Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lahan Sawah di Padang Menyusut hingga 1.000 Ha

Adetio Purtama • Rabu, 24 April 2024 | 10:31 WIB

Salah seorang petani di Sungaibangek, Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, sedang memeriksa kondisi padi di sawahnya. (DOK PADEKS)
Salah seorang petani di Sungaibangek, Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, sedang memeriksa kondisi padi di sawahnya. (DOK PADEKS)
PADEK.JAWAPOS.COM—Dinas Pertanian (Distan) Kota Padang mencatat lahan sawah di Kota Padang saat ini ada seluas 4.200 hektare. Total luas lahan di Kota Padang ini menyusut sebanyak 1.000 hektare dibandingkan tahun 2019 lalu yang berada pada angka 5.200 hektare.

Untuk diketahui, sesuai penghitungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) luas lahan sawah yang harus dipertahankan hingga 2030 mendatang yakni seluas 2.400 hektare.

Kepala Distan Kota Padang Yoice Yuliani kepada Padang Ekspres mengatakan, perkiraan lahan sawah di Kota Padang saat ini ada seluas 4.200 hektare.

“Saat menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), luas lahan sawah itu dipetakan tahun 2019 kondisi eksistingnya masih 5.200 hektare. Namun saat ini tersisa hanya sekitar 4.200 hektare. Penghitungan luas lahan ini memakai metode eksisting. Artinya kita lakukan peninjauan untuk kepastian data dan informasi lahan sehingga nanti datanya akurat dan relevan,” kata Yoice.

Ia menambahkan, alih fungsi lahan sawah yang terjadi disebabkan karena pertumbuhan penduduk di wilayah kota yang semakin bertambah.

“Kalau jumlah penduduk bertambah, otomatis akan ada pula pertambahan lahan yang digunakan untuk membangun. Katakanlah membangun rumah atau infrastruktur lainnya. Hal itu tidak bisa kita pungkiri. Maka oleh karena itu, kita perlu memperhatikan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW). Artinya ada lahan yang harus dipertahankan dan tidak boleh dialihfungsikan,” ujarnya.

Yoice mengungkapkan, lahan sawah yang ada di Kota Padang tersebar di seluruh kecamatan, kecuali di Kecamatan Padang Barat. “Untuk 10 kecamatan tersebut yang paling luas dan strategis ada di Kecamatan Kototangah,” jelasnya.

“Ada beberapa program yang kami laksanakan untuk meningkatkan produksi padi. Seperti meningkatkan prasarana pertanian, rehab irigasi tersier, menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian seperti pemberian bibit unggul,” sambungnya.

Untuk mempertahankan ketahanan pangan, terang Yoice, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Seperti kerja sama dengan Dinas Pangan dan Perikanan (DPP) Kota Padang. Tentu kerja sama juga terjalin sampai ke masyarakat atau petani itu sendiri.

“Karena bagaimanapun yang akan menggarap lahan pertanian adalah petani itu sendiri. Maka oleh karena itu kita tetap adakan program untuk ketahanan pangan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Yoi menjelaskan, sejauh ini tidak ada rencana perluasan lahan sawah. Karena yang terjadi adalah lahan sawah semakin lama semakin berkurang karena semakin luasnya lahan pembangunan. Perluasan lahan di juga sangat berpengaruh kepada peningkatan produksi beras.

“Untuk di Kota Padang, tidak ada perluasan lahan sawah. Biasanya perluasan lahan dilakukan di kabupaten, nanti dari sanalah kami memasok beras untuk memenuhi target konsumsi beras di sini,” ulasnya.

Yoice menyampaikan, pihaknya terus meningkatkan produktivitas lahan sawah agar produksi beras tidak terganggu.  “Kami berusaha untuk meminimalisir gangguan dengan meningkatkan produksi, tapi biasanya produksi per hektar itu lima ton,” ujar Yoice. (s)

Editor : Adetio Purtama
#Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional #dinas pangan dan perikanan #lahan sawah #Dinas Pertanian Kota Padang #Distan Kota Padang #Yoice Yuliani