"Sebagaimana yang kita tahu, daerah ini adalah langganan banjir. Sehingga kami berinisiatif akan memberikan perahu karet guna proses evakuasi nantinya," ungkap Febri Hendri Antoni Arief, caleg DPR RI dapil 1 Sumbar yang terus bergerilya menemui masyarakat.
Namun, untuk penyerahan bantuan akan diselesaikan secepatnya, agar masyarakat yang rentan kena banjir menjadi terbantu apabila ketika banjir sudah memiliki alat evakuasi sendiri.
"Menurut masyarakat, perahu karet mereka tak ada, jika pun ada itu adalah milik BPBD Kota Padang. Sehingga proses evakuasi ketika banjir hanya menunggu dari pihak pemerintah saja," ungkapnya lagi.
Pihaknya mengatakan tak tahu penyebab kenapa Dadok Tunggul Hitam masih saja rentan terkena banjir. Wajar jika ia melihat kecemasan dan rasa khawatir akan cuaca buruk yang melanda mereka.
"Kalau sudah hujan lebat, mereka bergegas meninggikan barang-barang berharga mereka agar tidak kena banjir," ungkapnya.
Lalu, Febri berharap agar masyarakat selalu paham dengan memperhatikan lingkungan. Sebab dengan memelihara lingkungan sudah dipastikan bahwa lingkungan juga pasti akan baik. Namun, apabila tidak menjaga atau bahkan merusaknya, lingkungan juga bisa menjadi bumerang.
Ia mulai mengajak untuk menjalankan "sampah jadi berkah" hal ini agar masyarakat dapat mengumpulkan minyak jelantah miliknya bekas masak, lalu akan dijemput oleh tim Febri HendrI dan akan digantikan dengan barang yang tentunya lebih bernilai lagi. (s) Editor : Hendra Efison