Api yang mulai terlihat pada pukul 19.45 WIB ini sempat membuat warga sekitar panik. Menurut keterangan Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, insiden bermula dari laporan saksi mata yang melihat percikan api di lantai dua salah satu bangunan kos.
“Ketika saksi melihat api semakin membesar, mereka segera menghubungi kami meminta bantuan,” kata Rinaldi.
Dalam penanganan darurat tersebut, petugas pemadam kebakaran mengerahkan tujuh unit armada dan 70 personel untuk memadamkan api.
“Bangunan kos yang masing-masing berukuran 15x10 meter tersebut nyaris porak-poranda akibat api yang menyebar dengan cepat,” ungkapnya.
Berkat upaya tanggap dan terkoordinasi, api berhasil dipadamkan pada pukul 20.30 WIB, kurang dari satu jam sejak pertama kali terdeteksi. Rinaldi menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerugian materi diperkirakan mencapai Rp250 juta.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material cukup signifikan. Saat ini, kami masih dalam proses investigasi untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran,” tambah Rinaldi.
Insiden ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk seperti lingkungan rumah kos.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan tanda-tanda awal kebakaran.
“Kami siap merespons dengan cepat dan efisien. Masyarakat dapat langsung menghubungi Call Center 113, atau nomor (0751) 28558 dan 0811 6606 113 jika menemui situasi darurat,” pungkas Rinaldi. (*)
Editor : Adetio Purtama