Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kualitas Pendidikan Kota Padang Meningkat

Eri Mardinal • Senin, 4 November 2024 | 13:00 WIB

 

Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova.
Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova.
PADEK.JAWAPOS.COMKota Padang sebagai Ibukota Provinsi Sumbar dijuluki sebagai Kota Pelajar. Ini terlihat dari banyaknya institusi pendidikan yang ada. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi dan lembaga kursus pelatihan. Namun, pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah yaitu pendidikan dasar.

Saat ini, terdapat 345 unit SD negeri dan swasta serta 101 unit SMP negeri dan swasta, belum termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTsN) yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Dengan jumlah siswa di SD mencapai 88.118 orang dan SMP 35.846 orang, belum termasuk PAUD.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah daerah telah merehabilitasi dan mendirikan sekolah baru. Ada sekolah yang dua shift dijadikan satu shift. Sekolah yang di komplek dire-grouping dari tiga sekolah dijadikan satu sekolah agar manajemennya lebih efektif dan efisien.

”Saat ini sekolah-sekolah SMP kita umumnya sudah satu shift berkat penambahan dan perbaikan ruang kelas di sekolah. Memang belum menyelesaikan permasalahan, namun kita terus berupaya agar layanan pendidikan terutama sarana dan prasarana tersebut semakin meningkat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Padang, Yopi Krislova, kemarin.

Lebih lanjut Yopi mengatakan, pihaknya tidak saja berusaha menyelesaikan permasalahan sarana dan prasarana, melainkan juga terus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Tahun ini, guru-guru di Kota Padang sudah melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan sebagian telah memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG). Bahkan, guru-guru agama baik TK, SD dan SMP sudah dibantu oleh Pemko Padang tahun ini untuk ikut PPG dengan biaya dari Pemko Padang sebanyak 413 orang, terdiri dari 91 guru agama SMP dan 322 guru agama SD.

”Untuk kepentingan PPG tersebut kita telah menjalin kerja sama dengan UIN Imam Bonjol dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, November 2024 selesai. Diharapkan tahun 2025 mereka sudah mendapatkan sertifikasi yang sudah dianggarkan oleh Kemenag,” tuturnya.

Hal ini merupakan bukti keseriusan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi dan kesejahteraan guru.

Di samping itu, Pemko Padang juga membuka formasi P3K khususnya guru formasi tahun 2023, dengan guru diangkat 2.331 orang. Total guru P3K yang sudah diangkat 2.885 orang dan tahun 2024 ini akan ada tambahan 320 formasi untuk guru,” tegas Yopi.

Untuk meningkatkan pelayanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2024, akan menempati kantor baru di Belakangtangsi, yang sebelumnya bekas SD, sehingga masyarakat dan guru yang berurusan dapat dilayani dengan lebih baik lagi.  ”Bagi kami yang terpenting adalah sekolah TK, SD dan SMP yang representatif,” jelasnya.

Sementara itu, jika dikaitkan Kota Padang sebagai kota pelajar, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan prestasi yang baik, dimana Kota Padang paling tinggi se-Sumbar yaitu 83,58. Bahkan lebih tinggi dari IPM provinsi yaitu 73,75.

Namun demikian, karena sekolah di Kota Padang cukup banyak, maka permasalahan yang muncul juga tidak sedikit. Salah satunya adalah tawuran antarpelajar.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemko Padang telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 6 tahun 2024 tentang Kurikulum Lokal Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Satuan Pendidikan Dasar, yang berisi tentang muatan lokal Keminangkabauan sebagai bentuk usaha membentuk karakter siswa agar tau dengan Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah.

Para siswa dididik kembali tentang tata laku budaya mereka. Mereka juga dikenalkan kembali dengan berbagai tradisi budaya luhur mereka.

Pemko Padang juga menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 7 Tahun 2024 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Dasar di dalamnya tertuang kewajiban menghafal juz 30 Al Quran bagi para siswa SD dan SMP.

”Kita sudah mewisuda 2.500 siswa SD dan 2.500 siswa SMP yang dibiayai dari APBD Kota Padang. Ini diharapkan dapat membentuk karakter mereka,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, untuk mengatasi permasalahan tawuran ini, dibutuhkan kolaborasi antar stakeholders. Permasalahan tersebut tidak bisa sepenuhnya menjadi tugas sekolah karena sekolahpun juga memiliki keterbatasan.

”Anak-anak tersebut paling lama berada di sekolah hingga pukul 16.00 WIB. Selebihnya mereka berada di tengah keluarga atau masyarakatnya. Kadang-kadang karena pengaruh sosial media, terjadi gesekan antar mereka yang berlanjut pada tawuran di dunia nyata. Oleh karena itu, sekolah juga mengadakan razia HP siswa untuk melihat apakah terlibat juga judi online,” tukuk Yopi.

Ke depan, Yopi sangat berharap agar para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman serta tidak diliputi oleh kekhawatitan. Sehingga siswa bisa meningkatkan prestasinya baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Oleh karena itu, kepada semua stakeholders yang peduli pendidikan Kota Padang termasuk orang tua, diminta untuk saling bahu membau agar kualitas pendidikan terus dapat ditingkatkan. (rel/eri)

Editor : Adetio Purtama
#Disdikbud Kota Padang #kualitas pendidikan kota padang #Yopi Krislova #kualitas pendidikan