Salah satu warung yang terkenal dengan palai bada-nya di Pasir Sebelah adalah Palai Bada One. Warung yang dimiliki oleh Jusni, 55, ini mulai berjualan palai bada sejak tahun 2007 sampai sekarang, dan masih mempertahankan pembuatan palai bada dengan cara tradisional.
Jusni menjual dua varian palai bada, pertama ada palai karambia (kelapa) memiliki ciri khas dengan penambahan kelapa parut yang dicampur dengan kunyit dan bumbu lainnya dan ikan bada. Palai karambia terkenal dengan warna kuning yang lembut menggugah selera.
Kedua ada palai lado (cabai) yang memiliki cita rasa pedas dan warna merah cabai yang dapat membuat selera makan semakin meningkat. Palai lado selain memakai ikan bada atau teri sebagai bahan utama, juga ditambahkan dengan pucuak parancih (daun singkong muda) yang membuat isiannya semakin banyak.
Palai Bada One identik dengan penggunaan bahan utama yang hanya menggunakan ikan bada saja, dan tidak menggunakan ikan jenis lainnya, sehingga membuat cita rasa dari palai bada tidak berubah setiap harinya.
Untuk proses pembuatan palai bada Jusni menggunakan bahan-bahan alami di setiap proses pembuatannya. Ia menggunakan daun pisang sebagai bungkus yang membuat wangi dan cita rasa dari palainya semakin kuat.
Tidak hanya itu saja dalam proses pembakaran, Jusni menggunakan sabut kelapa, dan tidak menggunakan arang. Hal ini membuat palai bada tersebut diproses pembuatan yang dilakukan masih kental dengan cara tradisional.
Untuk bumbu ia menggunakan resep alami saja, mencampurkan cabai giling, jeruk nipis, daun kunyit, daun ruku-ruku dan rempah lainnya. Semua bahan dicampur dengan ikan dan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang lalu dilakukan proses pembakaran yang berlangsung sekitar 30 menit.
One mampu menjual sekitar 600-700 palai bada setiap harinya. Dijual di sekitar Kota Padang saja. Tidak hanya itu, banyak dari masyarakat yang berkunjung ke Kota Padang menjadikan palai bada-nya menjadi oleh-oleh untuk dibawa keluar kota. Oleh sebab itu, Palai Bada One banyak diketahui oleh masyarakat luas.
Untuk satu kali produksi Jusni dapat menghabiskan 40 butir kelapa, dan 20-30 kilogram ikan bada/teri. Ia berproduksi setiap harinya selama stok bahan baku masih ada. Ia lebih memilih untuk libur produksi jika bahan baku utama ikan bada tidak ada. Jika diganti dengan jenis ikan lainnya maka cita rasa dari Palai Bada One akan berubah. (mg6) Editor : Novitri Selvia