Ini merupakan kali kedua Prodi Geodesi mendapatkan hibah setelah sebelumnya diraih di tahun 2023. Namun jika ditarik ke belakang, ITP sudah mendapatkan hibah PKKM ini mulai tahun 2021, 2022 dan 2023.
Rektor ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, MT, IPM mengatakan penerimaan dana hibah sebesar Rp 800 juta ini merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. Sebab, selama ini untuk hibah biasanya tidak ada lanjutan di tahun kedua. Dan selalu berhenti di tahun pertama.
”Alhamdulillah, kita bersyukur Prodi Geodesi ITP lolos untuk tahun kedua,” katanya, Kamis (25/4).
Lebih lanjut dikatakan, program PKKM ini sama dengan tahun 2023 untuk peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
”Usulan kegiatan kita dalam PKKM ini untuk peningkatan Proses Belajar Mengajar (PBM) yakni menyelesaikan modul, metode pembelajaran, magang dan exchange student. Satu lagi programnya adalah penambahan alat labor, termasuk penambahan untuk drone,” jelasnya.
Ia berharap penerimaan dana hibah ini bisa memberikan manfaat bagi ITP, salah satunya dapat menambah jumlah mahasiswa.
”Kita optimistis di tahun 2024 ini ada penambahan mahasiswa dibandingkan tahun sebelumnya. Target kita tidak muluk-muluk, 1.000 mahasiswa tahun ini,” bebernya.
Ia optimistis target tersebut bisa dicapai. Menurutnya, untuk April 2024 ini sudah ada 17 calon mahasiswa yang membeli formulir pendaftaran.
”Biasanya bulan April belum ada calon mahasiswa yang membeli formulir, namun sekarang sudah ada. Ini masih bulan April, sementara mereka nanti kuliah di bulan September. Ada beberapa bulan lagi,” paparnya. (eri)
Editor : Adetio Purtama