setiap hujan itu pasti sampah menumpuk di pantai, tapi setelah sehari dua hari itu akan hilang dengan sendirinya.

“Itu tidak bisa dihilangkan dengan tenaga manusia. Tapi dibersihkan dengan alat. Biasanya kita minta bantu dari SKPD terkait yaitu dari DLH dan Dinas PUPR. Jika memang sehari dua hari ini tidak hilang kita akan bersihkan. Tapi seperti yang saya bilang tadi itu adalah fenomena alam, itu bisa saja hilang dengan sendirinya nanti,” jelasnya. (cr12) Editor : Novitri Selvia
#dlh kota padang #sampah pantai #pantai muaro lasak #Mairizon