Dalam kampanye itu, RS Unand dan Unand berkomitmen membantu masyarakat yang ingin berhenti merokok dengan penyedian klinik radiologi antisipasi kanker paru-paru akibat rokok.
Kepada Padang Ekspres, Direktur RS Unand Yevri Zulfiqar mengatakan, RS Unand bersama Unand ingin menjadi pionir sebagai pelopor masyakarakat bebas rokok. “Kita punya trik and tips untuk masyarakat bebas rokok, dengan penyediakan klinik bebas rokok,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa RS Unand tengah gencar menangani pasien gejala kanker paru yang disebabkan oleh rokok. Disampaikan, angka kematian kanker paru akibat rokok melonjak tinggi. Untuk itu upaya yang dilakukan RS Unand dengan menyediakan Radiologi Paru. Di sana terdapat beberapa alat khusus bagi pasien untuk mendeteksi lebih lanjut apakah terserang kanker paru-paru akibat merokok.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unand Henmaidi mengatakan, ini merupakan komitmen Unand dalam mengatasi upaya pengurangan perokok aktif. Langkah awal yang dilakukan dengan mengedukasi mahasiswa serta masyarakat sebagai objek utama.
“Harus dibekali dari mahasiswa terlebih dahulu, sebagaimana kaum intelektual yang bebas rokok baru merambah ke masyarakat luas. sehingg tidak cap bahwa orang intelektual khususnya mahasiswa kesehatan sebagai pengguna rokok aktif,” kata dia. (cr1)
Editor : Adetio Purtama