Kepala Dinas Damkar Padang Budi Payan kepada Padang Ekspres mengungkapkan, pada 2023, jumlah kebakaran terhitung Januari hingga Juli tercatat sekitar 50 kasus. Sementara pada Januari hingga Juli 2024 tercatat ada kenaikan kasus menjadi 90 peristiwa.
“Dari peristiwa ini kita lihat adanya peningkatan dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kita melakukan strategi tertentu untuk mengantisipasi bahaya kebakaran, setidaknya masyarakat bisa melakukan pemadaman dini terhadap api apabila terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, banyaknya kasus kebakaran ini rata-rata disebabkan karena kelalaian dari masyarakat itu sendiri. Berdasarkan data, 75 persen kebakaran disebabkan karena korsleting listrik. Korsleting listrik ini pada umumnya disebabkan karena kabel yang tidak ber-SNI, kabel yang dipasang secara acak-acakkan, dan lainnya.
“Kasus kebakaran ini didominasi oleh kasus kelalaian dari masyarakat, baik itu penyebabnya korsleting listrik, kebocoran gas, membakar sampah di bawah pohon, hingga lalai dan membiarkan memasak di dekat lokasi seperti kayu atau bahan mudah terbakar lainnya,” katanya.
Budi juga mengatakan bahwa rata-rata yang terbakar adalah tempat usaha, rumah masyarakat, pohon dan sampah. “Untuk mengantisipasi bahaya kebakaran itu, setiap tahunnya bahkan hampir setiap bulan kita laksanakan di setiap kecamatan sosialisasi dan antisipasi bahaya kebakaran agar masyarakat bisa lebih mengenal dan mengetahui bagaimana cara mengantisipasi bahaya kebakaran,” ujarnya.
“Salah satunya dengan menggunakan alat pemadam tradisional seperti karung goni maupun alat pemadam api ringan (apar),” tambah Budi.
Dijelaskan, sosialisasi dan edukasi itu dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait potensi atau penyeban kebakaran dan cara menanganinya sejak dini.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap hal-hal kecil yang dapat menyebabkan kebakaran seperti membuang puntung rokok sembarangan, lampu atau listrik yang tidak dimatikan ketika tidak digunakan lagi, atau bahkan tabung gas yang sengaja tidak dicek.
Selain dilaksanakannya sosialisasi, Dinas Damkar Padang juga melaksanakan kegiatan simulasi apabila terjadi kebakaran. Masyarakat atau peserta yang mengikuti kegiatan diminta untuk melakukan pemadaman api menggunakan alat pemadam api tradisional seperti karung goni dan juga alat pemadam api ringan. (s)
Editor : Adetio Purtama