Politisi Partai Gerindra tersebut sudah memikirkan hal-hal yang akan dia prioritaskan dalam lima tahun ke depan. Mulai dari sektor pendidikan hingga ekonomi menjadi fokusnya untuk diperbaiki.
Kepada Padang Ekspres, Wahyu menceritakan, awal dirinya terjun ke dunia politik dipengaruhi oleh orangtuanya, khususnya sang ayah.
Dia menyebut, sang ayah sering bercerita mengenai politik yang terjadi di Indonesia, terutama di Kota Padang. Dan juga segala persoalan yang ada di tengah masyarakat. Hal inilah yang membuat dirinya menjadi termotivasi untuk mengetahui lebih dalam dengan dunia perpolitikan.
Untuk memperkuat hal tersebut, pengusaha rumah makan itu mengungkapkan, selama di bangku kuliah ia juga aktif dalam berorganisasi. Dari sanalah ia mendapatkan banyak pengetahuan yang semakin membulatkan tekadnya untuk terjun ke dunia politik hingga kini ia berhasil duduk sebagai anggota DPRD Kota Padang 2024-2025 di periode pertamanya.
Sebagai Anggota DPRD dari Dapil 2 Kuranji, ia menyoroti berbagai persoalan yang tentunya harus dituntaskan. Salah satunya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
DIjelaskan, Kuranji sebagai salah satu daerah yang cukup luas masih memiliki keterbatasan dari segi jumlah sekolah. Ditambah dengan sistem zonasi yang dilakukan setiap tahun ajaran baru, ia sering mendapatkan keluhan-keluhan dari masyarakat terkait hal itu.
Selain pendidikan, isu kesejahteraan masyarakat juga menjadi persoalan bagi masyarakat yang ia dengarkan. Wahyu mengatakan, saat ini masyarakat di Kuranji masih banyak yang memiliki ekonomi kurang beruntung, serta banyak berprofesi sebagai petani.
“Ditambah persoalan makin berkurangnya lahan pertanian mengurangi jumlah lahan produktif di Kota Padang. Apalagi kondisi perekonomian saat ini membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan akses kesehatan yang baik dan ini menjadi perhatian kita di lima tahun ke depan,” ucapnya.
Sebagai Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu akan ikut mendorong agar Pemko Padang memfokuskan program kerja mereka sehingga mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Dengan PAD yang tidak terlalu tinggi, efisiensi program harus dilakukan agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Kita inginnya Kota Padang dapat lebih fokus dan tidak ngambang. Contohnya Padang itu mau fokus kemana? Pendidikan dan pariwisata? Sehingga arah pembangunan dan serapan anggaran lebih jelas dan spesifik. Masalahnya, Kota Padang dengan APBD yang terbatas akan menjadi masalah jika tidak ada fokus. Dengan PAD yang rendah dan dana terbatas kita harus memfokuskan kemana arah dari kota Padang,” ujarnya.
Wahyu mengatakan, jika Padang ingin menjadi kota pendidikan hal-hal yang mendukung branding tersebut sudah ada dimana banyak kampus-kampus terbaik di Sumatera berada di Kota Padang.
“Kenapa kita tidak fokus ke sana. Jika ingin menjadi kota industri tentu hal tersebut kurang mendukung dengan sumber daya yang kurang memadai. Dengan menjadi Kota Pendidikan dan wisata nanti turunannya dapat berkembang,” jelasnya.
Dengan adanya fokus ke pariwisata sektor UMKM dapat mendukung dan masyarakat jadi fokus menunjang pariwisata. Kemudian di pendidikan juga dengan menyediakan sarana pendidikan yang bagus masyarakat di luar Kota Padang juga akan datang ke Padang untuk belajar,” ungkapnya.
Ia mengharapkan ke depannya Pemko Padang dapat lebih fokus lagi mengarahkan kota, sehingga tidak hanya memberikan pembangunan jangka panjang, namun juga ikut mengembangkan masyarakat. (yud)
Editor : Adetio Purtama