Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Inisiasi Taman Edukasi, Faterna Unand Budidaya Toga

Novitri Selvia • Rabu, 15 November 2023 | 11:05 WIB
PENGABDIAN: Puluhan mahasiswa BEM KM Faterna Unand membersihkan lahan untuk pembuatan taman edukasi dan melakukan budidaya toga di RT 4 Batubusuak, Kelurahan Lambungbukit, Kecamatan Pauh, baru-baru ini.(BEM KM FATERNA UNAND FOR PADEK)
PENGABDIAN: Puluhan mahasiswa BEM KM Faterna Unand membersihkan lahan untuk pembuatan taman edukasi dan melakukan budidaya toga di RT 4 Batubusuak, Kelurahan Lambungbukit, Kecamatan Pauh, baru-baru ini.(BEM KM FATERNA UNAND FOR PADEK)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Andalas (Unand) menginisiasi pembuatan taman edukasi dan melakukan budidaya tanaman obat keluarga (toga) di RT 4 Batubusuak, Kelurahan Lambungbukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, baru-baru ini.

Kegiatan pemberdayaan desa yang dilakukan oleh tim PPK Ormawa BEM KM Faterna Unand yang berjumlah sebanyak 24 orang bersama dengan dosen pembimbing Ediset, S.Pt, M.Si ini, didukung penuh oleh LPPM Unand.

Ketua PPK Ormawa BEM KM Faterna Unand Alfikri menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan sampai akhir Desember 2023 sesuai agenda yang sudah direncanakan.

Ia menyebut, kegiatan budidaya itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat sehingga nantinya masyarakat lebih sehat. Tanaman obat ini dapat dibudidayakan sendiri di rumah yang berfungsi sebagai toga untuk pengobatan secara mandiri.

Dijelaskan, toga adalah tanaman yang sebagian atau seluruh tanamannya dimanfaatkan sebagai obat, bahan atau ramuan obat. Selain dapat mengobati penyakit dan memperbaiki gizi keluarga, toga juga dapat menjadi sumber penghasilan. Dimana bisa dibuat herbal dalam bentuk bubuk ataupun minuman ramuan yang bisa dipasarkan.

“Ini merupakan salah satu indikator keberhasilan dari program kegiatan pemberdayaan desa. Dimana nantinya bisa memberdayakan perekonomian masyarakat setempat. Maka pengembangan toga perlu terus didukung agar dapat berkembang secara optimal dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat sebagai bahan ramuan yang berkhasiat dalam upaya menjaga, meningkatkan dan menanggulangi masalah kesehatan serta juga bisa menjadi sumber penghasilan,” ujarnya.

Selain sebagai tempat budidaya tanaman obat, taman edukasi tersebut juga akan menjadi tempat pengembangan lebah tanpa sengat atau yang lebih dikenal dengan lebah galo-galo.

Mengingat kondisi alam Batubusuak yang cocok untuk pengembangan lebah ini. Madu dari galo-galo ini juga nantinya akan menjadi salah satu tambahan dalam ramuan herbal yang akan dibuat.

Warga RT 4 yang juga Ketua Etnobotani, Suci mengucapkan terima kasih kepada BEM KM Faterna Unand atas program pemberdayaan desa yang dilaksanakan sampai akhir Desember.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dan menghasilkan inovasi produk herbal, sehingga dapat memenuhi upaya kesehatan sebagai langkah preventif dari suatu penyakit masyarakat setempat.

Pembuatan produk herbal ini juga dapat menunjang dan meningkatkan nilai ekonomi Masyarakat yang ada di Desa Batubusuak, tepatnya Di RT 4. (s) Editor : Novitri Selvia
#BEM KM Faterna Unand #Faterna Unand #taman edukasi