“Misalnya, bagaimana petani tidak membakar jerami, karena jerami apabila dikembalikan ke tanah dapat mengembalikan kesuburan lahan sawah. Jika jerami dibakar, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan gas rumah kaca,” tutur Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, Rabu (11/9/2024).
Dinas Pertanian Kota Padang juga melakukan demplot Basawah Bapokok Murah di Kecamatan Kuranji. Tujuannya mengurangi biaya produksi sehingga keuntungan yang didapat petani lebih tinggi.
“Bersawah Pokok Murah hemat dari sisi pemakaian pupuk anorganik dan biaya pengolahan lahan. Jerami bisa dijadikan mulsa untuk menghambat pertumbuhan gulma, karena pertanaman padi Bersawah Pokok Murah dilakukan pada bedeng-bedeng,” imbuh dia.
Yoice Yuliani mencatat, Kota Padang saat ini memiliki lahan sawah seluas 4.341 Ha berdasarkan data yang dikeluarkan ATR/BPN. Jumlah itu terus berkurang setiap tahun karena alih fungsi lahan menjadi lahan non-pertanian. Adapun Luas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sampai 2030 mendatang seluas kurang lebih 2.400 Ha.
Sementara itu produksi padi delapan bulan terakhir rentang waktu Januari-Agustus 2024 mencapai 31.320 ton. Angka itu menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni 38.621 ton.
Kepala Dinas Pertanian Padang menyatakan pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan produksi padi tersebut.
“Kami berusaha meminimalisir permasalahan demi meningkatkan produksi padi. Sejauh ini, produktivitas padi di Kota Padang masih di angka 5,2 ton per hektare,” ujarnya.
Dalam meningkatkan indeks pertanaman, Dinas Pertanian Padang telah menyalurkan mesin pompa air sebanyak 9 unit yang tersebar di beberapa lokasi. Adanya bantuan ini membantu petani untuk mengambil air dari sumber-sumber air, seperti sungai untuk dialirkan ke sawah tadah hujan.
“Paling banyak di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, karena di sana banyak sawah tadah hujan. Bantuan pompa air sawah sudah dimanfaatkan oleh petani. Sebelumnya mereka menanam hanya satu setengah kali. Dengan adanya bantuan pompa air, mereka tidak bergantung hujan lagi,” terangnya.
Yoice Yulian melanjutkan, pihaknya masih akan menyalurkan 10 unit mesin pompa air sampai akhir 2024. Syarat kelompok tani penerima adalah yang memiliki sawah berlokasi paling jauh 15-20 meter dari sungai sebagai sumber air pompa.
Sebagai upaya peningkatan produktivitas padi, Dinas Pertanian Padang telah memberi bantuan program MANTAP (Mandiri Benih Tanaman Pangan) dari Kementerian Pertanian RI, berupa benih pokok kepada 3 kelompok penangkar benih. Rinciannya yakni Keltan Budi Sepakat 5 Ha di Koto Tangah, Keltan Taruko 5 Ha di Pauh, dan Keltan Usaha Karya 5 Ha di Bungus Teluk Kabung.
“Benih yang dibantu adalah benih pokok, sehingga benih pokok ini bisa dilakukan labelisasi. Benih berlabel mutunya lebih baik, sehingga nantinya akan meningkatkan produktivitas padi,” ucap Yoice.
Dalam rangka pengendalian hama dan penyakit tanaman padi, telah dilakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT tanaman padi pada beberapa keltan yang tanaman padinya mulai ada indikasi adanya hama.
Untuk bantuan prasarana, Dinas Pertanian Kota Padang tahun 2024 ini memberikan bantuan perbaikan Jaringan Irigasi Tersier pada 2 keltan yakni Tunas Harapan di Pauh, dan Tuah Sakato di Kuranji. (*)
Editor : Hendra Efison