Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pengangguran Terbuka Kota Padang Capai 48.067 Orang

Shyntia Aprizani • Rabu, 4 Desember 2024 | 15:30 WIB

 

Pemko Padang menggelar Rapat Koordinasi Tim Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Kota Padang di Balai Kota Padang, Selasa (3/12).
Pemko Padang menggelar Rapat Koordinasi Tim Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Kota Padang di Balai Kota Padang, Selasa (3/12).

PADEK.JAWAPOS.COMJumlah pengangguran terbuka di Kota Padang pada 2024 mengalami penurunan dibandingkan dengan 2023. Tercatat pada 2024, jumlah pengangguran terbuka mencapai 48.067 jiwa atau 9,88 persen. Sedangkan pada 2023 tercatat sebanyak 52.014 jiwa atau 10,86 persen.

Meskipun mengalami penurunan di tahun ini, jumlah tersebut dikategorikan masih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional yakni sebesar 4,91 persen.

Menyadari besarnya tantangan ini, Pemerintah Kota Padang mengambil langkah strategis untuk menanggulangi masalah pengangguran dengan meluncurkan sejumlah program yang diharapkan dapat menurunkan tingkat pengangguran lebih lanjut.

Salah satu langkah konkret yang diambil oleh Pemerintah Kota Padang adalah dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Kota Padang.

Rapat tersebut juga menjadi ajang pengukuhan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Kota Padang periode 2024-2028 di ruang Abu Bakar Jaar Kompleks Balai Kota Padang Selasa (3/12).

Dalam rapat ini, Pemerintah Kota Padang menekankan pentingnya revitalisasi sektor pendidikan vokasi, pelatihan, dan pemagangan guna meningkatkan kualitas tenaga kerja yang ada di kota ini.

Pj Wali Kota Padang yang diwakili oleh Asisten 2, Didi Aryadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Padang, dengan luas wilayah 694,96 km² dan jumlah penduduk yang mencapai 954.177 jiwa pada tahun 2024, memiliki angkatan kerja sekitar 486.638 jiwa.

“Fenomena tingginya pengangguran ini diperparah dengan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang datang ke Padang dari berbagai daerah, bahkan dari luar provinsi, untuk melanjutkan pendidikan dan kemudian memilih untuk tinggal di kota ini setelah lulus.

“Hal ini menyebabkan jumlah pencari kerja dengan latar belakang pendidikan tinggi semakin meningkat. Namun, meskipun jumlah pencari kerja bertambah, dampak sosial dari fenomena ini relatif kecil karena banyak di antara mereka yang masih mendapat dukungan finansial dari keluarga mereka,” jelasnya.

Sebagai bagian dari solusi terhadap masalah pengangguran yang ada, Didi Aryadi mengatakan, perluasan peluang kerja melalui revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi menjadi langkah yang sangat penting.

Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa tenaga kerja yang tersedia memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, informasi ketenagakerjaan dan digitalisasi pelayanan ketenagakerjaan juga menjadi fokus utama dalam upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja di Kota Padang.

Pada 2025, Pemerintah Kota Padang berencana mengintegrasikan sistem informasi ketenagakerjaan digital melalui aplikasi SIREPI (Sistem Informasi Rekrutmen, Pelatihan, Pemagangan, Penempatan, dan Pelaporan). Aplikasi ini akan mempermudah proses rekrutmen tenaga kerja dan mempercepat pencocokan antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan pasar.

Dengan aplikasi ini, diharapkan transparansi dalam proses rekrutmen dapat terwujud, dan akses informasi lowongan pekerjaan serta pelatihan menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Selain aplikasi SIREPI, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang juga berperan penting dalam mengatasi pengangguran.

BPVP Padang memberikan pelatihan soft skills yang dibutuhkan oleh pencari kerja agar mereka dapat bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Padang, sehingga mereka lebih siap untuk memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan oleh perusahaan.

Sementara itu, Staf Ahli Ekonomi Setko Padang Syahrial Kamat juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tingginya angka pengangguran di Padang, meskipun setiap tahun kota ini menghasilkan banyak lulusan pendidikan tinggi.

“Kami berharap melalui berbagai upaya yang sedang dan akan dilakukan, kualitas tenaga kerja di Kota Padang akan semakin meningkat, dan mereka akan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Menurutnya, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang akan mendukung pencari kerja dalam menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka.

Berikan Gambaran Kebutuhan Naker

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldi, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja dan sumber daya daerah lainnya.

Selain itu, rapat ini juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan informasi terkait layanan ketenagakerjaan digital yang terintegrasi. Ia berharap dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pendidikan vokasi, dan lembaga pelatihan, maka peluang kerja baru dapat tercipta di Kota Padang.

“Rapat Koordinasi yang dilaksanakan pada 3 Desember 2024 ini dihadiri oleh 78 peserta yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Padang, perusahaan, Kadin Padang, Apindo, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dan lembaga kursus di Kota Padang,” jelasnya.

Pemerintah Kota Padang terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, dengan harapan dapat membuka lebih banyak peluang bisnis dan lapangan pekerjaan bagi warganya.

Melalui kerja sama antara berbagai pihak, terutama antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan Kota Padang dapat mengatasi pengangguran dan menjadi kota yang ramah investasi dengan tenaga kerja yang berkualitas.

Baca Juga: Buka Rakor SOIna Sumbar 2024, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pentingnya Kanalisasi Bakat Anak Difabel Bertalenta Khusus

Dengan strategi yang terkoordinasi dan terintegrasi ini, Kota Padang diharapkan dapat menghadapi tantangan pengangguran dengan lebih efektif dan efisien.

Pemerintah Kota Padang optimis bahwa dengan kebijakan dan strategi yang tepat, Kota Padang akan mampu menurunkan angka pengangguran secara signifikan, serta menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan dukungan semua pihak, diharapkan Kota Padang dapat menjadi contoh sukses dalam mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warganya. (shy)

Editor : Adetio Purtama
#pengangguran terbuka kota padang #pengangguran #pemerintah kota padang #pendidikan vokasi #pengangguran terbuka