Program yang telah berjalan selama puluhan tahun ini menjadi sorotan, dengan evaluasi menyeluruh untuk memastikan efektivitasnya dalam membentuk karakter remaja.
Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi, menekankan bahwa Pesantren Ramadan kini ibarat seorang anak yang telah dewasa, sehingga perlu dievaluasi agar tetap relevan dan berdampak positif.
"Pesantren Ramadan sudah berlangsung lama, namun melihat kondisi anak muda saat ini, kita perlu mengevaluasi apakah program ini benar-benar membentuk karakter yang diharapkan. Remaja sekarang lebih patuh kepada teman dibanding orang tua, jangan-jangan ada yang kurang dari pelaksanaan Pesantren Ramadan kita," ujar Edi Hasymi saat membuka bimbingan teknis Master of Trainer (MoT) Pesantren Ramadan di Balaikota Padang, Senin (10/2/2024).
Selain aspek pendidikan agama, Edi juga menyoroti anggaran besar yang dikucurkan setiap tahunnya, serta tenaga dan waktu yang dikerahkan demi kelangsungan program ini. Pemko Padang berencana melakukan survei kepada orang tua untuk mengetahui dampak Pesantren Ramadan terhadap perilaku anak di rumah.
Dalam rangka meningkatkan kualitas program, Pemko Padang menggelar bimbingan teknis bagi 1.145 Master of Trainer (MoT) yang akan bertugas di masjid dan musala. Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan intensif di Balaikota Padang yang diselenggarakan oleh Bagian Kesra Setdako Padang.
"Kami harapkan guru-guru dapat benar-benar menjalankan perannya di Pesantren Ramadan, memindahkan proses belajar ke masjid dan musala, serta berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berakhlak baik," ujar Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Jasman.
Jasman juga menyampaikan bahwa Pesantren Ramadan 2025 akan berlangsung mulai 5 hingga 25 Maret, dengan peluncuran resmi pada 21 Februari mendatang.
Dengan evaluasi yang lebih matang dan persiapan yang lebih baik, Pemko Padang berharap Pesantren Ramadan tahun ini benar-benar membawa perubahan positif bagi generasi muda, sekaligus menjadi solusi atas maraknya kenakalan remaja di Kota Padang. (*)
Editor : Hendra Efison