PADEK.JAWAPOS.COM-Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X melaksanakan Workshop Peningkatan Kapasitas ASN dalam Bersinergi Menuju Zona Integritas pada Jum’at-Sabtu (14-15/3) di The ZHM Premiere Hotel Padang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri untuk meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Hadir pada acara tersebut Kepala Lembaga, Kabag Umum, Pejabat Fungsional, Ketua Tim, PIC, dan Karyawan LLDIKTI.
Ketua Pelaksana Acara sekaligus Ketua Tim HKT LLDIKTI Wilayah X, Reri Anton, ST, MM dalam laporanya menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 81 orang peserta dari total 93 orang karyawan LLDIKTI Wilayah X yang terdiri dari PNS, PPPK, PPNPN dan Security dengan menghadirkan narasumber yakni Zulfa Andri dan Zulhadi Syahputra yang merupakan Auditor Madya dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Barat serta Sinarti, SE, M.Sc, Akt, CA, Ketua SPI dan Andre Agus Setiawan Sitepu, S.Tr , Tim ZI dari Politeknik Negeri Batam.
Dijelaskan Anton bahwa workshop ini berlangsung selama dua hari, dimana hari pertama diikuti oleh seluruh peserta dan hari kedua diikuti oleh tim ZI LLDIKTI Wilayah X. Kami berharap seluruh peserta untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian acara ini mulai dari awal hingga akhir.
“Jika tim ZI ada persoalan atau menemukan kendala terkait dengan borang dan pengisian LKE sesuai bidang tugasnya, silahkan untuk dapat menanyakan lebih detail kepada narasumber kita” jelasnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah X melalui Kabag Umum, Rahmi, SE, M.Si mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Melalui komitmen dan kerja keras kita bersama, kita bertekad untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang akan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan organisasi kita.
Rahmi menjelaskan bahwa selama ini LLDIKTI Wilayah X sudah berusaha untuk mendapatkan predikat ZI WBK, untuk tingkat Kementerian kita selalu lolos namun untuk sampai ke tingkat MENPANRB kita selalu gagal. Setelah di evaluasi penyebabnya adalah masih lemahnya kita di area pengawasan dan monitoring, evaluasi dan tindak lanjut di masing-masing area.
Terkait persoalan tersebut, LLDIKTI Wilayah X ingin menggali lebih dalam dari narasumber dari BPKP terkait dengan bagaimana penerapan SPIP, Penanganan Konflik Kepentingan dan Gratifikasi. Kemudian dari Politeknik Negeri Batam kami ingin belajar karena di Kementerian yang sama yakni Kemendiktisaintek sudah berhasil meraih ZI WBBM, namun di tingkat MENPANRB juga masih berjuang.
“Kami ingin mengetahui bagaimana pentingnya komitmen dan peran serta semua elemen mulai dari pimpinan, pegawai, CS, satpam dalam mewujudkan zona integritas dan bagaimana strateginya. Serta dalam hal pengisian LKE ZI, apa saja dokumen-dokumen yang dikatakan bisa nilainya maksimal dan bagaimana cara melakukan monitoring dan evaluasi di masing-masing area perubahan,” tambahnya.
Zona Integritas bukan hanya sebuah slogan, tetapi sebuah program yang melibatkan perbaikan di berbagai aspek, mulai dari pencegahan korupsi, peningkatan pelayanan publik, hingga peningkatan akuntabilitas. Dalam perjalanan menuju WBK, kita harus saling mendukung dan bekerja sama agar prinsip-prinsip integritas dapat diterapkan dengan sebaik-baiknya.
“Saya berharap seluruh peserta kegiatan ini dapat mengikuti dengan penuh perhatian dan semangat walaupun di bulan puasa. Saya juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun budaya kerja yang bebas dari korupsi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memajukan institusi kita menuju lebih baik lagi”tutup Rahmi.(*)
Editor : Tandri Eka Putra