Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar M. As’ad Habibuddin mengatakan, 1.201.252 penumpang pada periode Januari hingga Agustus 2024 terdiri dari 931.106 penumpang KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima/Padang–Naras PP, 192.158 penumpang KA Minangkabau Ekspres relasi Bandara Internasional Minangkabau–Pulauair (PP), dan 77.988 penumpang KA Lembah Anai relasi Bandara Internasional Minangkabau–Kayu Tanam (PP).
“Atas kepercayaan tersebut, KAI berkomitmen terus menghadirkan moda transportasi sebagai solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia,” ungkap As’ad.
Ia menambahkan, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para penumpang, pihaknya terus memberikan kemudahan masyarakat dalam mobilitasnya, melalui berbagai jasa layanan transportasi kereta api penumpang dan barang.
“Kehadiran layanan moda transportasi tersebut menjadi langkah strategis KAI sebagai salah satu tulang punggung transportasi di Sumbar,” jelasnya.
As’ad melanjutkan, penumpang dapat dengan mudah terkoneksi dari kereta api ke pesawat ataupun berbagai moda darat berkat fasilitas dan layanan terintegrasi yang KAI sediakan. Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah.
Disampaikan, layanan KA Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai yang terhubung ke bandara diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menghindari kemacetan dan memastikan mereka tiba di bandara tepat waktu.
Beberapa stasiun kereta api juga memiliki lokasi yang dekat dengan pusat pemberhentian bus antar kota. Seperti pada Stasiun Airtawar yang terhubung dengan bus ke berbagai kota seperti Bukittinggi, Padangpanjang, dan daerah lainnya. Hal tersebut tentunya akan mempermudah penumpang kereta api mengakses angkutan terusan moda darat lainnya.
“Dengan terwujudnya integrasi moda transportasi ini, diharapkan mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan waktu perjalanan dapat dipangkas secara signifikan. Kami melihat peningkatan ini sebagai cerminan dari kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, serta keberhasilan dalam menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan yang nyaman dan terjangkau,” tutup As’ad. (adt)
Editor : Adetio Purtama