Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tak Ditemukan Kasus Rabies hingga Mei 2024 di Kota Padang

Adetio Purtama • Kamis, 2 Mei 2024 | 10:10 WIB

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani. (DOK PRIBADI)
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani. (DOK PRIBADI)
PADEK.JAWAPOS.COM—Sejak Januari hingga awal Mei 2024, Dinas Pertanian Kota Padang belum menemukan dan menerima adanya kasus rabies maupun gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kota Padang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani kepada Padang Ekspres kemarin.

Yoice mengatakan, sebelumnya pada 2023, pihaknya mencatat terjadi 27 kasus gigitan HPR di Kota Padang. Dari 27 kasus tersebut, 23 kasus diantaranya merupakan kasus gigitan hewan anjing, sedangkan empat kasus lagi merupakan gigitan hewan peliharaan kucing.

“Perlu diketahui, yang termasuk HPR ini terdiri dari anjing, kucing dan kera. Yang paling banyak menggigit dan menularkan rabies itu biasanya anjing,” katanya.

Ia menyebutkan, dari seluruh kasus gigitan rabies bisa ditangani, sehingga tidak ada korban jiwa. Adanya kasus kematian yang diakibatkan oleh gigitan HPR biasanya karena terlambat dibawa dan ditangani pusat atau fasilitas kesehatan.

“Tidak ada korban jiwa karena masyarakat juga cepat tanggap dalam mengambil tindakan. Contoh kasus paling banyak yang terjadi di Kecamatan Pauh waktu itu, kita langsung arahkan ke pusat kesehatan terdekat, sehingga bisa cepat ditangani,” jelas Yoice.

Sebagai langkah pertolongan pertama, katanya, jika seseorang digigit hewan penular rabies, maka harus secepatnya cuci luka gigitan dengan sabun atau detergen pada air mengalir selama 15 menit. Kemudian beri antiseptik dan sejenisnya.

“Secepatnya diberikan pertolongan pertama. Setelah itu bawa ke pusat kesehatan terdekat untuk disterilkan kembali dan akan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR),” ujarnya.

Yoice menuturkan, hewan rabies yang menggigit manusia biasanya akan mati dalam beberapa hari. Oleh karena itu, penanganan bagi hewan rabies ini setelah menggigit akan dicari dan ditangkap agar tidak menggigit orang atau hewan lainnya lebih banyak lagi.

Lebih lanjut disampaikan Yoice, sepanjang 2024, kasus rabies sangat terkendali karena tingginya kesadaran masyarakat terutama yang memiliki HPR.

“Kami selalu mengimbau kepada masyarakat yang memiliki HPR untuk memberikan vaksin setiap tahun dan menjaga agar hewan peliharaan mereka tersebut tidak dilepaskan. Kemudian kami selalu ingatkan juga, apabila bertemu anjing liar di jalan, segera menjauh karena anjing merupakan hewan yang menularkan rabies paling banyak,” ucapnya. (s)

Editor : Adetio Purtama
#hewan penular rabies #Vaksin Anti Rabies #Dinas Pertanian Kota Padang #kasus rabies #gigitan anjing di Pauh #Yoice Yuliani