2.265 KK terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih tersebut tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Padang Selatan, Pauh, Lubukkilangan, Kuranji, dan daerah lainnya di Kota Padang. Hingga saat ini, pendistribusian air bersih terus dilakukan ke lingkungan masyarakat.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang Andree Algamar mengatakan, untuk mengantisipasi kekeringan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mendistribusikan air bersih. Dimana yang sudah melaporkan kekurangan air bersih ada ribuan KK dengan total air yang disalurkan sudah lebih dari ribuan liter pula.
“Kami sudah mulai mendistribusikan air bersih kepada masyarakat mengingat sudah ada yang melaporkan kekeringan yang terjadi di wilayah tempat tinggal mereka. Dan kami sudah mendistribusikan air bersih terhadap ribuan KK,” katanya, Senin (23/10).
Ia menambahkan, hampir seluruh kecamatan yang ada di Kota Padang sudah melaporkan terjadinya kekeringan, sehingga pemerintah harus pasang badan untuk mengatasi hal ini agar kegiatan masyarakat tidak terganggu.
“Kita akan langsung menuju ke rumah warga yang melaporkan terjadi dan kekeringan di rumah mereka dengan tim BPBD Kota Padang yang selalu siap untuk mensuplai air bersih bagi masyarakat Kota Padang,” jelasnya.
Andree berharap agar kondisi kekeringan tidak terjadi dalam waktu lama di Kota Padang dan hujan dapat turun sesegera mungkin agar kondisi kekeringan yang dirasakan oleh masyarakat dapat berkurang. Selain itu dapat mengurangi tebalnya kabut asap yang ada di Kota Padang.
Dijelaskan, sejak Oktober 2023 ini, sudah disebarkan air bersih terhadap 2.265 KK di seluruh wilayah Kota Padang. Dengan rincian lima wilayah di Kecamatan Padang Selatan, seperti Kelurahan Rawang 325 KK, Kelurahan Batangarau 280 KK, Bukit Gado-gado 125 KK, Kelurahan Teluk Bayur 100 KK, dan Matoaie 300 KK. Kemudian satu wilayah di Kecamatan Pauh, yakni Kelurahan Piai Tangah 80 KK.
Kemudian, dua kelurahan di Kecamatan Lubukkilangan, yakni Batugadang 920 KK yang dibantu juga oleh PT Semen Padang sebanyak 120 ribu liter air. Lalu satu daerah di Kecamatan Kuranji, yakni Duriantaruang sebanyak 60 KK. Dimana jumlah air yang telah didistribusikan sebanyak 185 ribu liter.
Di sisi lain, sejumlah masyarakat mengeluh terkait kekeringan dan kesulitan air bersih. Seperti diungkapkan pemilik kos-kosan di Kecamatan Kototangah, Arniati, 42. Ia mengatakan sekitar satu minggu terakhir, kekeringan sudah menjadi permasalahan sehingga ia kesulitan melaksanakan kegiatan, seperti mandi dan mencuci.
Apalagi dirinya cuma mengandalkan air dari sumur dan tidak menggunakan air dari PDAM. Sehingga apabila sumur kering, terpaksa menunggu hingga terisi airnya lalu akan ditarik menggunakan mesin air.
Ia berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi kepada masyarakat agar permasalahan kekeringan ini dapat diatasi dengan baik. Dimana air merupakan kebutuhan primer yang harus ada. (s/mg3) Editor : Novitri Selvia